Berita Bireuen

Faperta UNIKI Bireuen Kerja Sama dengan FKA untuk Kembangkan Kakao di Aceh

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan di Kabupaten Bener Meriah, salah satu sentra produksi kakao di Aceh.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
JALIN KERJA SAMA - Fakultas Pertanian dan Peternakan (Faperta) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen menjalin kerja sama dengan Forum Kakao Aceh (FKA), Kamis (28/8/2025). Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan di Kabupaten Bener Meriah, salah satu sentra produksi kakao di Aceh. 

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan di Kabupaten Bener Meriah, salah satu sentra produksi kakao di Aceh.

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Fakultas Pertanian dan Peternakan (Faperta) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen menjalin kerja sama dengan Forum Kakao Aceh (FKA), Kamis (28/8/2025).

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan di Kabupaten Bener Meriah, salah satu sentra produksi kakao di Aceh.

Dekan Faperta UNIKI, Ir Suryani MPt, dalam sambutannya menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kolaborasi ini diharapkan menjadi sarana bagi dosen dan mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kapasitas petani kakao di Aceh,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Forum Kakao Aceh, Ir Lilis Indriansyah MP, menyambut baik kerja sama strategis tersebut.

Menurutnya, dukungan dari perguruan tinggi akan memperkuat upaya peningkatan produktivitas dan kualitas kakao Aceh.

Baca juga: Produksi Kakao di Aceh Selatan Capai 300 Ton pada Tahun 2024

“Kerja sama ini membuka peluang transfer ilmu, teknologi, serta inovasi, sehingga mampu meningkatkan daya saing kakao Aceh di pasar nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Adapun ruang lingkup kerja sama mencakup penelitian bersama, pengembangan teknologi budidaya dan pascapanen, pelatihan serta pendampingan petani, hingga penguatan hilirisasi produk berbasis kakao.

Melalui sinergi antara akademisi dan praktisi, diharapkan pengelolaan kakao di Aceh dapat dilakukan secara berkelanjutan, berbasis inovasi, serta memberi nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Kegiatan penandatanganan kerjasama turut dihadiri dekanan Faperta, pengurus FKA Aceh, Bupati Bener Meriah, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, serta perwakilan industri kakao nasional dan internasional. (*)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved