Berita Lhokseumawa

Sugiono Jadi Sekjen Gerindra, Pengamat Komunikasi Unimal: Modal Penting Suarakan Aceh di Nasional

“Dalam komunikasi politik, chemistry sangat menentukan antara elite daerah dan pusat. Mualem sudah punya modal itu dengan Prabowo, dan kini.....

|
Penulis: Jafaruddin | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Pengamat Komunikasi Politik Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara, Masriadi Sambo. Ia menjelaskan, posisi Sugiono sebagai Sekjen Gerindra menjadi modal penting menyuarakan Aceh di tingkat nasional. 

“Dalam komunikasi politik, chemistry sangat menentukan antara elite daerah dan pusat. Mualem sudah punya modal itu dengan Prabowo, dan kini diperkuat dengan Sugiono. Ini bisa mempercepat sinergi pembangunan,” lanjutnya.

Laporan Jafaruddin | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Malikussaleh (Unimal), Aceh Utara, Masriadi Sambo, menilai penunjukan Letnan Satu TNI (Purn) Sugiono sebagai Sekretaris Jenderal Partai Gerindra membawa peluang besar bagi Aceh, terutama dalam hal komunikasi politik dan percepatan pembangunan daerah.

Masriadi menyebutkan, latar belakang Sugiono yang lahir dan menghabiskan masa kecil hingga remajanya di Aceh—tepatnya di Takengon, Aceh Tengah—membuatnya memiliki kedekatan emosional dengan daerah ini.

Hal itu, menurutnya, menjadi modal penting dalam menyuarakan dan memperjuangkan kepentingan Aceh di tingkat nasional.

"Sebagai putra daerah yang memahami karakteristik sosial dan kebutuhan pembangunan Aceh, Sugiono pasti menyimpan perhatian dan kepedulian tersendiri terhadap tanah kelahirannya," ujar Masriadi, Sabtu (2/8/2025), menanggapi rotasi kepemimpinan di DPP Partai Gerindra.

Masriadi juga menekankan pentingnya posisi strategis Sekjen Gerindra dalam menjembatani komunikasi politik antara daerah dan pusat, khususnya antara Aceh dan Presiden Prabowo Subianto.

Ia menyebut, hubungan baik antara Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dengan Presiden Prabowo dapat diperkuat dengan kehadiran Sugiono sebagai Sekjen.

“Dalam komunikasi politik, chemistry sangat menentukan antara elite daerah dan pusat. Mualem sudah punya modal itu dengan Prabowo, dan kini diperkuat dengan Sugiono. Ini bisa mempercepat sinergi pembangunan,” lanjutnya.

Sugiono resmi menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Gerindra untuk periode 2025-2030.
Sugiono resmi menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Gerindra untuk periode 2025-2030. (Wikipedia)

Baca juga: Jejak Sugiono dari Tanah Gayo Takengon ke Panggung Politik Nasional, Sekarang Jabat Sekjen Gerindra

Menurutnya, dalam konteks Aceh yang sedang berjuang memperpanjang masa berlaku dana otonomi khusus, peran elite politik nasional yang memiliki akar daerah sangat dibutuhkan.

Sugiono dinilai bisa menjadi "jembatan suara" yang menghubungkan aspirasi Aceh dengan Istana.

Masriadi menambahkan, kunci utama percepatan pembangunan Aceh tetap berada di Jakarta, mengingat pusat kebijakan dan anggaran berada di sana.

Karena itu, kolaborasi antar-elite politik Aceh sangat penting untuk memperkuat posisi tawar di level nasional.

“Yang dibutuhkan sekarang adalah kolaborasi antar elite Aceh untuk bersama-sama mendorong Aceh menjadi pintu gerbang Indonesia. Sebagai gerbang, Aceh harus dipoles seindah mungkin agar dapat dibanggakan ketika tamu datang,” katanya.

Letjen TNI (Purn) Sugiono menggantikan Ahmad Muzani sebagai Sekjen DPP Partai Gerindra dalam restrukturisasi partai yang diumumkan pada awal Agustus 2025.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved