Minggu, 17 Mei 2026

Luar Negeri

Kuba Siaga Perang, Warga Bersiap Hadapi Ancaman Invasi AS Usai Kedatangan Bos CIA

Kunjungan tersebut mengejutkan banyak warga Kuba dan dianggap sebagai sinyal bahwa hubungan kedua negara memasuki fase yang semakin sensitif.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Meta Ai
Ilustrasi bendera kuba 

Ringkasan Berita:
  • Ketegangan meningkat setelah Direktur Central Intelligence Agency, John Ratcliffe, melakukan kunjungan mendadak ke Havana pekan ini menggunakan pesawat bertuliskan “Amerika Serikat”.
  • Kunjungan tersebut mengejutkan banyak warga Kuba dan dianggap sebagai sinyal bahwa hubungan kedua negara memasuki fase sensitif.
  • Bagi pemerintah Kuba, CIA merupakan simbol campur tangan AS pada era 1960-an, termasuk berbagai dugaan operasi rahasia dan upaya pembunuhan terhadap pemimpin revolusi Kuba, Fidel Castro.

 

SERAMBINEWS.COM, HAVANA — Tekanan intensif yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap Kuba kini semakin dirasakan warga dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah blokade minyak yang masih berlangsung, pemadaman listrik massal terjadi beberapa kali sehari dan meluas hingga ke kawasan perkantoran di ibu kota Havana.

Krisis ekonomi yang semakin memburuk membuat pasokan bahan bakar untuk generator gedung menipis.

Bahkan, sejumlah kebutuhan dasar seperti kertas toilet di fasilitas umum dilaporkan mulai sulit ditemukan.

Di tengah keterbatasan tersebut, instruksi dari otoritas tertinggi Kuba mulai disebarkan ke seluruh gedung perkantoran milik negara di Havana.

Pengelola gedung diminta menyusun rencana darurat untuk mengantisipasi kemungkinan serangan militer AS.

Dikutip dari CNN, Sabtu (16/5/2026), meski pemerintahan Presiden Donald Trump belum mengumumkan operasi militer secara resmi, atmosfer kesiapsiagaan mulai terasa di berbagai wilayah Kuba.

Bagi warga Kuba yang telah lama hidup di bawah bayang-bayang konflik dengan AS, situasi ini kerap disikapi dengan sarkasme melalui ungkapan “cuando vienen los americanos” atau “ketika orang Amerika datang”, yang mencerminkan kelelahan publik terhadap krisis berkepanjangan.

Baca juga: VIDEO Kuba Jadi Target Militer Selanjutnya Usai Perang dengan Iran Berakhir

Kedatangan Mendadak Kepala CIA

Ketegangan semakin meningkat setelah Direktur Central Intelligence Agency, John Ratcliffe, melakukan kunjungan mendadak ke Havana pekan ini menggunakan pesawat bertuliskan “Amerika Serikat”.

Kunjungan tersebut mengejutkan banyak warga Kuba dan dianggap sebagai sinyal bahwa hubungan kedua negara memasuki fase yang semakin sensitif.

Bagi pemerintah Kuba, CIA merupakan simbol campur tangan AS pada era 1960-an, termasuk berbagai dugaan operasi rahasia dan upaya pembunuhan terhadap pemimpin revolusi Kuba, Fidel Castro.

Berdasarkan dokumentasi foto yang dirilis, delegasi AS disambut jajaran petinggi intelijen Kuba dalam pertemuan tertutup dengan pengamanan ketat dan identitas petugas intelijen AS yang dirahasiakan.

“Ini adalah puncak ironi sejarah,” kata Peter Kornbluh, salah satu penulis buku Back Channel to Cuba: The Hidden History of Negotiations Between Washington and Havana.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved