Berita Nasional

Demo Buruh di DPR RI Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata, Puluhan Orang Diamankan

Polisi berulang kali menembakkan gas air mata ke arah massa yang mayoritas mengenakan celana abu-abu (pelajar). 

Editor: Nurul Hayati
KOMPAS.com/Lidia Pratama Febrian
Demo di DPR RI ricuh, polisi dorong massa dengan Water Cannon, Kamis (28/8/2025). 

Polisi berulang kali menembakkan gas air mata ke arah massa yang mayoritas mengenakan celana abu-abu (pelajar). Massa memberikan perlawanan dan sebagai kocar-kacir. Setidaknya puluhan orang diamankan dan digiring masuk ke dalam Markas Polda Metro Jaya.

SERAMBINEWS.COM - Demo Buruh Besar-besaran di DPR RI – 28 Agustus 2025.

Hari ini, ribuan buruh dari berbagai wilayah Indonesia turun ke jalan dalam aksi nasional yang dipusatkan di depan Gedung DPR RI dan Istana Negara.

Aksi ini diberi nama HOSTUM (Hapus Outsourcing, Tolak Upah Murah) dan diprakarsai oleh Partai Buruh serta Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Fakta-fakta Demo:

Demo Mahasiswa di DPR 28 Agustus Ricuh, Lempar Bambu Runcing dan Bakar Sampah.
Demo Mahasiswa di DPR 28 Agustus Ricuh, Lempar Bambu Runcing dan Bakar Sampah. (KOMPAS.com/Lidia Pratama Febrian)

Jumlah massa: Sekitar 10.000 buruh dari Jabodetabek mengepung DPR RI.

Puluhan ribu lainnya melakukan aksi serentak di kota-kota industri seperti Surabaya, Batam, Medan, dan Makassar.

Waktu & lokasi: Dimulai pukul 10.00 WIB di depan Gedung DPR RI, Jakarta.

Aksi juga berlangsung di berbagai provinsi secara serentak.

Pengamanan: KAI Commuter menyiagakan 154 personel keamanan di stasiun sekitar lokasi demo seperti Tanah Abang, Palmerah, Kebayoran, dan Karet.

Baca juga: Demo Hari Ini, 10 Ribu Buruh dari Berbagai Kota Kepung DPR RI

6 Tuntutan Utama Buruh

Hapus sistem outsourcing dan tolak upah murah.

Stop PHK massal, bentuk Satgas khusus PHK.

Reformasi pajak perburuhan: Naikkan PTKP jadi Rp7,5 juta/bulan, hapus pajak pesangon, THR, dan JHT.

Sahkan RUU Ketenagakerjaan tanpa Omnibus Law.

Sahkan RUU Perampasan Aset untuk berantas korupsi.

Revisi RUU Pemilu untuk sistem pemilu 20295.

Dampak Lalu Lintas & Transportasi

Polisi mengimbau masyarakat untuk menghindari Jalan Gatot Subroto dan sekitarnya.

Jalur KRL Tanah Abang–Palmerah berpotensi ditutup jika kondisi tidak kondusif.

Demo ini menjadi simbol perlawanan terhadap kebijakan yang dianggap merugikan pekerja dan bentuk desakan agar DPR segera menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi terkait UU Ketenagakerjaan.

Baca juga: Demo Besar-besaran di DPR RI, 4.531 Polisi Dikerahkan Amankan Aksi Unjuk Rasa Buruh

Pengamanan Demo Buruh 

Aksi unjuk rasa besar-besaran oleh buruh yang berlangsung hari ini di depan Gedung DPR RI mendapat pengamanan ketat dari aparat gabungan.

Berikut rincian pengamanan yang telah disiapkan:

Kekuatan Personel
Total personel gabungan: 4.531 orang

Polda Metro Jaya: 2.174 personel
Brimob Mabes Polri: 1.725 personel
Polres jajaran: 632 personel
TNI dan Satpol PP juga turut dikerahkan.

Fasilitas dan Peralatan
Kendaraan taktis: Mobil komando, water cannon, dan mobil pemadam kebakaran telah disiagakan di Kompleks Parlemen.
Barikade beton: Dipasang di depan gerbang DPR/MPR RI untuk mencegah massa masuk ke dalam area gedung.

Pengamanan Transportasi
KAI Commuter menambah 154 personel keamanan di empat stasiun sekitar lokasi:

Stasiun Tanah Abang: 50 personel
Stasiun Palmerah: 53 personel
Stasiun Kebayoran: 24 personel
Stasiun Karet: 27 personel

Tujuannya adalah menjaga kelancaran operasional KRL Commuter Line, yang sempat terganggu saat demo sebelumnya.

Lalu Lintas dan Rekayasa Jalan
Jalan Gatot Subroto masih terbuka hingga pukul 08.30 WIB.

Namun, polisi menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional jika massa membludak.

Masyarakat diimbau untuk menghindari area sekitar DPR RI dan menggunakan jalur alternatif.

Situasi Terkini

Hingga pagi hari, suasana masih kondusif dan belum terlihat konsentrasi massa yang signifikan.

Media dan aparat sudah bersiaga di lokasi sejak dini hari.

Untuk pemantauan langsung, tersedia link CCTV sekitar DPR RI yang bisa kamu akses untuk melihat situasi secara real-time.

Sejumlah massa anarkis di Tol Dalam Kota Exit Tol Semanggi dan di jalan Gatot Subroto Jakarta Selatan, Kamis (28/8/2025) pukul 18.45 WIB.

Mereka tampak masuk ke ruas Tol Dalam Kota yang sudah kembali dibuka untuk dilintasi oleh pengguna jalan.

Puluhan petugas kepolisian dari satuan Sabhara Polda Metro Jaya dengan peralatan lengkap yang tengah berjaga memukul mundur massa. 

Lantaran memberikan perlawanan, polisi langsung menciduk satu per satu massa pembuat onar tersebut

Polisi berulang kali menembakkan gas air mata ke arah massa yang mayoritas mengenakan celana abu-abu (pelajar).

Massa memberikan perlawanan dan sebagai kocar-kacir.

Setidaknya puluhan orang diamankan dan digiring masuk ke dalam Markas Polda Metro Jaya.

Massa pembuat onar terlihat masih membuat kericuhan di kawasan Semanggi hingga berita ini tayang.

Pantauan Tribunnnews.com, terlihat sejumlah mobil berhenti.

Arus lalu lintas terpantau macet baik di jalan ruas tol maupun jalur arteri.

Diketahui, kericuhan berawal dari aksi unjuk rasa buruh dan mahasiswa yang digelar di depan DPRRI sejak pagi tadi.

Kericuhan pecah sejak siang, situasi Jakarta masih mencekam hingga malam ini. 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Massa Anarkis di Tol Dalam Kota Exit Semanggi Digelandang ke Markas Polda Metro Jaya, 

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved