Sabtu, 18 April 2026

Berita Sabang

Masyarakat Bateshok Sabang Antusias Perluas Lahan Tanaman Nilam, Meski Alat Penyulingan Terbatas

Hal ini seiring melonjaknya harga jual minyak nilam di pasaran. Luas lahan yang semula terbatas kini berkembang pesat hanya dalam waktu singkat.

Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
TANAMAN NILAM - Seorang petani di Gampong Bateshok, Kecamatan Sukamakmue, memperlihatkan tanaman nilam yang mulai dikembangkan warga setempat. 

Hal ini seiring melonjaknya harga jual minyak nilam di pasaran. Luas lahan yang semula terbatas kini berkembang pesat hanya dalam waktu singkat.

Laporan Aulia Prasetya | Sabang

SERAMBINEWS.COM, SABANG  – Masyarakat Gampong Bateshok, Kecamatan Sukamakmue, semakin antusias menanam tanaman nilam. 

Hal ini seiring melonjaknya harga jual minyak nilam di pasaran. Luas lahan yang semula terbatas kini berkembang pesat hanya dalam waktu singkat.

Penjabat Keuchik Gampong Bateshok, Mansyur AG, mengatakan minat warga mulai meningkat sejak Agustus 2024. Hal ini dipicu oleh tingginya nilai ekonomi dari hasil penyulingan minyak nilam.

“Nilam mulai banyak ditanam di Bateshok sejak Agustus tahun lalu, karena harga minyaknya sempat naik hingga Rp2,4 juta per kilogram.

Kondisi itu mendorong masyarakat memperluas lahan hingga mencapai 20 hektare,” ujar Mansyur, Sabtu (23/8/2025).

Ia menyebutkan, hingga kini produksi minyak nilam di desa tersebut telah menembus lebih dari 200 kilogram, yang dihasilkan oleh sekitar 30 petani khusus penggarap nilam.

Baca juga: ARC USK Dorong Inovasi Teknologi Berbasis Rakyat, Terutama untuk Komoditas Nilam Aceh

“Prosesnya terus berlanjut. Semakin banyak warga menambah lahan karena minatnya tinggi.

Namun kendala kami masih terbatas pada alat penyulingan. Saat ini petani harus antre untuk menyuling hasil panen,” tambahnya.

Saat ini terdapat tiga unit alat penyulingan yang aktif digunakan, dua milik pribadi dan satu milik kelompok. Pemerintah desa sedang berupaya menambah dua unit lagi guna memenuhi kebutuhan petani.

Mansyur berharap adanya dukungan pemerintah agar harga minyak nilam tetap stabil.

Menurutnya, pengembangan tanaman nilam bukan hanya membuka lahan tidur, tetapi juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved