Senin, 27 April 2026

Wisata Aceh Singkil

Ujung Lolok Spot Selancar di Aceh Singkil, Kini Masuk Periode Ombak Tertinggi 

Ujung Lolok memiliki ombak yang dapat membangkitkan birahi peselancar, profesional maupun pemula. 

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Zaenal
For Serambinews.com
OMBAK UJUNG LOLOK - Foto dokumen yang dikirim kepada Serambinews.com, merekam peselancar taklukkan ombak Ujung Lolok, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Kabupaten Aceh Singkil. 

Penulis: Dede Rosadi | Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Ujung Lolok merupakan spot selancar yang dimiliki Kabupaten Aceh Singkil

Letaknya di Kecamatan Pulau Banyak Barat, sekitar 2 jam pelayaran menggunakan speedboat dari Singkil, ibu kota Kabupaten Aceh Singkil

Ombak yang jadi buruan peselancar sedang masuk periode tertinggi. 

"Inilah sedang musim ombak," kata Mef pelaku wisata yang kerap mengantar peselancar menaklukan ombak Ujung Lolok

Periode ombak di Ujung Lolok, antara Mei sampai Oktober. 

Sehingga masih ada waktu dua bulan kedepan bagi peselancar merasakan sensasi ombak Ujung Lolok

"Waktu terbaik berselancar di Ujung Lolok mulai Mei sampai bulan sepuluh," kata Mawardi Camat Pulau Banyak Barat.

Ujung Lolok memiliki ombak yang dapat membangkitkan birahi peselancar, profesional maupun pemula. 

Baca juga: Tujuh Kecamatan di Aceh Singkil Diprediksi Hujan Ringan

Cocok untuk peselancar pemula

Ujung Lolok, cocok untuk peselancar pemula, karena gulungan ombak saat memecah masuk ke teluk dangkal. 

Sehingga risiko terseret ke laut lepas bisa dihindari.

Tak mengherankan jika peselancar Eropa, Australia, Asia Selatan, Amerika dan Amerika Latin, acap datang untuk menaklukan ombak Ujung Lolok.

Telah tersedia resort yang menyewakan perlengkapan berselancar, kamar penginapan serta restoran di Ujung Lolok.

Sehingga peselancar tidak perlu repot membawa perlengkapan.

Peselancar mayoritas masuk Ujung Lolok, melalui jalur laut dengan naik kapal-kapal pesiar. 

Kondisi itu terlihat ketika berkunjung ke Ujung Lolok

Sementara yang melalui jalur daratan Singkil, biasanya diantar pemandu lokal selanjutnya nginap di resort yang ada di Ujung Lolok.

Peluang PAD yang belum tergarap

Banyaknya peselancar datang ke Ujung Lolok, melalui jalur laut dengan kapal pesiar, bisa menjadi peluang bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil, untuk mendapatkan pendapatan asli daerah. 

Sayangnya peluang itu, belum tergarap. 

Tahun 2020 lalu pelaku usaha kapal pesiar dari empat negara melakukan pertemuan dengan Pemkab Aceh Singkil

Pengusaha tersebut masing-masing Pier asal Francis, Suzuki asal Jepang, Markus asal Australia dan Yojin asal Inggris.

Pengusaha kapal pesiar itu, setiap tahun membawa wisatawan untuk melakukan surfing di Ujung Lolok

Dalam pertemuan tersebut pengusaha kapal pesiar menyatakan komitmen memberikan retribusi kepada Pemkab Aceh Singkil, sesuai ketentuan. 

Hanya saja mereka meminta di lokasi tersedia fasilitas pendukung. Seperti fasilitas kesehatan, keamanan, layanan internet dan telepon.

Nahas pandemi Covid-19 membuyarkan rencana tersebut. 

Sayangnya, ketika industri pariwisata kembali pulih, rencana bisnis tersebut tak tersentuh lagi.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved