Sagoe UIN Ar Raniry
FAH UIN Ar-Raniry Kembangkan Literasi Arab-Jawi, Jadikan Mata Kuliah Wajib di Fakultas
Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Ar-Raniry menunjukkan komitmennya.......
Penulis: Sara Masroni | Editor: IKL
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Ar-Raniry menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu akademik dan riset melalui penguatan kurikulum FAH memfokuskan literasi Arab-Jawi di tingkat FAH. Setiap mahasiswa di prodi-prodi fakultas setempat meliputi Prodi Sejarah dan Kebudayaan Aceh, Prodi Bahasa dan Sastra Arab, dan Prodi Ilmu Perpustakaan menjadikan Arab-Jawi sebagai mata kuliah wajib.
Dekan FAH UIN Ar-Raniry, Syarifuddin MAg PhD mengatakan, Literasi Arab-Jawi atau Arab-Melayu dalam Bahasa Aceh disebut juga Literasi-Arab Jawoe, kini semakin diminati di Indonesia dan juga luar negeri, khususnya Asia Tenggara yang memiliki kesamaan rumpun bahasa Melayu atau Bahasa Indonesia. “Pengembangan sistem literasi Arab-Jawi telah dilakukan oleh beberapa negara jiran, seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan juga Thailand khususnya Bagian Selatan,” ungkap Syarifuddin dalam keterangannya, Jumat (8/8/2025).
Tidak ketinggalan di Indonesia, beberapa lembaga telah mengembangkan melalui Artificial Neural Network atau Komputasi Sistem Artificial Intelligence (AI) untuk memenuhi kecanggihan teknologi saat ini yang menjadikan aksara Arab-Jawi sebagai bagian penting dalam khazanah dan literasi era modern. Dikatakan, pengembangan teknologi akan sinergi dengan cita-cita kampus UIN Ar-Raniry yang menuju World Class University (WCU).
Dekan mengatakan, setiap prodi di FAH memiliki penguatan aspek budaya, bahasa dan literasi berbasis pada sumber primer, seperti Prodi SKI (Sejarah dan Kebudayaan Islam) memiliki Kajian Naskah Kuno. Demikian juga Prodi BSA (Bahasa dan Sastra Arab) mengaplikasikan Tahqiq Turast dan Filologi, Sedangkan Prodi IP (Ilmu Perpustakaan) menerapkan filologi dan transliterasi serta transkripsi.
Penggunaan literasi Arab-Jawi sudah berlangsung berabad-abad lampau di Nusantara, utamanya di Aceh sejak masuknya agama Islam ke kawasan ini. “Pengembangan tersebut menjadi langkah besar bagi dunia pendidikan di Aceh dan Indonesia, khususnya pendidikan dayah, pesantren, dan sekolah-sekolah agama serta lembaga keagamaan di Aceh dan Indonesia dalam membuka peluang dan minat baru ke depan,” kata Syarifuddin.
Pengembangan tersebut juga dilakukan melalui KPM (Kuliah Pengabdian Masyarakat) Mahasiswa FAH di dalam dan luar negeri. Mahasiswa yang mengikuti KPM di luar negeri ditempatkan di pesantren-pesantren tradisional dan modern yang memiliki koneksi dengan literasi Arab-Melayu, seperti yang dilakukan di Tham Islamic School Yala Thailand. Selain itu, mahasiswa FAH juga dapat mengembangkan di sekolah-sekolah yang ada di Aceh sesuai dengan kurikulum muatan lokal dan spesifikasi sesuai dengan bidang masing-masing.
“Ke depan, para alumni FAH dapat berkiprah di mana saja, baik di sekolah-sekolah, pemerintahan dan lembaga secara mandiri untuk pengembangan literasi Arab Melayu tersebut. Program tersebut juga mendukung Pemerintah Aceh dalam menerapkan tulisan Jawi Melayu di tingkat pemerintahan dan lembaga pendidikan sebagai bagian penerapan Syariat Islam dan penguatan muatan lokal dalam dunia pendidikan di Aceh,” pungkasnya.(*)
Program Daurah Arabiyah, UIN Ar-Raniry Hadirkan Dosen Tamu dari UEA |
![]() |
---|
Animo Mahasiswa Internasional ke UIN Ar-Raniry Meningkat, Naik 82 Persen Dibanding Tahun Sebelumnya |
![]() |
---|
UIN Ar-Raniry Raih 8 Sertifikat ISO 9001:2015 |
![]() |
---|
FEBI UIN Ar-Raniry Perkuat Pusat Studi sebagai Centre of Excellence |
![]() |
---|
Kimia dan Biologi Saintek Raih Akreditasi Unggul, Prodi dengan Peluang Kerja Luas di UIN Ar-Raniry |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.