Jumat, 17 April 2026

Konflik Rusia dan Ukraina

Serangan Rudal Besar-besaran Rusia, 31 Warga Ukraina Tewas, 159 Luka-luka

Ukraina lantas menetapkan hari berkabung setelah serangan paling mematikan di kota itu tahun ini menghancurkan sebuah gedung apartemen...

Editor: Nurul Hayati
Layanan Darurat Ukraina/Telegram
CARI KORBAN - Petugas penyelamat dan pemadam kebakaran mencari korban selamat di reruntuhan gedung yang hancur kena rudal Rusia di Kiev, Ukraina, Jumat (1/8/2025). Serangan Rusia pada Kamis itu menewaskan 31 orang. 

Ukraina lantas menetapkan hari berkabung setelah serangan paling mematikan di kota itu tahun ini menghancurkan sebuah gedung apartemen sembilan lantai, melukai 159 orang dan menewaskan lima anak-anak.

SERAMBINEWS.COM - Ukraina menetapkan hari berkabung setelah serangan paling mematikan di kota itu tahun ini menghancurkan sebuah gedung apartemen sembilan lantai, melukai 159 orang dan, menewaskan 31 orang, termasuk  lima anak-anak.

"Serangan keji Rusia ini menunjukkan bahwa tekanan dan sanksi tambahan terhadap Moskow diperlukan ," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada hari Jumat, mengumumkan bahwa operasi penyelamatan telah selesai.

"Kami menghargai bahwa Presiden Trump, para pemimpin Eropa, dan mitra kami lainnya dengan jelas melihat apa yang terjadi dan mengutuk Rusia," tambahnya.

Rusia dilaporkan justru makin menunjukkan sikap beringas dalam serangannya ke Ukraina di tengah seruan dan tekanan dari Amerika Serikat (AS) untuk mempercepat perdamaian.

Keberingasan itu ditunjukkan Moskow saat serangan rudal besar-besaran mereka menewaskan 31 orang di Keiv pada Kamis (31/7/2025).

Petugas penyelamat Ukraina pada Jumat (1/8/2025) juga menemukan jasad seorang anak berusia dua tahun, satu di antara 31 korban lain, saat mereka menyelesaikan operasi evakuasi korban dari reruntuhan puing.

Baca juga: Kekeringan Ekstrem Landa Iran, 10 Juta Warga Teheran Terancam Krisis Air

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas pada hari Jumat menggambarkan serangan Rusia sebagai "bejat" dan membagikan foto bendera blok tersebut setengah tiang.

"Lebih banyak senjata untuk Ukraina dan sanksi yang lebih keras terhadap Rusia adalah cara tercepat untuk mengakhiri perang. Prioritas kami adalah mengirimkan lebih banyak pertahanan udara ke Ukraina secepatnya," tulisnya.

Sehari sebelumnya, Rusia membombardir lokasi itu dengan serangan rudal, menewaskan 31 orang termasuk 5 anak-anak.

Serangan Paling Mematikan

EVAKUASI JENAZAH - Foto diambil dari Facebook Layanan Darurat Negara Ukraina, Jumat (1/8/2025). Petugas penyelamat Ukraina mengevakuasi jenazah korban setelah serangan Rusia menghantam gedung di Kyiv pada Kamis (31/7/2025) dini hari. Ukraina melaporkan 16 orang tewas dan 155 terluka dalam serangan tersebut.
EVAKUASI JENAZAH - Foto diambil dari Facebook Layanan Darurat Negara Ukraina, Jumat (1/8/2025). Petugas penyelamat Ukraina mengevakuasi jenazah korban setelah serangan Rusia menghantam gedung di Kyiv pada Kamis (31/7/2025) dini hari. Ukraina melaporkan 16 orang tewas dan 155 terluka dalam serangan tersebut. (Facebook Layanan Darurat Negara Ukraina)

Di tempat lain, serangan Rusia terus berlanjut di Ukraina.

Satu orang tewas dalam serangan Jumat dini hari di kota Zaporizhzhia, kata administrasi militer regional.

Satu orang lainnya tewas di wilayah Kharkiv di timur laut Ukraina, sementara jumlah korban tewas akibat serangan terpisah di Kramatorsk pada Kamis bertambah menjadi tiga.

Serangan hari Kamis merupakan salah satu serangan paling mematikan yang melanda Keiv sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh pada Februari 2022.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Rusia Makin Beringas, Bocah 2 Tahun Tewas Bersama 30 Orang di Kiev, Ukraina: Hari Berkabung Nasional, 

Baca juga: Serangan Mematikan Rusia di Kiev Ukraina Tewaskan 31 Orang, Gedung 9 Lantai Runtuh

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved