Selasa, 19 Mei 2026

Aceh Tamiang

Permintaan Meningkat, Pedagang Bendera Merah Putih Rasakan Berkah Kemerdekaan

Yoga Pratama, pedagang bendera musiman yang berjualan di Jalan Ir H Juanda, Kecamatan Karangbaru, mengaku penjualan tahun ini lebih...

Tayang:
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Eddy Fitriadi
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
PEDAGANG BENDERA - Pedagang bendera merah putih di Aceh Tamiang mendapat untung berlipat karena adanya  aksi borong oleh kantor pemerintahan, Kamis (14/8/2025).   

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Menjelang HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, semarak penjualan bendera mulai terasa di berbagai sudut Aceh Tamiang.

Para pedagang musiman kebanjiran permintaan, terutama dari kantor-kantor pemerintahan dan instansi swasta, meski sejumlah kendala pasokan masih menjadi tantangan di lapangan.

Yoga Pratama, pedagang bendera musiman yang berjualan di Jalan Ir H Juanda, Kecamatan Karangbaru, mengaku penjualan tahun ini lebih lancar dibandingkan tahun lalu. Salah satu faktor pendorongnya adalah pesanan borongan dari sejumlah instansi pemerintah daerah.

“Kalau dibandingkan tahun lalu, Alhamdulillah ada kemajuan. Kantor-kantor di Pemda banyak borongan, jadi lancar penjualannya,” ujarnya, Kamis (14/8/2025).

Meski omzet meningkat, Yoga menyebut stok bendera di lapaknya masih cukup banyak. Hal ini, menurutnya, dipengaruhi oleh isu bendera bergambar one piece yang belakangan ramai dibicarakan.

“Mungkin karena ada kendala itu, jadi pengeluaran bendera berkurang dan pembelinya tidak terlalu banyak untuk jenis tertentu,” katanya.

Memasuki H-3 peringatan kemerdekaan, jenis bendera yang paling laris adalah umbul-umbul, background, dan bendera berukuran besar. Permintaan terbanyak datang dari kantor pemerintahan, sekolah, dan perusahaan swasta yang sedang mempersiapkan perayaan 17 Agustus.

Baca juga: Usai Upacara di Pendopo, Pramuka Aceh Tamiang Ziarah ke Makam Pahlawan

Untuk harga, bendera kecil untuk kendaraan dibanderol Rp 5.000, bendera background panjang sembilan meter dijual Rp 350.000, sedangkan umbul-umbul dihargai Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per lembar, tergantung jumlah pembelian.

Kendala utama yang dihadapi pedagang adalah lamanya pengiriman barang dari pemasok di Jawa Barat. “Kalau kehabisan stok dan pesan mendadak, biasanya keteteran karena proses pengiriman memakan waktu. Makanya harus pesan dari jauh-jauh hari,” jelas Yoga.

Ia berharap tahun-tahun mendatang penjualan bendera semakin lancar dan tidak lagi terkendala masalah distribusi maupun isu yang menghambat minat beli masyarakat. “Harapannya, semoga nggak ada kendala seperti tahun ini, dan masyarakat ikut meramaikan suasana kemerdekaan,” pungkasnya. (*)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved