Konflik Rusia vs Ukraina
Rusia Desak Warga Asing Tinggalkan Kyiv, Serangan Besar Segera Dimulai
Peringatan tersebut disampaikan setelah meningkatnya eskalasi serangan udara antara kedua negara dalam beberapa pekan terakhir.
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Rusia mengeluarkan peringatan kepada warga negara asing dan staf diplomatik untuk segera meninggalkan ibu kota Ukraina, Kyiv.
- Langkah tersebut dilakukan di tengah persiapan Moskwa melancarkan serangan besar terhadap sejumlah fasilitas industri pertahanan Ukraina.
- Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa target serangan mencakup berbagai fasilitas militer yang tersebar di sejumlah wilayah Kyiv.
SERAMBINEWS.COM, SERAMBINEWS.COM, KYIV – Pemerintah Rusia mengeluarkan peringatan kepada warga negara asing dan staf diplomatik untuk segera meninggalkan ibu kota Ukraina, Kyiv.
Langkah tersebut dilakukan di tengah persiapan Moskwa melancarkan serangan besar terhadap sejumlah fasilitas industri pertahanan Ukraina.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa target serangan mencakup berbagai fasilitas militer yang tersebar di sejumlah wilayah Kyiv.
Sasaran utama disebut meliputi lokasi perancangan, produksi, pemrograman, hingga persiapan operasional drone militer Ukraina.
Selain itu, Rusia juga mengimbau warga sipil agar menjauhi kawasan infrastruktur militer dan pusat administrasi pemerintahan di Kyiv.
Peringatan tersebut disampaikan setelah meningkatnya eskalasi serangan udara antara kedua negara dalam beberapa pekan terakhir.
Baca juga: Trump Kirim 5.000 Tentara ke Perbatasan Rusia, NATO Siaga Hadapi Ancaman Baru
Lavrov Hubungi AS
Rencana serangan itu disebut telah disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, melalui sambungan telepon.
Dalam percakapan tersebut, Lavrov meminta Amerika Serikat segera mengevakuasi staf kedutaannya dari Kyiv.
Menurut pihak Rusia, langkah itu diambil sebagai respons atas serangan Ukraina yang disebut terus menargetkan wilayah sipil dan fasilitas nonmiliter di Rusia.
Dipicu Serangan Drone di Starobilsk
Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan bahwa keputusan meningkatkan operasi militer dipicu oleh serangan drone Ukraina pekan lalu yang menghantam sebuah asrama mahasiswa di Starobilsk, wilayah Luhansk yang dikuasai Rusia.
Moskwa menyebut insiden itu menewaskan sedikitnya 18 orang dan melukai 42 lainnya.
Rusia mengecam serangan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.
| Gencatan Senjata Berakhir, Rusia Lancarkan Serangan Besar-besaran ke Ukraina, Kyiv Jadi Sasaran |
|
|---|
| Zelenskyy Marah ke Amerika Serikat soal Izin Rusia Jual Minyak |
|
|---|
| Rusia dan Ukraina Kembali Lancarkan Serangan Usai Gencatan Senjata Paskah |
|
|---|
| AS Cabut Sanksi Sementara untuk Minyak Rusia yang Tertahan di Laut, Berlaku 30 Hari |
|
|---|
| Rusia Luncurkan 420 Drone dan 39 Rudal ke Ukraina, Infrastruktur Energi Lumpuh, Puluhan Terluka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Bangunan-di-Kyiv-terbakar-hebat-usai-serangan-rudal-Rusia.jpg)