Kamis, 23 April 2026

Berita Bireuen

Waled NU Ajak Masyarakat Bireuen Laksanakan Shalat Istisqa

“Mari kita koordinasikan dan laksanakan shalat minta hujan. Selain itu, jauhi segala bentuk maksiat agar Allah menurunkan rahmat dan hujan

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
For Serambinews.com  
Pimpinan Dayah Ummul Ayman dan STIS Samalanga Bireuen yang juga ulama kharismatik Aceh, Tgk H Nuruzzahri atau lebih dikenal Waled Nu 

“Mari kita koordinasikan dan laksanakan shalat minta hujan. Selain itu, jauhi segala bentuk maksiat agar Allah menurunkan rahmat dan hujan

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen 

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Dalam menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan dan minimnya curah hujan di Kabupaten Bireuen, ulama kharismatik Tgk. H. Nuruzzahri atau yang akrab disapa Waled NU, mengajak masyarakat untuk melaksanakan shalat istisqa, yaitu shalat memohon hujan kepada Allah SWT.

Ajakan tersebut disampaikan Waled NU pada Rabu (30/7/2025), menyusul kondisi cuaca yang sangat panas dan kekeringan yang melanda berbagai kecamatan, termasuk Gandapura dan Makmur, di mana banyak tanaman padi terancam gagal panen (puso).

“Mari kita koordinasikan dan laksanakan shalat minta hujan. Selain itu, jauhi segala bentuk maksiat agar Allah menurunkan rahmat dan hujan bagi masyarakat Bireuen,” ujar Waled NU.

Dampak Kekeringan

Tanaman padi yang telah ditanam mulai mengalami kekeringan
Petani yang belum menanam merasa khawatir
Kebakaran lahan mulai terjadi di beberapa titik

Waled NU yang juga merupakan Pimpinan Dayah Ummul Ayman Samalanga, menekankan pentingnya pelaksanaan shalat istisqa di setiap kecamatan secara serentak dan segera, agar hujan dapat segera turun.

Ia berharap para camat dan kepala desa segera melakukan koordinasi untuk menyelenggarakan shalat istisqa, mengingat kondisi kemarau panjang yang sangat memprihatinkan.

Beberapa petani bahkan sudah menanam padi, namun tanahnya telah mengering.

Sebelumnya, Camat Gandapura, Azmi S. Ag, juga telah mengajak masyarakat melaksanakan shalat istisqa dalam acara kenduri blang di Cot Tunong.

Ia menyampaikan bahwa ratusan tanaman padi yang ditanam sebulan lalu kini mengalami kekeringan dan terancam puso.(*)

Baca juga: Laksanakan Shalat Minta Hujan, Warga Kemukiman Lamlhom Diminta Tutup Warung dan Jalankan Puasa

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved