Senin, 4 Mei 2026

Konflik Palestina vs Israel

Israel Blokade Gaza, Sandera Israel Kurus Kering karena Kelaparan

Evyatar David menunjukkan penderitaan yang dialami sandera Israel sama seperti apa yang dialami warga Palestina di Jalur Gaza.

Tayang:
Editor: Amirullah
Telegram Brigade Al-Qassam
SANDERA ISRAEL KURUS - Tangkapan layar video dari Telegram Brigade Al-Qassam pada Sabtu (2/8/2025) memperlihatkan sandera Israel Evyatar David terlihat kurus kering, di sampingnya terdapat kertas yang menunjukkan lamanya ia ditahan sejak 7 Oktober 2023. 

Sehari sebelum video tersebut ditayangkan, kelompok perlawanan Palestina lainnya, Jihad Islam Palestina (PIJ), merilis video rekaman sandera Rom Braslavski yang kelaparan.

Rom Braslavski juga ditangkap pada 7 Oktober 2023 dari area festival musik Nova di Re'im, dekat perbatasan Jalur Gaza dan Israel selatan.

Ia ditahan oleh anggota sayap militer PIJ, Brigade Al-Quds.

Video Rom Braslavski diambil beberapa waktu sebelum ia dinyatakan hilang kontak dengan para anggota Brigade Al-Quds.

Dalam video tersebut, Rom Braslavski menulis sebuah surat yang tertanggal 20 Juli 2025.

SURAT SANDERA ISRAEL - Tangkapan layar video yang dirilis
SURAT SANDERA ISRAEL - Tangkapan layar video yang dirilis oleh Jihad Islam Palestina (PIJ) memperlihatkan surat yang ditulis oleh seorang sandera Israel, Rom Braslavski (21), yang ditahan oleh sayap militer PIJ, Brigade Al-Quds, di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023. Video tersebut dirilis pada Kamis, 31 Juli 2025. (Telegram Brigade Al-Quds)


Ibu Rom Braslavski, Tammy, mengatakan tidak ada pejabat senior Israel yang menghubungi keluarga tersebut setelah video tersebut dipublikasikan, lapor Haaretz.

Perlawanan Palestina beberapa kali menayangkan video sandera yang masih ditahan di Jalur Gaza dalam upaya untuk menekan Israel agar menyepakati perjanjian gencatan senjata dan memenuhi tuntutan mereka.

Selain itu, tayangan video tersebut memberikan pesan kepada keluarga sandera untuk menekan pemerintah Israel agar segera melanjutkan perundingan gencatan senjata.

Menurut pernyataan sebelumnya oleh juru bicara Brigade Al-Qassam, Abu Ubaida, para tahanan Israel hanya akan dibebaskan sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran komprehensif, sebuah langkah yang sejauh ini ditolak oleh Israel.

Brigade Qassam sebelumnya telah merilis beberapa rekaman tentara yang ditawan, termasuk permohonan langsung kepada pemerintah Israel untuk menyelamatkan mereka dan peringatan bahwa operasi militer tidak akan membawa mereka kembali hidup-hidup.

Israel menyalahkan Hamas atas memburuknya situasi di Jalur Gaza sebagai akibat dari Operasi Banjir Al-Aqsa pada 7 Oktober 2023.

Selama Operasi Banjir Al-Aqsa, kelompok perlawanan Palestina menahan sekitar 250 orang dari perbatasan Israel, termasuk anggota militer.

Menurut Hamas, serangan tersebut bertujuan untuk melawan rencana Israel yang ingin melanggengkan pendudukannya di Palestina sejak pendirian Israel pada tahun 1948 dan mengambil alih kompleks Masjid Al-Aqsa.

Per 22 Juni 2025, 50 sandera masih ditawan di Gaza, dari jumlah tersebut, 49 orang ditahan pada 7 Oktober 2023 dan satu sandera (Hadar Goldin) telah ditawan di Gaza sejak 2014, menurut laman resmi pemerintah Israel.

Terakhir kali Israel dan Hamas melakukan pertukaran tahanan yaitu pada Januari dan Februari lalu, melalui gencatan senjata tahap pertama yang berlangsung selama enam minggu dan dimulai pada 19 Januari 2025.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved