Bireuen
Dinkes Bireuen Gelar Sosialisasi P2P, Penyakit DBD hingga HIV Jadi Sorotan
Pertemuan yang dihadiri berbagai kalangan berlangsung di Wisma Bireuen Jaya, dibuka Pj Sekdakab Bireuen, Hanafiah SP....
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Eddy Fitriadi
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bireuen bersama tim terkait, Kamis (28/8/2025) menggelar sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) atau mencegah penyakit menular Kejadian Luar Biasa (KLB).
Pertemuan yang dihadiri berbagai kalangan berlangsung di Wisma Bireuen Jaya, dibuka Pj Sekdakab Bireuen, Hanafiah SP.
Ketua Panitia dr Rini Novianti menyampaikan kegiatan ini diikuti 186 peserta, diselenggarakan pertemuan dengan tujuan utama untuk mengevaluasi capaian program P2P di Bireuen selama satu tahun terakhir.
Penyakit menular seperti TB, HIV, DBD, ISPA, diare, dan imunisasi (seperti campak), serta beberapa penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan masalah kesehatan jiwa.
Ditambahkan, pertemuan yang dihadiri berbagai kalangan umumnya bidang kesehatan untuk meningkatkan sinergitas, koordinasi, kolaborasi antara dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, pemerintah kecamatan, lintas sektor terkait dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat.
Hasil pertemuan adanya rumusan strategi bersama untuk akselerasi pencapaian target program P2P serta meningkatkan sistem kewaspadaan dini dan respon cepat terhadap penyakit yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Menghasilkan komitmen bersama dan Rencana Tindak
Lanjut (RTL) yang konkret dan implementatif.
Pj Sekdakab Bireuen, Hanafiah SP antara lain mengatakan, seiring dengan adanya efisiensi
anggaran untuk pelaksanaan kegiatan.
Kondisi sekarang di Bireuen data Dinkes sedang mengalami peningkatan kasus penyakit. Ada penyakit.yang dapat dicegah dengan Imunisasi yaitu kasus Campak, Difteri dan pertusis serta berbagai penyakit menular lainnya seperti TBC, HIV, DBD, Hepatitis, Kusta, Diare, ISPA dan sebagainya perlu kewaspadaan.
Data dari kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa angka kejadian penyakit tidak menular semakin meningkat dari tahun ketahun, penyakit seperti Diabetes Melitus, hipertensi, stroke, kanker dan penyakit
jantung kini menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia.
Baca juga: Lewat PKUP, Pemkab Aceh Tamiang Tingkatkan Peran Ulama Perempuan
Para camat dan Kepala Puskesmas di Kabupaten Bireuen, harapnya agar aktif mensosialisasikan di bidang P2P dalam berbagai pertemuan di tingkat gampong dan kecamatan.
"Camat dan Kepala Puskesmas dapat berperan aktif dalam meningkatkan deteksi dini, upaya preventif dan
respon penyakit agar terwujudnya masyarakat Bireuen yang sehat," ujarnya.
Hanafiah SP menambahkan, para camat dan lainnya diharapkan mengidentifikasi permasalahan, dan menemukan solusi bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sehingga menghasilkan
rekomendasi dan rencana aksi yang tepat untuk meningkatkan capaian program pencegahan, pengendalian penyakit di wilayah Bireuen.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.