Berita Bireuen

Pelantikan Serentak di Bireuen: Para Ibu Camat Emban Lima Peran Strategis

Ketua TP PKK Kabupaten Bireuen Sadriah SKM MKM, melantik 17 istri camat sebagai pemegang jabatan strategis di tingkat kecamatan. 

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Zaenal
SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS
PELANTIKAN SERENTAK - Ketua TP PKK Bireuen, Sadriah SKM MKM, Jumat (1/8/2025) melantik dan mengukuhkan para istri para camat sebagai Ketua TP PKK, Bunda Paud, Bunda Literasi dan Forikan tingkat kecamatan, bertempat di aula Hotel Fajar Bireuen. 

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Ketua TP PKK Kabupaten Bireuen yang juga menjabat sebagai Bunda PAUD, Sadriah SKM MKM, melantik 17 istri camat sebagai pemegang jabatan strategis di tingkat kecamatan. 

Mereka akan mengemban lima posisi sekaligus: Ketua TP PKK, Bunda PAUD, Bunda Literasi, Ketua Posyandu, dan Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) untuk masa bakti 2025–2030.

Pelantikan yang digelar di Aula Hotel Fajar Bireuen pada Jumat (1/8/2025), juga dirangkai dengan pengukuhan tim pembina masing-masing organisasi oleh Bupati Bireuen, H Mukhlis ST.

Para ibu camat yang tampil dengan pakaian hijau gelap khas organisasi, diberi pin simbolik dan selempang oleh Ketua TP PKK Kabupaten sebagai tanda kesiapan memimpin program-program pemberdayaan di masyarakat kecamatan masing-masing.

Adapun para ibu camat yang dilantik adalah:

  1. Nirwana (Kecamatan Samalanga)
  2. Sri Rizki (Kecamatan Simpang Mamplam)
  3. Daiyah Ismail (Kecamatan Pandrah)
  4. Fauzah (Kecamatan Jeunieb)
  5. Saumi Ramadhani (Kecamatan Peulimbang)
  6. Ida Arini (Kecamatan Peudada)
  7. Siti Junaida (Kecamatan Juli)
  8. Fitriani dan Faridah (Kecamatan Jeumpa)
  9. Hermasari (Kecamatan Kota Juang)
  10. Azrina (Kecamatan Kuala)
  11. Marhani (Kecamatan Peusangan)
  12. Poppy (Kecamatan Peusangan Selatan)
  13. Fitriani (Kecamatan Peusangan Siblah Krueng)
  14. Nuraina (Kecamatan Makmur)
  15. Yenny Yus S (Kecamatan Kutablang)
  16. Asnawiyah (Kecamatan Gandapura)

Dalam sambutannya, Sadriah mengajak seluruh organisasi perempuan untuk berperan aktif mendukung program prioritas pemerintah demi terwujudnya visi “Indonesia Emas 2045”.

“Ini merupakan cita-cita nasional menuju masyarakat yang sehat, sejahtera, dan berdaya saing sejak usia dini,” ujar Sadriah.

“Melalui penguatan TP PKK, Posyandu, PAUD, literasi, dan Forikan, kita harap kecamatan menjadi pusat gerakan pemberdayaan keluarga dan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini,” lanjutnya.

Baca juga: VIDEO - Seribuan Warga Bireuen Gelar Shalat Istisqa, Hujan Turun Usai Doa Bersama

Peran Ibu Camat dan dampaknya kepada masyarakat

Para ibu camat yang kini mengemban peran sebagai Ketua TP PKK, Bunda PAUD, Bunda Literasi, Ketua Posyandu, dan Ketua Forikan, merupakan simpul strategi dalam pembangunan berbasis keluarga dan komunitas.

Dikutip Serambinews.com dari berbagai sumber, berikut cara para ibu camat ini untuk membentuk karakter masyarakat, dalam menjalankan perannya sebagai Ketua TP PKK, Bunda PAUD, Bunda Literasi, Ketua Posyandu, dan Ketua Forikan di tingkat kecamatan.

Pemberdayaan Keluarga & Perempuan

TP PKK mendorong partisipasi perempuan dalam pembangunan, mulai dari kesehatan keluarga, pendidikan anak, hingga ekonomi kreatif berbasis rumah tangga.

Program seperti pelatihan keterampilan, pengelolaan keuangan keluarga, dan kampanye hidup sehat bisa langsung meningkatkan kesejahteraan rumah tangga.

Pendidikan Anak Usia Dini & Pencegahan Stunting

Bunda PAUD berperan sebagai penggerak layanan PAUD Holistik Integratif, yang mencakup pendidikan, gizi, kesehatan, dan perlindungan anak.

Mereka bisa mendorong pemerataan fasilitas PAUD, peningkatan kompetensi guru, dan advokasi dana desa untuk pendidikan anak.

Literasi & Budaya Baca

Bunda Literasi menanamkan kebiasaan membaca sejak dini, baik di sekolah maupun di rumah.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved