Senin, 1 Juni 2026

Terorisme

Kesaksian Pekerja Showroom saat Detik-Detik Densus 88 Tangkap Terduga Teroris  di Aceh 

Kedatangan tim bersenjata lengkap itu sontak mengejutkan para pekerja di showroom yang beralamat di Kawasan Batoh, Kota Banda Aceh. 

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/DOK HUMAS POLDA ACEH
MELAKUKAN PENGGELEDAHAN – Tim Densus 88 Antiteror Polri saat melakukan penggeledahan di showroom mobil, tempat diamankan ZA yang diduga terlibat jaringan terorisme, di Banda Aceh, Selasa  (5/8/2025). 

Laporan Rianza Alfandi | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Radi, salah seorang pekerja di showroom mobil yang menjadi lokasi diamankannnya salah seorang terduga terlibat jaringan teroris, mengaku melihat langsung proses pemeriksaan dan penangkapan ZA oleh Tim Detasemen Khusus 88 (Densus) Antiteror Polri.

Radi mengaku, tim antiteror itu datang sekitar pukul 10.00 WIB, Selasa (5/8/2025). 

Kala itu, tanpa banyak ucapan terlontar dari para pria berpakaian preman turun dari dua mobil Toyota Innova. 

Kedatangan Tim Densus 88 itu awalnya dikira hanya tamu. 

Namun, tak lama kemudian, menyusul satu unit Toyota Hilux, yang membawa sejumlah pria lengkap dengan senjata laras panjang. 

Kedatangan tim bersenjata lengkap itu sontak mengejutkan para pekerja di showroom yang beralamat di Kawasan Batoh, Kota Banda Aceh. 

Baca juga: Densus 88 Ungkap Peran 2 ASN Diduga Terlibat Terorisme, MZ Diyakini Petinggi Jaringan Teror di Aceh

“Awalnya saya pikir tamu. Mereka bilang 'salam', saya jawab saja seperti biasa. Rupanya datang lagi satu mobil, turun orang-orang bersenjata. Satu orang satu senjata, di situ saya baru terkejut,” ujar Radi.

Radi menceritakan, saat tiba di showroom, sejumlah pria tersebut langsung masuk ke ruang kerja ZA. Di sana, ZA sedang duduk di depan meja kerjanya.

"Si bos lagi di dalam pas mereka datang," ujarnya.

Selama di ruang tersebut, para petugas tak berseragam lengkap itu tampak menyisir isi ruangan. 

Bahkan, mereka berada di showroom sekitar tiga jam dan turut menggeledah semua bagian showroom, termasuk bagian lantai dua bangunan dan mobil yang dipakai ZA. 

Dari dalam showroom mereka juga mengambil beberapa barang sebagai bukti, termasuk barang pribadi, seperti cincin dan parang. 

“Semua apa yang ada diambil saya lihat, cincin, pisau patah, termasuk parang yang biasa saya pakai untuk bersihin rumput di samping ini (bagian samping kanan showroom) diambil. Termasuk mobil si bos juga digeledah,” jelasnya. 

Meski dikejutkan dengan penggerebekan itu, Radi mengaku tidak melihat gelagat dan aktivitas mencurigakan dari ZA. 

"Kesehariannya biasa-biasa saja. Duduk di dalam, layani orang kalau ada yang mau beli mobil. Enggak ada yang aneh,” jelasnya. 

Radi menambahkan, dalam operasi tersebut juga terlihat polisi yang berdiri berjaga di depan showroom. 

“Kami memang sama sekali tidak tahu masalahnya apa. Tiba-tiba saja datang begitu,” ujarnya. 

“Setelah diperiksa dan diambil sejumlah barang, si bos dibawa pakai mobil mereka. Enggak diborgol, biasa aja. Si bos juga jalan kayak biasa,” katanya.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri menangkap dua aparatur sipil negara (ASN) di Aceh karena diduga terlibat jaringan terorisme, Selasa (5/8/2025).

Kabid Humas Polda Aceh, Joko Krisdiyanto, membenarkan penangkapan tersebut. Saat penangkapan pihaknya dari Polda Aceh hanya melakukan pengamanan.

Menurut informasi, kedua ASN yang diamankan masing-masing berinisial MZ alias KS (40) dan ZA alias SA (47). 

Selain melakukan penangkapan, Densus 88 juga melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas ataupun penyimpanan barang-barang yang berkaitan dengan tindak pidana terorisme.

Berdasarkan informasi, MZ merupakan ASN di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh. Ia ditangkap saat berada di salah satu warung kopi di Banda Aceh.

Sementara itu, ZA diketahui bertugas di Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh. Ia diamankan tim Densus 88 di sebuah showroom mobil di kawasan Batoh, Kota Banda Aceh.

Hingga saat ini, Joko belum merinci lebih lanjut terkait dugaan keterlibatan kedua ASN itu. Polda Aceh masih menunggu laporan dari Kasatgaswil Aceh Densus 88. Terkait tindak lanjut dan proses hukumnya juga di Densus 88.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved