Wisata Aceh Singkil
Ujung Lolok Spot Selancar di Aceh Singkil, Kini Masuk Periode Ombak Tertinggi
Ujung Lolok memiliki ombak yang dapat membangkitkan birahi peselancar, profesional maupun pemula.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Zaenal
Penulis: Dede Rosadi | Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Ujung Lolok merupakan spot selancar yang dimiliki Kabupaten Aceh Singkil.
Letaknya di Kecamatan Pulau Banyak Barat, sekitar 2 jam pelayaran menggunakan speedboat dari Singkil, ibu kota Kabupaten Aceh Singkil.
Ombak yang jadi buruan peselancar sedang masuk periode tertinggi.
"Inilah sedang musim ombak," kata Mef pelaku wisata yang kerap mengantar peselancar menaklukan ombak Ujung Lolok.
Periode ombak di Ujung Lolok, antara Mei sampai Oktober.
Sehingga masih ada waktu dua bulan kedepan bagi peselancar merasakan sensasi ombak Ujung Lolok.
"Waktu terbaik berselancar di Ujung Lolok mulai Mei sampai bulan sepuluh," kata Mawardi Camat Pulau Banyak Barat.
Ujung Lolok memiliki ombak yang dapat membangkitkan birahi peselancar, profesional maupun pemula.
Baca juga: Tujuh Kecamatan di Aceh Singkil Diprediksi Hujan Ringan
Cocok untuk peselancar pemula
Ujung Lolok, cocok untuk peselancar pemula, karena gulungan ombak saat memecah masuk ke teluk dangkal.
Sehingga risiko terseret ke laut lepas bisa dihindari.
Tak mengherankan jika peselancar Eropa, Australia, Asia Selatan, Amerika dan Amerika Latin, acap datang untuk menaklukan ombak Ujung Lolok.
Telah tersedia resort yang menyewakan perlengkapan berselancar, kamar penginapan serta restoran di Ujung Lolok.
Sehingga peselancar tidak perlu repot membawa perlengkapan.
Peselancar mayoritas masuk Ujung Lolok, melalui jalur laut dengan naik kapal-kapal pesiar.
Kondisi itu terlihat ketika berkunjung ke Ujung Lolok.
Sementara yang melalui jalur daratan Singkil, biasanya diantar pemandu lokal selanjutnya nginap di resort yang ada di Ujung Lolok.
Peluang PAD yang belum tergarap
Banyaknya peselancar datang ke Ujung Lolok, melalui jalur laut dengan kapal pesiar, bisa menjadi peluang bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil, untuk mendapatkan pendapatan asli daerah.
Sayangnya peluang itu, belum tergarap.
Tahun 2020 lalu pelaku usaha kapal pesiar dari empat negara melakukan pertemuan dengan Pemkab Aceh Singkil.
Pengusaha tersebut masing-masing Pier asal Francis, Suzuki asal Jepang, Markus asal Australia dan Yojin asal Inggris.
Pengusaha kapal pesiar itu, setiap tahun membawa wisatawan untuk melakukan surfing di Ujung Lolok.
Dalam pertemuan tersebut pengusaha kapal pesiar menyatakan komitmen memberikan retribusi kepada Pemkab Aceh Singkil, sesuai ketentuan.
Hanya saja mereka meminta di lokasi tersedia fasilitas pendukung. Seperti fasilitas kesehatan, keamanan, layanan internet dan telepon.
Nahas pandemi Covid-19 membuyarkan rencana tersebut.
Sayangnya, ketika industri pariwisata kembali pulih, rencana bisnis tersebut tak tersentuh lagi.(*)
| Sadri Lingga Beri Dukungan untuk Pengembangan Objek Wisata Aceh Singkil |
|
|---|
| Selera Wisatawan Eropa Memang Beda, Datang Jauh-jauh ke Singkil hanya Mau Lihat Buaya |
|
|---|
| Rp 500 Ribu untuk Lihat Buaya Aceh Singkil, Petualang Eropa Memang Beda |
|
|---|
| Ingin Liburan ke Kepulauan Banyak, Ini Estimasi Biaya & Fasilitas Per Paketnya |
|
|---|
| Bertemu DPD RI, Mahasiwa Nyatakan Aceh Singkil Siap Jadi Tujuan Wisata Dunia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Peselancar-di-Ujung-Lolok2.jpg)