Selasa, 12 Mei 2026

Cahaya Aceh

Menyusuri Sabang, Surga Bahari di Ujung Barat Indonesia

Sabang atau yang lebih dikenal dengan nama Pulau Weh adalah pulau paling barat di Indonesia, yang berada di ujung Selat Melaka, pada pertemuan antara

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Mursal Ismail
IG Acehtourism
PEMANDANGAN SABANG - Keindahan pemandangan laut yang biru di Pulau Weh, Sabang 

Sabang atau yang lebih dikenal dengan nama Pulau Weh adalah pulau paling barat di Indonesia, yang berada di ujung Selat Melaka, pada pertemuan antara arus Selat Melaka dengan Samudera Hindia.

SERAMBINEWS.COM, SABANG - Jika berbicara tentang potensi wisata bahari di Indonesia, Sabang adalah salah satu yang patut dibicarakan.

Sabang atau yang lebih dikenal dengan nama Pulau Weh adalah pulau paling barat di Indonesia, yang berada di ujung Selat Melaka, pada pertemuan antara arus Selat Melaka dengan Samudera Hindia.

Pulau ini menyimpan panorama alam yang sangat indah. Tak heran jika pulau mungil ini kerap disebut kepingan surga di ujung Indonesia.

Sabang menawarkan sajian wisata yang sangat lengkap. Pulau ini memiliki pantai dengan pasir putih yang indah, hamparan lautan biru di depannya.

Bahkan deretan cottage-cottage dengan desain unik yang berdiri kokoh di atas batu koral yang memanjang di pinggir pulau.

Dari kamar tempat menginap, wisatawan bisa melemparkan pandangan ke hamparan samudera yang luas. Rasa-rasanya seperti di Maldives.

Baca juga: Zulkifli ke Markas Lanal Sabang, Ini Kesepakatan Wali Kota dan Danlanal

Pantai di Sabang juga menyuguhkan suasana sunrise maupun sunset, sehingga wisatawan bisa memilih ingin menikmati pagi di bagian timur atau senja di bagian barat pulau.

Selain pantai, Sabang adalah surga bawah laut Indonesia. Ekosistem lautnya memiliki keragaman yang luar biasa.

Terumbu karang berwarna-warni tumbuh bagaikan bunga yang bermekaran di dasar laut.

Ekosistem laut berupa ikan, bintang laut, hingga hewan-hewan lainnya menghuni bawah laut pulau ini. Banyak spot yang tersedia untuk menikmati keindahan alam bawah laut Sabang.

Wisatawan bisa snorkling di permukaan atau diving hingga kedalaman 15–20 meter untuk merasakan sensasi kehidupan bawah laut.

Keanekaragaman bawah laut ini menjadi daya tarik tersendiri bagi penyelam dunia untuk datang ke Sabang.

Baca juga: Sabang Siap Dinilai Tim Adipura, Fokus Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Lisensi diving juga tersedia di sini, sehingga wisatawan bisa berlatih terlebih dahulu sebelum menyelam sepuasnya.

Sabang kini menjadi pilihan wisata di bagian barat Indonesia dan Semenanjung Malaya. Untuk wisatawan lokal, selain dari Aceh, kebanyakan datang dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau.

Sementara wisatawan mancanegara, puluhan ribu orang asal Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam setiap tahun datang ke pulau ini.

Harga tiket pesawat internasional yang murah dari Kuala Lumpur menuju Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar turut mendukung ramainya wisatawan ke Sabang.

Tak hanya wisatawan Asia, turis Eropa juga kerap memilih Sabang untuk menjauh dari keramaian dan mencari ketenangan.

Sabang adalah pulau kecil yang masuk dalam wilayah administrasi Kota Sabang. Penduduknya sedikit, suasananya tenang, jauh dari hiruk-pikuk kehidupan kota.

Baca juga: Harga Minyak Nilam Anjlok, Petani di Bateshok Sabang Butuh Support Pemerintah

Warganya hidup santai, dan jika menggunakan istilah sekarang, kehidupan di Sabang disebut slow living.

Jalan-jalan mulus yang membelah perbukitan dan gunung memudahkan wisatawan berpindah dari satu destinasi ke destinasi lain.

Salah seorang wisatawan asal Medan, Azhari menyebutkan, Sabang adalah pilihan wisata bagi keluarganya.

Ia memilih Sabang karena keindahan alam yang lengkap, mulai dari pantai, bawah laut, air terjun, hingga gunung.

Suasana yang tenang dan slow living membuatnya cocok untuk menenangkan diri, jauh dari hiruk-pikuk kota asalnya yang sibuk.

“Kalau sudah di Sabang, tenang lah, lihat-lihat laut yang biru di mana-mana,” ujarnya.

Sabang juga dinilai sebagai salah satu kota paling aman di Indonesia. Wisatawan bisa bebas meletakkan kendaraan tanpa takut kehilangan, bahkan di sini hampir tidak ada praktik premanisme.

Beberapa tempat wisata hanya memungut tiket masuk lima ribu rupiah, bahkan ada yang gratis.

Penginapan di Sabang juga tergolong murah. Dengan biaya antara Rp 300-500 ribu, wisatawan sudah bisa menginap di tepi pantai dengan pemandangan laut yang indah.

Harga-harga di tempat wisata pun relatif bersahabat.

Bagi pecinta wisata bahari atau penyelam, Sabang adalah pilihan yang tepat.

Untuk menuju Sabang, tersedia dua moda transportasi.

Pertama, melalui jalur laut dengan kapal ferry dari Banda Aceh menuju Sabang dengan tiket sekitar Rp 30-an ribu dan perjalanan 2 jam, atau kapal cepat dengan waktu tempuh hanya 40 menit seharga tiket Rp 85 ribu.

Bagi yang takut mabuk laut, ada pilihan transportasi udara dengan pesawat kecil Susi Air dari Bandara SIM menuju Bandara Maimun Saleh Sabang.

Tiketnya sekitar Rp 200-300 ribu sekali jalan, dengan pengalaman terbang rendah di atas laut yang memanjakan mata.

Jadi, apa lagi yang kamu tunggu? Masukkan Sabang ke dalam daftar kunjungan wisatamu tahun ini.

Namun, perlu dicatat, untuk menikmati suasana yang lebih tenang, sebaiknya jangan berkunjung pada musim libur sekolah, libur tahun baru, atau hari raya, karena biasanya Sabang akan sangat ramai pada periode tersebut.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh berkomitmen akan terus membenahi setiap destinasi wisata di Aceh, demi membuat pengunjung nyaman berlama-lama.

Kadisbudpar Aceh, Almuniza Kamal mengatakan, berwisata ke Sabang akan memberikan pengalaman berbeda kepada pengunjung, karena mereka merasakan keindahan atas dan bawah laut.

“Kami berharap libur lebaran di Aceh bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan, aman, dan berkesan bagi semua wisatawan,” kata Kadisbudpar Aceh, Almuniza Kamal. (*)

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved