Minggu, 19 April 2026

Cahaya Aceh

Duta Besar Belanda dan Konjen Jepang Kagumi Museum Tsunami Aceh

Museum Tsunami Aceh pada Agustus 2025 ini kembali mendapat kunjungan istimewa dari Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia....

Editor: IKL
MUSEUM TSUNAMI ACEH
MENYERAHKAN CENDERA MATA – Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, M Syahputra AZ, menyerahkan cendera mata kepada Dubes Belanda, Marc Gerritsen, saat berkunjung ke Museum Tsunami Aceh, Kamis (14/8/2025). 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Museum Tsunami Aceh pada Agustus 2025 ini kembali mendapat kunjungan istimewa dari Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Marc Gerritsen, serta Konsul Jenderal Jepang di Medan, Furugori Toru.

Kehadiran kedua diplomat ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan 20 tahun perdamaian Aceh sekaligus peluncuran koalisi kemitraan kelapa sawit berkelanjutan atas undangan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang berlangsung beberapa waktu lalu.

Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, M. Syahputra AZ, menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran perwakilan diplomatik menunjukkan peran museum sebagai jembatan edukasi dan perdamaian.

"Museum ini menjadi simbol ketahanan masyarakat Aceh dan pusat edukasi mitigasi bencana. Arsitekturnya yang ikonik menggabungkan nilai-nilai Islam dan modernitas, menarik minat peneliti serta wisatawan global," jelasnya, Minggu (24/8/2025).

MENYERAHKAN CENDERA MATA – Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, M. Syahputra AZ, menyerahkan cendera mata kepada Kosulat Jenderal Jepang di Medan, Furugori Toru, saat berkunjung ke Museum Tsunami Aceh, Kamis (14/8/2025).
MENYERAHKAN CENDERA MATA – Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, M. Syahputra AZ, menyerahkan cendera mata kepada Kosulat Jenderal Jepang di Medan, Furugori Toru, saat berkunjung ke Museum Tsunami Aceh, Kamis (14/8/2025). (MUSEUM TSUNAMI ACEH)

Syahputra juga menegaskan, bahwa Museum Tsunami Aceh akan terus berkomitmen menjadikan ruang ini sebagai pusat pembelajaran global tentang manajemen bencana.

Dalam tur yang dipandu petugas, Dubes Gerritsen cukup mengagumi bangunan yang menyimpan sejarah itu. Ia menilai Museum Tsunami Aceh tidak hanya menjadi saksi dahsyatnya tragedi 2004, tetapi juga bukti kekuatan masyarakat Aceh.

"Saya mendukung penuh upaya pelestariannya. Rakyat Aceh patut mendapatkan dukungan yang berkelanjutan," ungkap Gerritsen.

Gerritsen juga menegaskan komitmen Belanda untuk terus mendukung pembangunan berkelanjutan di Aceh, khususnya dalam bidang budaya dan lingkungan.

Sementara itu, di kesempatan berbeda, Konjen Jepang, Furugori, juga menunjukkan kekagumannya terhadap Museum Tsunami Aceh. 

Ia menyebut keberadaan museum ini penting sebagai pengingat bahwa bencana alam tidak mengenal batas.

“Kita harus bersatu mencegah kerusakan, melindungi korban, dan menyelamatkan kehidupan,” ujarnya.

Kunjungan kedua diplomat tersebut mempertegas peran Museum Tsunami Aceh sebagai pusat pembelajaran global sekaligus simbol solidaritas internasional bagi Aceh. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved