Berita Nagan Raya
Inspektorat Nagan Raya Sosialisasi Antikorupsi dan Gratifikasi ke Kepsek dan Kapus
Inspektorat Nagan raya mengadakan sosialisasi antikorupsi, Unit Pencegahan Gratifikasi (UPG), dan Whistle Blower System (WBS)
Penulis: Rizwan | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Rizwan I Nagan Raya
SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Inspektorat Nagan raya mengadakan sosialisasi antikorupsi, Unit Pencegahan Gratifikasi (UPG), dan Whistle Blower System (WBS) selama tiga hari, Selasa-Kamis (19–21/8/2025).
Kegiatan melibatkan 169 peserta yang terdiri atas kepala sekolah SD dan SMP serta kepala Puskesmas se-Nagan Raya berlangsung di Aula Inspektorat setempat yang dibuka Sekretaris Daerah Nagan Raya, Ir Ardimartha, Selasa (19/8/2025).
Sekda menegaskan bahwa semangat antikorupsi harus menjadi budaya bersama, bukan sekadar slogan.
“Pemerintahan yang bersih dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten. Kepala sekolah dan kepala puskesmas memiliki peran strategis sebagai pengelola pelayanan publik.
Dengan semangat ini, kita berharap nilai integritas dapat menular hingga ke ruang kelas dan ruang layanan kesehatan,” ujar Ardimartha.
Baca juga: 6 Bayi Lahir pada HUT Ke-80 RI di RSUD SIM Nagan Raya
“Integritas bukan hanya kewajiban, tetapi juga teladan. Kita berharap kepala sekolah dan kepala puskesmas yang hadir di sini menjadi pionir perubahan, agar pelayanan publik di Nagan Raya semakin dipercaya masyarakat,” ujar Ardimartha.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nagan Raya, Zulkifli, SPd Sekretaris Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Nagan Raya, Banta Lidan SPd dan Inspektur Kabupaten Nagan Raya, Teuku Hidayat SE MSi CGCAE ikut menyampaikan langkah pencegahan antikorupsi.
Digelar tiga sesi
Sosialisasi dilaksanakan secara bertahap yakni hari pertama diikuti kepala sekolah SD dan SMP dari Kecamatan Beutong, Darul Makmur, serta Tadu Raya, hari kedua, peserta berasal dari Beutong Ateuh Benggalang, Kuala, Kuala Pesisir, Seunagan, Seunagan Timur, Suka Makmue, dan Tripa Makmur.
Sementara itu, hari ketiga bagi kepala puskesmas dan kepala tata usaha puskesmas di seluruh Kabupaten Nagan Raya.
Inspektur Nagan Raya, Teuku Hidayat, menekankan bahwa pendidikan merupakan titik awal paling penting dalam membangun karakter bangsa.
Baca juga: Viral Murid SD di Nagan Panjat Tiang Bendera di HUT Ke-80 RI, Bercita-cita Jadi Tentara Atau Polisi
“Semangat antikorupsi harus ditanamkan sejak dini. Sekolah adalah tempat anak-anak belajar, bukan hanya akademik, melainkan juga nilai kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Dari sanalah budaya integritas bisa bertumbuh,” ujarnya.
Penyuluh Antikorupsi (PAKSI) Nagan Raya, Muhammad Fadhlin Kurniawan SKM MKM mengajak peserta melihat praktik sehari-hari yang rawan gratifikasi maupun penyalahgunaan wewenang.
“Anak-anak mencontoh perilaku guru dan lingkungan sekolah. Jika sekolah bersih dari praktik koruptif, maka pesan moral itu akan melekat pada diri mereka hingga dewasa,” kata Fadhlin.
Tidak hanya sekolah, sektor kesehatan juga menjadi perhatian dalam kegiatan ini.
Kepala puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dituntut untuk memastikan layanan yang bersih, transparan, dan bebas pungutan liar.
Baca juga: Bolehkah Pakai Make Up Untuk Foto KTP? Ini Penjelasan Dukcapil Soal Aturan Resminya
Dikatakan, peserta juga dibekali pemahaman mengenai peran Unit Pencegahan Gratifikasi (UPG) dan mekanisme Whistle Blower System (WBS) yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan dugaan penyimpangan.
“WBS hadir sebagai kanal aman bagi masyarakat maupun aparatur untuk melaporkan dugaan tindak korupsi. Dengan demikian, pencegahan bisa dilakukan lebih dini,” jelas Fadhlin dalam paparannya.
Teuku Hidayat berharap kegiatan ini menjadi titik awal penguatan budaya antikorupsi di sektor pendidikan dan kesehatan.
"Lebih dari sekadar sosialisasi, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan komitmen nyata para kepala sekolah dan kepala puskesmas untuk menjadi teladan di lingkungannya masing-masing," jelasnya.(*)
Baca juga: Disdik Nagan Raya Terbitkan Surat Edaran Penerapan Jam Nol Bagi Sekolah
| Sempat Dikepung Banjir, Jalan Nasional di Alue Bata Nagan Raya Sudah Bisa Dilintasi Kendaraan |
|
|---|
| Brimob Batalyon C Pelopor di Nagan Bantu Evakuasi Warga dan Pengendara Lintasi Jalan Nasional Banjir |
|
|---|
| Buka Pencanangan Desa Cantik, Bupati TRK Sebut Domestik Regional Bruto Nagan Raya Rp 13,3 Triliun |
|
|---|
| Kadiskes Nagan Raya Serahkan Penghargaan untuk Nakes Capaian Kinerja Terbaik |
|
|---|
| Banjir Rendami Jalan Nasional di Alue Bata Nagan Raya, Kendaraan Terjebak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Inspektorat-Nagan-Raya-gelar-sosialisasi-antikorupsi-kepada-Kepsek-dan-Kapus.jpg)