Minggu, 31 Mei 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Serangan Drone Ukraina Hantam Kilang Minyak Krasnodar Rusia, Empat Orang Terluka

Serangan drone Ukraina memicu kebakaran di kilang minyak di wilayah Krasnodar selatan, kata otoritas setempat, Kamis dini hari.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Faisal Zamzami
Rekaman video Exilenova+
DISERANG DRONE - Kebakaran di kilang minyak di wilayah Krasnodar, Rusia selatan, Kamis (7/8/2025). Kebakaran dipicu serangan pesawat tak berawak Ukraina pada malam hari. 

SERAMBINEWS.COM - Kota-kota di Rusia kembali kebobolan oleh serangan pesawat tak berawak Ukraina.

Terbaru, pada Rabu malam atau Kamis (7/8/2025) serangan drone Ukraina memicu kebakaran di kilang minyak di wilayah Krasnodar selatan, kata otoritas setempat, Kamis dini hari.


Pusat krisis regional melaporkan, kebakaran terjadi di kilang Afipsky, yang terletak tepat di selatan ibu kota regional, setelah puing-puing pesawat tak berawak yang jatuh menyulut unit pemrosesan kondensat gas.

 
Tim tanggap darurat berhasil memadamkan api pada pukul 08.21 waktu setempat.

Meskipun ada peringatan resmi agar tidak memfilmkan kejadian tersebut, video saksi mata beredar di Telegram yang menunjukkan api dan asap hitam tebal mengepul dari apa yang disebut sebagai kilang Afipsky.

Saluran berita Telegram Astra melaporkan, pesawat tak berawak juga menyerang lokasi militer di kota terdekat Slavyansk-na-Kubani, mengutip penduduk setempat dan peringatan darurat.

Ukraina telah beberapa kali menargetkan kilang Afipsky sejak invasi Rusia tahun 2022, terakhir kali pada bulan Februari.


Fasilitas tersebut memproses sekitar 6 juta metrik ton minyak mentah setiap tahunnya. Infrastruktur energi tetap menjadi target utama kedua belah pihak karena mereka berupaya melemahkan kemampuan masing-masing di masa perang.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pertahanan udara menembak jatuh 82 pesawat tak berawak Ukraina semalam, termasuk sembilan di wilayah Krasnodar.

Pihak berwenang mengatakan sedikitnya empat orang terluka dalam serangan pesawat tak berawak di wilayah Krasnodar dan Belgorod.

Baca juga: AS-Rusia Memanas, Putin Pindahkan Empat Pesawat Pengebom Nuklir Lebih Dekat ke Eropa


Rostov Juga Kena Bombardir

Sebelumnya, pada 2 Agustus 2025, serangan pesawat tak berawak Ukraina menewaskan tiga orang dan melukai dua lainnya semalam di Rusia barat, kata gubernur daerah tersebut.

Seorang wanita tewas dan dua orang lainnya terluka dalam serangan terhadap sebuah perusahaan di Penza, tulis gubernur wilayah tersebut, Oleg Melnichenko, di Telegram.

Seorang pria tua tewas di dalam sebuah rumah yang terbakar akibat puing-puing pesawat tak berawak yang jatuh di wilayah Samara, Gubernur Vyacheslav Fedorishchev memposting di Telegram.

Di wilayah Rostov, seorang penjaga di fasilitas industri tewas setelah serangan pesawat tak berawak dan kebakaran di salah satu bangunan di lokasi tersebut, kata Penjabat Gubernur Rostov Yuri Slyusar .

"Militer menangkis serangan udara besar-besaran pada malam hari," menghancurkan drone di tujuh distrik, tulis Slyusar di Telegram saat itu.

Kementerian Pertahanan Rusia, pada momen itu mengatakan sistem pertahanan udaranya telah menghancurkan 112 pesawat tak berawak Ukraina di wilayah Rusia — 34 di wilayah Rostov — dalam periode hampir sembilan jam, dari Jumat malam hingga Sabtu pagi.

Baca juga: VIDEO Moskow Murka Stafnya Diserang, Rusia Bisa Terlibat Perang dengan Israel ? 

Depot Minyak Sochi Terbakar

Pada 3 Agustus, serangan pesawat tak berawak Ukraina juga memicu kebakaran di depot minyak di Sochi, resor Rusia yang menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2014, sekitar 400 kilometer dari perbatasan Ukraina, kata pihak berwenang pada Minggu pekan lalu.

Ukraina secara rutin menyerang infrastruktur minyak dan gas Rusia sebagai respons atas serangan di wilayahnya sendiri sejak Rusia memulai serangannya pada Februari 2022.

"Sochi diserang pesawat tak berawak oleh rezim Kyiv tadi malam," ujar gubernur wilayah Krasnodar Rusia, Veniamin Kondratiev, melalui Telegram.

Ia mengatakan puing-puing pesawat tak berawak menghantam "tangki minyak, yang menyebabkan kebakaran."

Wali Kota Sochi Andrei Proshunin mengatakan tidak ada korban jiwa dan "Situasi sepenuhnya terkendali," seraya menambahkan bahwa petugas pemadam kebakaran terus memadamkan api.

Gambar yang disiarkan oleh media Rusia, tetapi keasliannya tidak dapat diverifikasi oleh AFP, menunjukkan api dan kepulan asap hitam tebal mengepul dari lokasi tersebut.

Lalu lintas udara sempat dihentikan sementara di bandara Sochi tetapi dilanjutkan kembali segera setelahnya, kata regulator transportasi udara Rusia Rosaviatsia.
 
Pihak berwenang Ukraina belum mengomentari kebakaran tersebut.

Serangan udara di Sochi relatif jarang terjadi dibandingkan dengan beberapa kota Rusia lainnya.

Namun, serangan pesawat tak berawak Ukraina menewaskan dua orang di sana akhir bulan lalu, menurut otoritas setempat.

Baca juga: Serangan Rudal Besar-besaran Rusia, 31 Warga Ukraina Tewas, 159 Luka-luka


Rusia Klaim Alami Kemajuan di Dnipropetrovsk

Di sisi lain, Pasukan Rusia telah mengklaim kemajuan di Dnipropetrovsk, baru-baru ini mengumumkan perebutan dua desa di sana, bagian dari percepatan perebutan wilayah oleh Moskow pada bulan Juli, menurut analisis AFP atas data dari Institut Studi Perang (ISW) yang berpusat di Amerika Serikat (AS).

Keiv membantah adanya kehadiran Rusia di wilayah Dnipropetrovsk.

Presiden Rusia Vladimir Putin, yang secara konsisten menolak seruan gencatan senjata dalam konflik yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun, mengatakan kalau dia menginginkan perdamaian, tetapi tuntutannya untuk mengakhiri serangan militer Moskow “tidak berubah.”

Tuntutan tersebut termasuk agar Ukraina meninggalkan wilayahnya dan mengakhiri ambisi untuk bergabung dengan NATO.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan hanya Putin yang dapat mengakhiri perang dan memperbarui seruannya untuk pertemuan antara kedua pemimpin.

"Amerika Serikat telah mengusulkan ini. Ukraina telah mendukungnya. Yang dibutuhkan adalah kesiapan Rusia," tulisnya di X.

Belakangan, Presiden Rusia, Vladimir Putin dan Presiden AS, Donald Trump dijadwalkan akan bertatap muka langsung guna membahas upaya perdamaian.

 

Baca juga: Prada Lucky Tewas Dianiaya Senior, Sang Ayah Siap Taruh Nyawa, Serma Christian Minta Pelaku Dipecat

Baca juga: Kapolres Aceh Singkil Santuni Anak Yatim Piatu di Pulau Banyak Barat

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved