Jumat, 1 Mei 2026

Seputar Polri

Tantang Medan Berbahaya, Polisi Udara Baharkam Polri Droping Bantuan ke Aceh Tamiang

Personel Polisi Udara Baharkam Polri melakukan pengiriman bantuan logistik kepada masyarakat terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang.

Tayang:
Editor: Content Writer
dok. Media Hub Polri
PENYALURAN BANTUAN - Personel Polisi Udara Baharkam Polri melakukan pengiriman bantuan logistik kepada masyarakat terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang. Daerah ini menjadi lokasi terdampak yang cukup sulit untuk dilakukan droping bantuan melalui jalur udara. 

SERAMBINEWS.COM - Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera memberikan dampak besar bagi masyarakat, mulai dari kerusakan infrastruktur hingga terhambatnya akses bantuan. Untuk menjangkau warga yang tengah menghadapi situasi sulit, Polri terus mengerahkan personel guna menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Salah satu wilayah yang mendapatkan perhatian serius adalah Aceh Tamiang, salah satu titik terdampak paling parah banjir bandang. Personel Polisi Udara Baharkam Polri diterjunkan untuk melakukan pengiriman logistik melalui jalur udara. Pilihan ini diambil karena akses darat hampir seluruhnya terputus.

Namun, kondisi di Aceh Tamiang menunjukkan minimnya lokasi aman untuk pendaratan helikopter. Genangan banjir yang masih luas membuat sebagian besar area tak lagi bisa dijadikan titik droping.

“Tidak ada tempat aman untuk melakukan droping bantuan. Seluruh area tergenang, lahan kosong berubah menjadi arus deras, dan titik-titik evakuasi tak lagi dapat dijangkau,” ujar Kadivhumas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho, Sabtu (6/12/2025).

Baca juga: Bantu Penanganan Banjir, Helikopter Polri segera Dikerahkan ke Aceh

Meski penuh risiko, pengiriman bantuan tetap dilakukan agar kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Logistik dikirim menggunakan helikopter dengan empat personel di dalamnya: AKBP Dian Didik Arvianto sebagai pilot, IPTU Vidya H. Mangundjaya sebagai copilot, serta Aipda Sanioko dan Bripka Kukuh Wahyu sebagai awak udara.

“Dalam kondisi itu, pilot Kepolisian Udara harus mengambil keputusan cepat. Di tengah hembusan angin kencang dan jarak pandang terbatas, ia memilih satu-satunya titik yang memungkinkan yaitu sebuah lokasi sempit yang sebenarnya sangat berisiko, namun menjadi harapan terakhir bagi warga yang menunggu pertolongan,” jelas Sandi.

Setibanya helikopter di area droping, warga langsung menghampiri untuk menerima bantuan. Meski prosesnya tidak mudah, Polri memastikan penyaluran akan terus dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi lapangan.

“Dengan manuver presisi, helikopter ditahan pada ketinggian rendah. Awak udara bersiaga memastikan paket bantuan jatuh tepat sasaran tanpa membahayakan warga. Keputusan ini bukan tanpa bahaya. Tapi demi saudara-saudara kita yang bertahan di tengah banjir Aceh Tamiang, risiko itu harus diambil. Karena pada momen genting seperti ini, keselamatan banyak jiwa jauh lebih penting dari apa pun,” tutup Kadivhumas Polri.

Baca juga: Kapolres Aceh Tenggara Antar Bantuan ke Desa Terdampak Banjir Bandang di Ketambe

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved