Darius Bayani, Rambonya TNI dari Papua Kebanggaan Presiden Prabowo
Momen haru terlihat ketika Prabowo menyematkan Tanda Kehormatan Bintang Sakti kepada Letda (Purn) Darius Bayani.
SERAMBINEWS.COM - Ada momen haru ketika Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan pangkat Jenderal Kehormatan dan Tanda Kehormatan Bintang Sakti kepada sejumlah tokoh militer dan purnawirawan, Minggu (10/8/2025) lalu.
Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer dilaksanakan di Landasan Suparlan, Pusdiklatpassus TNI AD, Batujajar, Bandung Barat, Jawa Barat.
Untuk Anugerahan Jenderal Kehormatan itu diberikan kepada 12 tokoh yang dinilai berjasa besar bagi pertahanan dan keamanan negara, yaitu:
- Jenderal TNI (Hor) Yunus Yosfiah yang diterima oleh perwakilan keluarga
- Jenderal TNI (Hor) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin, M.B.A
- Jenderal TNI (Hor) Muhammad Herindra, M.A., M.Sc
- Jenderal (Hor) Agus Sutomo, S.E
- Alm. Jenderal TNI Purn. (Hor) Ali Sadikin yang diterima oleh putranya, Boy Sadikin
- Letjen TNI (Hor) Valentinus Soehartono Soeratman
- Marsdya TNI (Hor) Bambang Eko Suhariyanto
- Letjen TNI (Hor) Chairawan K Nusyirwan
- Letjen TNI (Hor) Musa Bangun
- Letjen TNI (Hor) Glenny Kairupan, M.Sc
- Letjen TNI (Hor) Dr. Tony SB Hoesodo, S.IP, M.Sc
- Mayjen TNI (Hor) Taufik Hidayat.
Sedangkan Tanda Kehormatan Bintang Sakti disematkan kepada dua prajurit, yaitu:
- Letjen TNI (Purn) Muhammad Alfan Baharudin
- Letda (Purn) Darius Bayani.
Bintang Sakti diberikan sebagai penghargaan kepada prajurit yang menunjukkan keberanian, keperwiraan, dan jasa luar biasa dalam pertempuran atau operasi militer strategis baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Baca juga: Kisah Jejezhuang Menjelajah Aceh: dari Vlogger Kuliner Jadi Pemburu Destinasi Tersembunyi di Aceh
Baca juga: 4 WNA Myanmar Tak Ajukan Banding, Penyelundup Rohingya Jalani Hukuman 22 Tahun Penjara
Momen haru terlihat ketika Prabowo menyematkan Tanda Kehormatan Bintang Sakti kepada Letda (Purn) Darius Bayani.
Dari tayangan Youtube Sekretariat Presiden, Darius Bayani tampak berdiri sejajar dengan belasan jenderal TNI yang akan menerima penghargaan.
Tubuhnya yang besar, kulit gelap dan wajahnya yang khas Papua membuat Darius Bayani terlihat mencolok di antara para jenderal lainnya.
Menggunakan baju loreng kebanggaannya dan baret merah khas prajurit Kopassus, Bayani akhirnya menatap Presiden Prabowo.
Presiden lalu menyematkan tanda kehormatan yang dikalungkan ke kepala Bayani. Ia menunduk. Wajahnya terlihat menahan tangis.
Namun Prabowo langsung menguatkan. Prabowo memegang kedua lengan Bayani seolah ingin memeluknya. Presiden juga meninju bahu Bayani beberapa kali sebagai tanda bangga.
Darius mendapat bintang kehormatan atas jasasnya dalam operasi Mapenduma di Papua 1996. Operasi dipimpin Prabowo yang kala itu Komandan Jenderal Kopassus dengan pangkat Brigjen.
Operasi Mapenduma adalah operasi militer pembebasan 11 WNA-WNI peneliti dari Tim Ekspedisi Lorentz '95 yang disandera Organisasi Papua Merdeka di Mapenduma, Jayawijaya, Papua.
Operasi berlangsung 130 hari dari 8 Januari hingga 9 Mei 1996.
Cerita Prabowo tentang Bayani
Keberanian Darius Bayani dalam operasi tersebut ternyata meninggalkan kesan mendalam bagi Prabowo.
Dia bahkan secara khusus membagikan kisahnya tentang Darius melalui akun Facebooknya pada 15 Maret 2023 lalu.
Prabowo mengaku kenal Bayani atas rekomendasi seniornya saat itu, Mayor Zacky Anwar, yang mengenal Bayani dari operasi di Irian Barat.
Menurut Zacky Anwar, Bayani adalah prajurit yang hebat di lapangan. Memiliki teknik yang hebat, kekuatan fisik yang hebat, dan bisa bergerak di hutan secara diam-diam.
Berikut kisah yang dibagikan Prabowo di akun Facebooknya:
Hari ini saya ingin berbagi kisah seorang putra daerah Papua namanya Peltu Bayani. Bayani dikenal begitu berani sehingga dia pernah menyusup ke kamp gerilya musuh sendirian tanpa senjata. Dia melewati para penjaga menuju orang-orang yang berkerumun di sekitar api unggun.
Dia meraih senapan mereka dan mengalahkan mereka. Ia bawa mereka kembali sebagai tahanan. Dia adalah tentara yang selalu tersenyum, suka bercanda juga. Jika ada Rambo di TNI, saya kira Bayani bisa memenuhi syarat untuk jadi Rambo.
Bayani direkomendasikan kepada saya oleh senior saya saat itu, Mayor Zacky Anwar, yang mengenal Bayani dari operasi di Irian Barat. Menurut Pak Zacky Anwar, Bayani adalah prajurit yang hebat di lapangan. Dia memiliki teknik lapangan yang hebat, kekuatan fisik yang hebat, dia bisa bergerak di hutan secara diam-diam.
Satu kisah yang ingin saya ceritakan tentang Peltu Bayani terkait operasi pembebasan sandera Mapenduma, yaitu operasi militer untuk membebaskan sejumlah peneliti yang tergabung dalam Tim Ekspedisi Lorentz ‘95 yang disandera kelompok GPK di daerah Mapenduma, Papua pada tahun 1996.
Dalam upaya membebaskan sandera tersebut, saya membentuk tim inti pembaca jejak yang terdiri dari pasukan Kopassus dan pasukan Kodam Cenderawasih. Mereka semua putra daerah. Kami memberi nama Tim Kasuari, dengan dipimpin langsung Bayani. Tugas mereka adalah masuk ke daerah yang paling sulit.
Baca juga: Peran 6 Tersangka Penyebar Ajaran Sesat Millah Abraham, Aktif Rekrut Anggota Baru di Aceh Sejak 2012
Baca juga: Imam 1 Millah Abraham Pimpin Langsung Misi Penyesatan Rakyat Aceh, Sudah 13 Tahun Beroperasi
Pada tahun 1996, TNI tidak memiliki satelit, drone, dan pesawat pengintai yang baik sehingga sangat sulit untuk mendapatkan data intelijen yang mutakhir atau real time intelligence. Bahkan kita tidak memiliki peta topografi dengan skala 1:50.000. Yang ada hanya satu peta bagan yang terbuat dari tangan. Peta inilah yang akhirnya kita perbanyak.
Menjelang saya memutuskan operasi akan dimulai, saya diberi tahu oleh peninjau dari luar negeri, yaitu dari Inggris. Mereka menyampaikan bahwa mereka telah berhasil menyelundupkan satu alat -beacon- pada saat mereka menitip obat-obatan, makanan, pakaian melalui Palang Merah Internasional kepada para sandera.
Menurut mereka, beacon ini bisa memberi sinyal dan menentukan exact location. Mereka menggunakan helikopter untuk mencari sinyal -beacon- tersebut. Setelah sinyal tersebut tertangkap dari atas helikopter, mereka menentukan exact location sasaran.
Setelah beberapa saat, mereka pun kembali dengan helikopter yang saya pinjamkan. Lalu mereka memberikan titik koordinat exact location sasaran kepada saya. Setelah kami cek, titik sasaran berada di suatu gunung yang tinggi dan bisa kelihatan dari posko saya. Namun, keberadaan titik tersebut di luar enam sasaran yang diberikan oleh Tim Intelijen saya.
Dihadapkan pada dua pilihan yang berbeda, insting saya kemudian mengatakan lebih baik saya bertanya pada orang yang berpengalaman dan menguasai wilayah tersebut. Akhirnya saya memanggil Bayani. Saya meminta tanggapannya atas informasi yang diberikan oleh pakar dari Inggris tersebut. Bayani menepisnya.
Bayani kemudian memberikan penjelasan yang saya tidak pernah lupa setelah sekian puluh tahun. Dengan logat khas Papua dia mengatakan, "Bapak, jangankan Kelly Kwalik, monyet pun tidak mau tinggal di situ. Tidak ada air di situ. Bapak, bagaimana sekian puluh orang berada di atas tanpa air."
Inilah kecerdasan dari seorang pribumi, putra daerah. Dia lebih tahu kondisi setempat dibandingkan dengan orang asing yang datang dari jauh walaupun membawa alat yang canggih.
Saya pun memutuskan untuk menyerang enam titik sesuai hasil kajian Tim Intelijen saya. Akhirnya kami berhasil membebaskan sandera. Walaupun jatuh korban dari pihak kita dan dari pihak sandera. Dari 26 sandera, tiga orang dibunuh oleh penyandera. Sisanya lepas termasuk semua orang asing.
Keberhasilan operasi pembebasan sandera Mapenduma ini telah mengangkat wibawa TNI, Pemerintah Pusat, dan Republik Indonesia.
Saya merasa sangat bangga atas keberhasilan ini. Namun, sekarang saya sadar bahwa keberhasilan itu juga karena adanya keberanian dan ketegasan seorang bintara.
Dengan percaya diri, dia berhasil meyakinkan seorang jenderal, seorang perwira tinggi Indonesia. Dia telah berperan besar dalam menyelamatkan wajah bangsa Indonesia.
Saya bersyukur bahwa naluri saya benar untuk mengikuti anak buah saya sendiri dan tidak terintimidasi untuk terlalu mengandalkan teknologi barat yang canggih.
Seorang perwira Inggris bahkan berkomentar: "Hanya James Bond yang bisa melakukan ini. Hanya James Bond yang bisa berhasil dalam jenis operasi ini."
Setelah kami berhasil, mungkin orang asing ini sekarang akan menganggap kami setara dengan James Bond. Perbedaan terbesarnya adalah, James Bond adalah fiksi. Tentara kami nyata dan kami berhasil dalam kenyataan, bukan dalam film.
Berani Menjawab Jenderal
Kisah lainnya diceritakan langsung oleh Prabowo dalam sebuah acara resmi. Kali ini, Prabowo telah menjadi Presiden RI.
Prabowo mengatakan, di Papua, ada seorang Sersan Mayor bernama Bayani, asli orang Papua.
Dia memberikan tugas kepada Bayani untuk masuk ke daerah musuh yang mungkin harus melewati 3 atau 4 gunung.
"Saya kasih tugas, masuk ke daerah musuh, dari satu sudut yang melewati mungkin sekitar 3, 4 gunung. Saya kasih dia sekian hari," kata Prabowo.
Baca juga: Polda Sumut Tangkap Dua Kurir Sabu di Idi Rayeuk Aceh Timur
Baca juga: Empat Pemain Aceh Resmi Memperkuat PSMS Medan, Semuanya Eks Persiraja
Pada hari tertentu Bayani menyampaikan laporan. Prabowo lalu menanyakan kepada Bayani mengapa ia masih berada tempat tersebut, karena seharusnya ia sudah di tempat lain.
"Dia, sersan mayor berani jawab ke jenderal," ujar Prabowo sambil menirukan jawaban Bayani.
"Bapak, kenapa bapak tidak ke sini saja," ucap Prabowo menirukan Bayani yang spontan disambut gelak tawa semua tamu yang hadir di acara tersebut.
Prabowo melanjutkan ucapan Bayani.
"Bapak harus lihat rambut saya sudah kena es semua bapak, sangking diginnya rambut saya sudah jadi es. Bapak ke sini aja, bapak lihat,"
Mendengar jawaban tersebut membuat Prabowo tersadar tentang kondisi Bayani dan betapa berat medan yang harus dia tempuh.
"Waduh, saya sadar, oke-oke Bayani. Kamu teruskan, sesuaikan aja," imbuh Prabowo lagi.(*)
Darius Bayani
Kisah Darius Bayani
Cerita Prabowo tentang Darius Bayani
Darius Bayani Rambonya TNI
Darius Bayani Kopasssus dari Papua
Darius Bayani Kebanggaan Presiden Prabowo
Tanda Kehormatan Bintang Sakti
Bayani Raih Tanda Kehormatan Bintang Sakti
Operasi Mapenduma Papua 1996
| VIDEO Evakuasi Dramatis Pemuda Terjatuh di Objek Wisata Goa Kalam Tapaktuan |
|
|---|
| Pecatan Polisi Jadi Bandar Sabu, Pernah Jabat Eks Kanit Resnarkoba |
|
|---|
| VIDEO Unggul Jauh Suara, dr Hendra Kurniawan Terpilih Jadi Ketua IDI Banda Aceh 2026-2029 |
|
|---|
| Warga Bireuen Tenggelam di Krueng Kila Nagan Ditemukan Meninggal, Bupati TRK Apresiasi Tim Gabungan |
|
|---|
| Maling Gasak Rumah Warga di Alue Kambuk Nagan Raya, Uang Tunai dan ATM Raib |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Prabowo-dan-Darius-Bayani_ok.jpg)