Minggu, 10 Mei 2026

Buaya Tersangkut Jaring Ikan

Belasan Tahun Konflik Manusia dan Buaya di Aceh Singkil, Belum Ada Solusi

Nahasnya masih banyak warga Aceh Singkil, yang tinggal di daerah aliran sungai dan kepulauan mencari nafkah di dekat sarang buaya. 

Tayang:
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ DEDE ROSADI
BUAYA: Buaya yang berhasil ditangkap warga Singkil, Aceh Singkil, tahun 2015 lalu ketika awal mula terjadi konflik dengan manusia. 

Namun dorongan kebutuhan, memaksa mereka pertaruhkan nyawa di sarang buaya. 

Sementara itu, peristiwa konflik manusia dengan buaya terbaru terjadi di Singkil pada awal 2025 ini.

Pertama buaya menerkam Kaetek perempuan berusia 59 tahun asal Desa Teluk Rumbia, Kecamatan Singkil, diterkam buaya pada 27 Januari 2025. 

Korban selamat, setelah mendapat perawatan di Puskesmas Singkil, akibat menderita luka bekas gigitan buaya di bagian lengan. 

Korban kedua adalah Sawiyah (63) perempuan asal Desa Rantau Gedang, Kecamatan Singkil.

Sawiyah ditemukan meninggal, setelah sempat hilang diterkam buaya. 

Belakang buaya menyebar ke danau Anak Laut di kawasan Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara. 

Kemudian ke hulu sungai Lae Cinendang, yang airnya bermuara di Singkil. 

Keberadaan buaya di hulu sungai tersebut  meresahkan penduduk Kabupaten Aceh Singkil.

Baca juga: Meresahkan! Dulu Habitat Buaya di Muara Singkil, Kini Menyebar ke Hulu Sungai 

Mengingat sebelumnya, buaya hanya berada di muara Singkil serta sungai yang masuk wilayah Kuala Baru dan di Pulau Banyak Barat. 

Kendati kerap memakan korban, warga di habitat buaya sudah mengetahui keberadaan buaya, sehingga lebih waspada. 

Sementara penduduk hulu sungai, belum mengetahui kawasan rawan buaya di tempatnya mencari nafkah di sungai.

Warga berharap populasi buaya di Aceh Singkil, dikurangi, agar tidak terjadi konflik dengan manusia. 

Mengingat makin luasnya sebaran buaya, disinyali, akibat meningkatnya populasi.

Sementara itu, keberadaan buaya di hulu sungai diketahui ketika sekor buaya berukuran 2,3 meter sangkut di jaring ikan milik Kayarudin penduduk Desa Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah, Sabtu (9/8/2025). 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved