Cahaya Aceh
Duta Besar Belanda dan Konjen Jepang Kagumi Museum Tsunami Aceh
Museum Tsunami Aceh pada Agustus 2025 ini kembali mendapat kunjungan istimewa dari Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia....
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Museum Tsunami Aceh pada Agustus 2025 ini kembali mendapat kunjungan istimewa dari Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Marc Gerritsen, serta Konsul Jenderal Jepang di Medan, Furugori Toru.
Kehadiran kedua diplomat ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan 20 tahun perdamaian Aceh sekaligus peluncuran koalisi kemitraan kelapa sawit berkelanjutan atas undangan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang berlangsung beberapa waktu lalu.
Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, M. Syahputra AZ, menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran perwakilan diplomatik menunjukkan peran museum sebagai jembatan edukasi dan perdamaian.
"Museum ini menjadi simbol ketahanan masyarakat Aceh dan pusat edukasi mitigasi bencana. Arsitekturnya yang ikonik menggabungkan nilai-nilai Islam dan modernitas, menarik minat peneliti serta wisatawan global," jelasnya, Minggu (24/8/2025).
Syahputra juga menegaskan, bahwa Museum Tsunami Aceh akan terus berkomitmen menjadikan ruang ini sebagai pusat pembelajaran global tentang manajemen bencana.
Dalam tur yang dipandu petugas, Dubes Gerritsen cukup mengagumi bangunan yang menyimpan sejarah itu. Ia menilai Museum Tsunami Aceh tidak hanya menjadi saksi dahsyatnya tragedi 2004, tetapi juga bukti kekuatan masyarakat Aceh.
"Saya mendukung penuh upaya pelestariannya. Rakyat Aceh patut mendapatkan dukungan yang berkelanjutan," ungkap Gerritsen.
Gerritsen juga menegaskan komitmen Belanda untuk terus mendukung pembangunan berkelanjutan di Aceh, khususnya dalam bidang budaya dan lingkungan.
Sementara itu, di kesempatan berbeda, Konjen Jepang, Furugori, juga menunjukkan kekagumannya terhadap Museum Tsunami Aceh.
Ia menyebut keberadaan museum ini penting sebagai pengingat bahwa bencana alam tidak mengenal batas.
“Kita harus bersatu mencegah kerusakan, melindungi korban, dan menyelamatkan kehidupan,” ujarnya.
Kunjungan kedua diplomat tersebut mempertegas peran Museum Tsunami Aceh sebagai pusat pembelajaran global sekaligus simbol solidaritas internasional bagi Aceh. (*)
| Wagub Aceh Ajak Warga Hadiri Penutupan Aceh Ramadhan Festival dan Nuzulul Qur’an di MRB |
|
|---|
| Tempati Lahan Eks Pasar Aceh, Peukan Raya Ramadan akan Sediakan Ragam Kuliner |
|
|---|
| Agam Inong Aceh Gelar Charity Night untuk Korban Bencana di Aceh |
|
|---|
| Resmi Ditutup, Aceh Festival Hadirkan Energi Baru Bagi Pariwisata |
|
|---|
| Kedah, Gerbang Emas Menyusuri Keindahan Alam Gayo Lues |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/disbudpar-280825-a.jpg)