Sabtu, 9 Mei 2026

HUT RI 80

Bupati Safaruddin: Perbedaan Bukan Alasan untuk Berpecah Belah

Ia menyebutkan, para pahlawan datang dari latar belakang berbeda, tetapi bersatu demi Indonesia. Dan kemerdekaan hari ini adalah

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/Masrian
Bupati Safaruddin menyerahkan piagam penghargaan kepada Paskibraka pada acara Resepsi dan Pembubaran Panitia serta Paskibraka HUT ke-80 Republik Indonesia, yang berlangsung di Pendopo Bupati Abdya, Minggu malam (17/8/2025). 

Laporan Masrian Mizani I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Dr Safaruddin, SSos, MSP mengatakan, perbedaan bukanlah alasan untuk berpecah belah, melainkan alasan untuk saling melengkapi.

Hal itu, kata Safaruddin, sudah dilakukan oleh para pejuang bangsa dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

“Kita berbeda suku, berbeda bahasa, berbeda latar belakang, berbeda pandangan politik, tetapi kita satu dalam semangat kebangsaan,” kata Safaruddin dalam sambutannya pada acara Resepsi dan Pembubaran Panitia serta Paskibraka HUT ke-80 Republik Indonesia, yang berlangsung di Pendopo Bupati Abdya, Minggu malam (17/8/2025).

Ia menyebutkan, para pahlawan datang dari latar belakang berbeda, tetapi bersatu demi Indonesia. Dan kemerdekaan hari ini adalah milik seluruh rakyat Indonesia, bukan milik satu golongan atau kelompok tertentu.

“Begitupun di daerah kita, Bupati yang berdiri di hadapan saudara-saudara saat ini adalah milik seluruh rakyat Abdya, tanpa membedakan warna, golongan, ataupun pilihan politik. Kita ini satu keluarga besar, mari kita jaga kerukunan dan kekompakan serta semangat patriot,” ucapnya.

Patriotisme hari ini, sambung Safaruddin, adalah bekerja dengan jujur, berbuat dengan ikhlas, serta selalu mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi.

“Patriotisme itu adalah ketika nelayan melaut dengan tekun, ketika petani menggarap sawah dengan semangat, ketika guru mengajar dengan hati, ketika para ASN dan generasi muda menghadirkan terobosan dan berkarya untuk daerahnya,” jelas Safaruddin.

Ia menegaskan bahwa kemerdekaan bukan hadiah dari penjajah, tapi adalah hak yang telah diperjuangkan dengan seluruh jiwa dan raga para leluhur bangsa. Dan perjuangan itu belum selesai!

“Selama masih ada kemiskinan di kampung kita, anak-anak Abdya yang tak bisa sekolah, dan rakyat yang kesulitan mengakses layanan kesehatan, maka perjuangan belum selesai!” tegas Safaruddin.

“Maka malam ini di bawah langit Abdya, dalam alunan kibaran Sang Saka Merah Putih, mari kita tegakkan janji kita untuk menjaga tanah kita, laut kita, udara kita, budaya kita, dan berupaya menghadirkan masa depan yang cerah bagi anak cucu kita,” tambah Safaruddin.

“Itu semua Insya Allah dapat kita laksanakan dengan kerja, doa, dan dengan kolaborasi yang dapat kita lakukan bersama,” pungkas Safaruddin. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved