Ucapan Terakhir Satria Arta Kumbara Usai Terluka Parah Dihujani Drone dan Mortir Ukraina
Dalam keadaan lemah, Satria sempat menyampaikan ucapan Dirgahayu RI dan harapan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.
Satria Arta Kumbara adalah mantan prajurit Marinir TNI Angkatan Laut dengan pangkat terakhir Sersan Dua (Serda). Ia pernah bertugas di Inspektorat Korps Marinir (Itkormar), Cilandak, Jakarta Selatan.
Karier militernya berakhir setelah ia melakukan desersi—meninggalkan tugas tanpa izin—pada 13 Juni 2022.
Akibat pelanggaran tersebut, ia dijatuhi hukuman penjara satu tahun dan dipecat secara tidak hormat dari TNI AL berdasarkan putusan pengadilan militer.
Setelah pemecatannya, Satria bergabung sebagai tentara bayaran dalam Russian Special Military Operations dan ikut bertempur di Ukraina.
Dalam video permintaan maaf yang viral, ia mengaku bergabung karena alasan ekonomi dan tidak memahami konsekuensi hukum dari tindakannya.
Ia menyatakan bahwa keputusan itu diambil demi mencari nafkah, bukan untuk mengkhianati Indonesia.
Karena bergabung dengan militer asing tanpa izin Presiden, Satria secara otomatis kehilangan status sebagai Warga Negara Indonesia, sesuai Pasal 23 UU Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan.
Untuk kembali menjadi WNI, ia harus mengajukan permohonan naturalisasi, namun masih terikat kontrak militer di Rusia.
Jika pulang ke Indonesia, ia juga harus menghadapi konsekuensi hukum atas desersi.
Baca juga: Putin tak Peduli dengan Nasib Mantan Marinir Indonesia Satria Kumbara
Sikap Pemerintah Rusia
Sementara itu, Pemerintah Rusia mengaku tak peduli dan tak ambil pusing dengan Satria Arta Kumbara.
Satria bergabung dengan pasukan Rusia untuk berperang dengan Ukraina atas keputusannya sendiri.
Dan tentunya, Satria juga harus siap dengan konsekwensi dari keputusannya itu.
Moskow bahkan mengaku tidak memiliki informasi apa pun tentang Satria Arta Kumbara dan bagaimana nasibnya saat ini.
| VIDEO - AS Cegat Kapal ‘Armada Bayangan’ Iran M/V Sevan, Dikawal Militer Kembali ke Teheran |
|
|---|
| AS Gunakan Sistem “SkyMap” Ukraina untuk Hadapi Drone Iran di Arab Saudi |
|
|---|
| VIDEO Taktik Gerilya Hizbullah Timbulkan Kerugian Besar Bagi Tentara Israel |
|
|---|
| AS dan Israel Siapkan Serangan Besar ke Iran, Gencatan Senjata di Ujung Tanduk |
|
|---|
| VIDEO Perang Iran Disebut Ganggu Pasokan Senjata AS ke Ukraina |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kondisi-Satria-Arta-Kumbara-mantan-Marinir-TNI-AL-yang-terluka-parah.jpg)