Selasa, 5 Mei 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Serangan Drone Rusia ke Ukraina Tewaskan 16 Orang, Zelenskyy Serukan Pergantian Rezim Moskow

Satu rudal menghancurkan sebuah gedung hunian sembilan lantai di wilayah barat ibu kota, merobek fasadnya. 

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Facebook Layanan Darurat Negara Ukraina
EVAKUASI JENAZAH - Foto diambil dari Facebook Layanan Darurat Negara Ukraina, Jumat (1/8/2025). Petugas penyelamat Ukraina mengevakuasi jenazah korban setelah serangan Rusia menghantam gedung di Kyiv pada Kamis (31/7/2025) dini hari. Ukraina melaporkan 16 orang tewas dan 155 terluka dalam serangan tersebut. 

SERAMBINEWS.COM - Perang Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.255 pada Jumat (1/8/2025), memperpanjang perang sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022.

Menurut perkembangan terkini di lapangan, Rusia melancarkan serangan pada Jumat dini hari yang merupakan lanjutan dari serangan pada malam-malam sebelumnya.

Rusia menembakkan lebih dari 300 drone dan delapan rudal jelajah ke Ukraina – dengan Kyiv sebagai target utama – dari Rabu (30/7/2025) malam hingga Kamis (31/7/2025) dini hari, menurut laporan angkatan udara Ukraina.

Satu rudal menghancurkan sebuah gedung hunian sembilan lantai di wilayah barat ibu kota, merobek fasadnya. 

Pada Jumat dini hari, Ukraina melaporkan 16 orang tewas, dua di antaranya anak-anak, dalam serangan Rusia di Kyiv.

Dari 155 korban luka, 16 di antaranya anak-anak dan enam petugas polisi, yang merupakan jumlah anak-anak yang terluka terbanyak dalam satu serangan di Kyiv selama perang, ungkap layanan penyelamatan Ukraina.

Baca juga: Gangster Rusia Susupi Kantor Imigrasi Indonesia, jadi Beking Kejahatan

Zelensky Dorong Perubahan Rezim di Rusia

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendesak sekutu-sekutunya untuk mewujudkan "perubahan rezim" di Rusia , beberapa jam setelah serangan pesawat nirawak dan rudal Rusia di Kyiv menewaskan 16 orang, termasuk dua anak-anak. 

Presiden Ukraina mengatakan ia yakin Rusia dapat "didorong" untuk menghentikan perang.

"Tetapi jika dunia tidak bertujuan untuk mengubah rezim di Rusia, itu berarti bahkan setelah perang berakhir, Moskow akan tetap mencoba untuk mengganggu stabilitas negara-negara tetangga," ujarnya pada hari Kamis.

Seruang itu disampaikan secara virtual di sebuah konferensi yang memperingati 50 tahun perjanjian Helsinki era Perang Dingin, lapor The Guardian. 

Baca juga: VIDEO Gempa 8,8 SR Guncang Rusia! Geger Video Peringatan Giant Tsunami di Seluruh Pesisir Pasifik

Ukraina Desak Pertemuan Darurat di PBB

Pada malam 31 Juli, serangan drone dan rudal Rusia menghantam Kyiv, menewaskan sedikitnya 16 orang, termasuk dua anak, dan melukai 150 lainnya.

Menanggapi hal ini, Ukraina menggelar pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB pada hari ini, Jumat, 1 Agustus 2025.

 
Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiga, menuduh Putin menolak perdamaian dan menyerukan tekanan global untuk menghentikan agresi Rusia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved