Minggu, 26 April 2026

AS dan Israel Serang Iran

AS Gunakan Sistem “SkyMap” Ukraina untuk Hadapi Drone Iran di Arab Saudi

Amerika Serikat mulai mengerahkan teknologi militer asal Ukraina untuk menghadapi ancaman drone Iran

Editor: Ansari Hasyim
Tangkapan layar/Telegram FarsNA via New York Post
DRONE - Bunker bawah tanah yang dipenuhi deretan drone tempur milik Iran dipaemerkan oleh televisi Iran Fars setelah serangan AS dan Israel dalam operasi gabungan pada Sabtu (28/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Sumber menyebutkan, pasukan AS telah memasang platform komando dan kontrol “SkyMap”, sistem yang sebelumnya digunakan Ukraina dalam perang melawan Rusia, terutama untuk melacak dan mencegat drone Shahed buatan Iran.

 

SERAMBINEWS.COM - Amerika Serikat mulai mengerahkan teknologi militer asal Ukraina untuk menghadapi ancaman drone Iran di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi.

Langkah ini dinilai mencerminkan adanya celah dalam sistem pertahanan udara AS, sebagaimana dilaporkan Reuters, Sabtu.

Sumber menyebutkan, pasukan AS telah memasang platform komando dan kontrol “SkyMap”, sistem yang sebelumnya digunakan Ukraina dalam perang melawan Rusia, terutama untuk melacak dan mencegat drone Shahed buatan Iran.

Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa sejumlah ahli militer Ukraina telah tiba di pangkalan tersebut guna melatih personel AS dalam mengoperasikan sistem tersebut.

Baca juga: AS dan Israel Siapkan Serangan Besar ke Iran, Gencatan Senjata di Ujung Tanduk

Keputusan ini diambil meskipun sebelumnya Presiden AS, Donald Trump, pada 6 Maret sempat menolak tawaran bantuan dari Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.

Saat itu, Trump menyatakan bahwa AS tidak memerlukan bantuan untuk menghadapi ancaman drone.

Namun, situasi di Pangkalan Udara Prince Sultan yang baru-baru ini mengalami serangan hebat yang dilaporkan menghancurkan pesawat radar E-3 Sentry serta merusak kapal tanker bahan bakar, mendorong perubahan pendekatan.

Analis militer kepada Reuters menilai langkah ini menunjukkan adanya “kesenjangan yang telah lama terjadi” dalam cakupan pertahanan udara AS, meskipun anggaran yang digelontorkan sangat besar.

Saat ini, pangkalan tersebut disebut mengandalkan kombinasi sistem pertahanan, termasuk sistem AS seperti Coyote, serta teknologi dari Ukraina.

Sumber lain menambahkan, uji coba awal sejumlah sistem masih menghadapi kendala teknis.

Salah satunya adalah insiden ketika pencegat Merops kehilangan kendali dan jatuh di dalam area pangkalan, yang menyoroti kompleksitas dalam menghadapi ancaman drone yang terus berkembang.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved