Berita Aceh Singkil
Cuaca di Laut Aceh Singkil tak Menentu, Harga Ikan Mahal
Mengetahui cuaca tiba-tiba buruk, nelayan segara memacu laju perahunya ke arah jalan pulang.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nur Nihayati
Mengetahui cuaca tiba-tiba buruk, nelayan segara memacu laju perahunya ke arah jalan pulang.
Penulis: Dede Rosadi I Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Cuaca di laut Aceh Singkil, tidak menentu. Walau dibanding dua pekan lalu, sudah lebih baik.
Kondisi itu membuat nelayan tidak leluasa mencari nafkah melaut.
Mereka memilih melaut dekat pantai, agar ketika cuaca tiba-tiba buruk bisa segera menepi.
Kondisi itu terjadi, Rabu (30/7/2025) pagi.
Kala itu nelayan sedang asyik melaut, karena cuaca cukup bersahabat, namun tiba-tiba datang angin disusul hujan.
Mengetahui cuaca tiba-tiba buruk, nelayan segara memacu laju perahunya ke arah jalan pulang.
Baca juga: Nelayan Sulit Melaut Ekses Cuaca Ekstrem, Harga Ikan di Sabang Naik, Penjual di Rumah Makan Mengeluh
"Kalau sudah hujan angin apalagi cepatlah pulang," kata Oden nelayan Gosong Telaga, Singkil Utara.
Nelayan pilih pulang walau belum mendapat hasil tangkapan.
Konon lagi banyak nelayan tradisional tidak melengkapi diri dengan alat pemandu arah atau sistem pemosisi global yang dalam bahasa inggris disebut global positioning system (GPS).
Tidak menentunya cuaca di laut berdampak pada tingginya harga ikan.
Giant trevally atau kuwe gerong yang dalam bahasa setempat disebut ikan gabu bertahan pada posisi Rp 50 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 45 ribu per kilogram.
Kondisi serupa dengan harga ikan gembolo yang paling banyak disukai warga Aceh Singkil.
Sementara belato sejenis ikan gembung Rp 40 ribu dari tadinya Rp 35 ribu per kilogram.
Jenis ikan yang turun harganya dibanding ketika cuaca buruk dua pekan lalu adalah kerapu, babaran dan jinaha Rp 65 ribu.
Dua pekan lalu saat cuaca buruk, harganya sempat tembus Rp 75 ribu.
"Kerapu dan babaran memang sedang musim makanya harga turun," kata Jefri pengepul ikan di kawasan Ketapang Indah, Singkil Utara.
Pari dan aso-aso Rp 30 ribu per kilogram. Lalu ikan nawi Rp 60 ribu per kilogram.
Sementara ikan maning yang biasanya dijadikan ikan rucah Rp 10 ribu per kilogram.(*)
Baca juga: Masih Stagnan, Ini Rincian Harga Emas di Langsa Edisi 30 Juli 2025
| Kisah di Balik Pemekaran Aceh Singkil, Haji Anhar Husen Rela Pinjam Uang Demi Biayai Perjuangan |
|
|---|
| PGRI Aceh Singkil Beberkan Sumber dan Besaran Bantuan Kepada Guru Korban Banjir |
|
|---|
| Sedia Payung, Mayoritas Wilayah Aceh Singkil Diguyur Hujan |
|
|---|
| Oknum Anggota DPRK Singkil Diduga Tersandung Asusila, PAN Aceh Tegaskan Tak Ada Toleransi |
|
|---|
| Pembahasan APBK Mandeg, Direktur CHK Dukung YARA Somasi Bupati dan DPRK Aceh Singkil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jual-ikan-3007de.jpg)