Rabu, 27 Mei 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Rusia Desak Warga Asing Tinggalkan Kyiv, Serangan Besar Segera Dimulai

Peringatan tersebut disampaikan setelah meningkatnya eskalasi serangan udara antara kedua negara dalam beberapa pekan terakhir.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Tangkap layar Youtube euronews
RUDAL RUSIA - Bangunan di Kyiv terbakar hebat usai serangan rudal Rusia. Rusia serang Ukraina dengan rudal secara mendadak pada tengah malam, Selasa (12/2/2025). Rusia luncurkan serangan rudal ke Ukraina, Minggu (23/2/2025). Serangan ini diklaim jadi serangan terbesar sejak 24 Februari 2022. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Rusia mengeluarkan peringatan kepada warga negara asing dan staf diplomatik untuk segera meninggalkan ibu kota Ukraina, Kyiv.
  • Langkah tersebut dilakukan di tengah persiapan Moskwa melancarkan serangan besar terhadap sejumlah fasilitas industri pertahanan Ukraina.
  • Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa target serangan mencakup berbagai fasilitas militer yang tersebar di sejumlah wilayah Kyiv.

 

SERAMBINEWS.COM, SERAMBINEWS.COM, KYIV – Pemerintah Rusia mengeluarkan peringatan kepada warga negara asing dan staf diplomatik untuk segera meninggalkan ibu kota Ukraina, Kyiv.

Langkah tersebut dilakukan di tengah persiapan Moskwa melancarkan serangan besar terhadap sejumlah fasilitas industri pertahanan Ukraina.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa target serangan mencakup berbagai fasilitas militer yang tersebar di sejumlah wilayah Kyiv.

Sasaran utama disebut meliputi lokasi perancangan, produksi, pemrograman, hingga persiapan operasional drone militer Ukraina.

Selain itu, Rusia juga mengimbau warga sipil agar menjauhi kawasan infrastruktur militer dan pusat administrasi pemerintahan di Kyiv.

Peringatan tersebut disampaikan setelah meningkatnya eskalasi serangan udara antara kedua negara dalam beberapa pekan terakhir.

Baca juga: Trump Kirim 5.000 Tentara ke Perbatasan Rusia, NATO Siaga Hadapi Ancaman Baru

Lavrov Hubungi AS

Rencana serangan itu disebut telah disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, melalui sambungan telepon.

Dalam percakapan tersebut, Lavrov meminta Amerika Serikat segera mengevakuasi staf kedutaannya dari Kyiv.

Menurut pihak Rusia, langkah itu diambil sebagai respons atas serangan Ukraina yang disebut terus menargetkan wilayah sipil dan fasilitas nonmiliter di Rusia.

Dipicu Serangan Drone di Starobilsk

Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan bahwa keputusan meningkatkan operasi militer dipicu oleh serangan drone Ukraina pekan lalu yang menghantam sebuah asrama mahasiswa di Starobilsk, wilayah Luhansk yang dikuasai Rusia.

Moskwa menyebut insiden itu menewaskan sedikitnya 18 orang dan melukai 42 lainnya.

Rusia mengecam serangan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved