Pangan Murah

Pangan Murah Sesi Ketiga, Polres Bireuen dan Bulog Jual 3 Ton Beras

Warga sudah datang ke lokasi meskipun truk yang membawa beras murah belum tiba.

SERAMBINEWS.COM/HO
BELI BERAS - Ratusan warga Kabupaten Bireuen, ante membeli beras murah program pangan murah yang dilaksanakan Polres Bireuen dan Bulog di Alun-Alun Kota Juang, Jumat (22/8/2025) 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Polres Bireuen kembali melaksanakan gerakan pangan murah di Alun-Alun Kota Juang, Jumat (22/8/2025). Dalam hitungan 1,5 jam 3 ton beras yang disediakan Polri bekerjasama dengan Bulog terjual habis.

Amatan Serambinews.com, ratusan warga sejak pukul 08.30 WIB sudah berada di lokasi dengan membawa fotocopy KTP. Warga sudah datang ke lokasi meskipun truk yang membawa beras belum tiba.

Sejumlah anggota Polres Bireuen sudah standby di lokasi, beberapa saat kemudian truk membawa beras  dalam karung ukuran 5 kilogram diturunkan.

Anggota Polres Bireuen dari Sat Binmas dan unit lainnya serta anggota  Polsek Kota Juang bersama perangkat desa Bandar Bireuen menerima fotocopy KTP warga.

Penjualan beras ukuran 5 kilogram Rp 62.000 dimulai pukul 09.00 WIB.

Para pembeli umumnya kaum ibu. Mereka hanya dibolehkan membeli maksimal 2 karung.

Sekitar pukul 10.30 WIB, beras sebanyak 3 ton habis terjual dan banyak warga yang terlambat datang tidak sempat membeli beras murah.

Baca juga: VIDEO - Ratusan Warga Antre Beras Murah di Bireuen 

Kapolres Bireuen, AKBP Tuschad Cipta Herdani SIK M Med Kom melalui Kasi Humas, Iptu Marzuki kepada Serambinews.com mengatakan, kegiata lapangan penjualan beras murah adalah yang ketiga kalinya dilaksanakan di Bireuen.

Pada pelaksanaan kali ketiga sebanyak 3 ton beras pangan murah program pemerintah dijual di Alun-Alun Bireuen.

Penjualan beras murah melibatkan Kasat Binmas Polres  Bireuen bersama anggotanya, Kapolsek dan Wakapolsek Kota Juang, perangkat desa Bandar Bireuen  melayani warga satu persatu.

“Banyak masyarakat yang terlambat hadir belum sempat membeli beras,” ujarnya.

Gerakan pangan murah tersebut katanya, salah satu program pemerintah kerjasama dengan Polri dalam hal ini Polres Bireuen bersama Bulog.

Kegiatan penjualan beras murah katanya, bertujuan sebagai respons terhadap situasi inflasi dan kenaikan harga bahan pokok yang berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.

“Harga yang relatif murah dan terjangkau dengan banyaknya animo/minat masyarakat yang ingin membeli sehingga stok barang yang disediakan tidak mencukupi,” ujarnya. 

Berdasarkan amatan lapangan dan banyak masyarakat belum sempat membeli beras, masyarakat berharap program pangan murah dapat terus berjalan tidak saja di Bireuen tetapi di berbagai kecamatan.

“Masyarakat meminta program pangan murah dapat berlanjut,” ujar Iptu Marzuki.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved