Kamis, 30 April 2026

Salam

Soal Tol Sibanceh, Harus Diurus Serius

Rakyat Aceh menanti manfaat konkret dari proyek-proyek besar seperti jalan tol. Mereka tidak membutuhkan alasan atau pembenaran teknis

Tayang:
Editor: mufti
SERAMBI/HENDRI
TOL SIBANCEH - Suasana jalan menuju pintu gerbang Tol Sigli-Banda Aceh (Sibanceh) Seksi 1 di kawasan Padangtiji, Pidie. Foto diambil beberapa waktu lalu. 

PERYATAAN tegas Tgk. Zakaria N. Yacob alias Bang Jack Libya, Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat, mengenai belum dibukanya Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh) Seksi 1, patut menjadi perhatian serius semua pihak. 

Ketika infrastruktur telah dibangun dengan dana besar dan harapan tinggi, maka keterlambatan fungsinya adalah bentuk pemborosan dan pelemahan kepercayaan publik. Rakyat Aceh menanti manfaat konkret dari proyek-proyek besar seperti jalan tol. Mereka tidak membutuhkan alasan atau pembenaran teknis yang berulang-ulang, melainkan hasil nyata berupa kelancaran distribusi barang, mobilitas masyarakat, dan geliat ekonomi yang merata. 

Terhambatnya pengoperasian Seksi 1 (Padang Tiji–Seulimeum) seolah menjadi ironi di tengah semangat pembangunan yang digaungkan pemerintah. Masalah klasik seperti pembebasan lahan yang disebut-sebut sebagai penghambat utama, sejatinya bukan hal baru dalam proyek infrastruktur nasional. 

Oleh karena itu, koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pengelola proyek harus lebih dari sekadar formalitas. Diperlukan keterlibatan aktif, kehadiran di lapangan, dan kemampuan negosiasi yang berpihak pada kepentingan publik.

Lebih dari itu, peringatan Bang Jack agar “jangan ada lagi korban karena melintas ilegal” adalah cermin dari lemahnya sistem pengawasan dan belum maksimalnya sosialisasi serta pengamanan di wilayah proyek. Ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan menyangkut keselamatan warga dan tanggung jawab moral seluruh pemangku 

Sebelumnya, juru bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat, Bang Jack Libya, mendesak otoritas terkait agar segera membuka akses Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh) Seksi 1 (Padang Tiji–Seulimeum). Hal itu untuk memperlancar arus transportasi dan distribusi barang di Aceh.

“Rakyat Aceh butuh kelancaran distribusi barang agar ekonomi bergerak cepat. Fokus kita sekarang adalah membangun ekonomi Aceh,” kata Bang Jack kepada Serambi, Selasa (26/8/2025). 

Menurutnya, keberadaan jalan tol harus dimanfaatkan sesuai tujuan awalnya, yaitu memperlancar ekonomi rakyat Aceh.  Ia juga meminta agar pembangunan jalan tol Sigli–Langsa segera dituntaskan, serta seluruh pihak, baik pemerintah pusat, pengelola tol, maupun daerah lebih aktif dalam berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh. 

“Jika ada kendala lapangan seperti pembebasan lahan, koordinasikan dengan pemerintah. Tapi warga jangan diperdaya. Intinya jangan lagi ada korban karena ada yang melintas ilegal,” ujarnya.

Seperti diketahui, PT Hutama Karya (Persero) selaku pengelola Tol Sigli–Banda Aceh menegaskan bahwa Seksi 1 hingga kini belum dapat dibuka untuk umum karena masih dalam tahap konstruksi. Saat ini, hanya Seksi 2 sampai Seksi 6 (Seulimeum–Baitussalam) yang sudah beroperasi.

Untuk itu, sekali lagi, kita berharap agar semua pihak menaruh perhatian besar terhadap penuntasan jalan tol ini. Keikhlasan semua pihak adalah kunci untuk mewujudlan Tol Sigli-Banda Aceh segera bisa difungsikan. Semoga!

 

POJOK

Diperiksa lagi, KPK tunggu Lisa Mariana pulih dari operasi lambung

Kalau RK masih di luar, kayaknya Lisa takkan sembuh, tahu?

Al-Farlaky surati Wali Kota Langsa soal pembayaran pengalihan BMD

Sudah puluhan kali purnama, tapi belum selesai juga ya?

Polres Pidie Jaya tahan guru honorer yang terlibat kasus penganiayaan

Masih honorer sudah begitu, bayangkan jika jadi ASN, kan?

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved