Truk Surat Suara ke Abdya tanpa Pengawalan
Truk pengangkut surat suara untuk Kabupaten Aceh Barat Daya ternyata berangkat dari Jakarta ke Blangpidie tanpa pengawalan petugas
* Sempat Diganggu Bajing Loncat
BLANGPIDIE - Truk pengangkut surat suara untuk Kabupaten Aceh Barat Daya ternyata berangkat dari Jakarta ke Blangpidie tanpa pengawalan petugas. Dalam perjalanan, truk yang membawa dokumen negara ini sempat diganggu bajing loncat (perompak truk) di lintas Sumatera, namun tidak ada dokumen yang rusak atau hilang.
Perihal tidak ada pengawalan truk angkutan surat suara dari Jakarta menuju Kabupaten Abdya, diketahui Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Abdya, Muhammad Jakfar, setelah bertanya kepada awak truk angkutan tersebut.
“Awak truk mengaku tidak ada pengawalan terhadap truk yang membawa surat suara dari Jakarta ke sini (Abdya). Kalau saya tidak salah, ada MoU tentang pengawalan angkutan surat suara dari Jakarta ke daerah-daerah,” ungkap Muhammad Jakfar kepada Serambi Sabtu (8/3).
Masih berdasarkan pengakuan sopir truk, mereka sempat diganggu oleh kawasan bajing loncat di lintas Sumatera. Hal ini diketahui karena terpal penutup barang bawaan terkoyak seperti kena benda tajam. Diperkirakan pelaku mengurungkan niatnya kerana bagian dalam badan truk tersebut dilapisi pagar dari besi. “Pintu belakang badan truk, selain dilapisi pagar besi, juga digembok dan diberi segel bertuliskan ‘dokumen negara’,” kata Jakfar.
Ketua KIP Abdya itu juga mengaku tidak pernah mendapat informasi kalau truk yang membawa surat suara yang dikemas dalam ratusan kotak tersebut akan tiba ke Abdya. “Tahu-tahu truk yang membawa surat suara Pileg 2014, sudah tiba di Kabupaten Abdya pada Kamis (6/3) sore,” katanya.
Proses bongkar muatan surat suara dalam kotak dari truk ke dalam gudang KIP Abdya, Kamis sore, diawasi langsung oleh aparat kepolisian dari Polres, kejaksaan dan Panwaslu, temasuk Asisten Pemerintahan Setdakab Abdya. Suratsuara yang dikemas dalam kotak khusus tersebut diperiksa Ketua Pokja Logistik Abdya, Muhammad Zikri, dihadiri seluruh komisioner KIP, Muhammad Jakfar (ketua), Hasbi, S Masykur SH dan Elfiza SH MH (anggota) serta Plt Sekretaris KIP, Hardi Yuzar.
Tim pelipatan
Sehari setelah menerima surat suara, pada Jumat (7/3) sore KIP Abdya langsung menggelar rapat pleno membahas soal rencana pelipatan surat suara. Pleno dipimpin Ketua KIP Muhammad Jakfar, dihadiri seluruh komisioner, Muhammad Zikri, Hasbi, S Masykur SH, dan Elfiza SH MH (anggota) serta Plt Sekretaris, Hardi Yuzar.
Menurut Muhammad Jakfar, pelno memutuskan pelipatan surat suara diswakelokan kepada sebuah tim yang segera dibentuk dengan SK KIP Abdya. Tim akan melaksanakan pelipatan surat suara tersebut beranggotakan sejumlah unsur. Tim ini selanjutnya merekrut tenaga pelipatan surat suara yang mencapai sekitar 50 orang. Proses pelipatan surat juga diawasi secara ketat oleh aparat kepolisian, KIP, tim swakelola serta panwaslu Abdya.(nun)
surat suara
untuk abdya
* Surat suara Pemlu Legislatif (Pileg) 2014 yang sudah diterima KIP Abdya, sebanyak 399 kotak
* Terdiri atas 99 kotak (98.383 lembar) untuk DPD, 103 kotak (101.383 lembar) untuk DPRK, 99 kotak (98.383 lembar) untuk DPRA, dan 98 kotak (97.383 lembar) surat suara DPR-RI
* Kotak yang berisi surat suara sudah diamankan dalam gudang KIP yang dikawal siang malam oleh aparat kepolisian
* Pintu gudang diberi pengaman dengan memasang tiga gembok dan anak kuncinya, masing-masing dipegang KIP, polisi dan kejaksaan, sehingga pintu tidak bisa dibuka bila salah satu tidak hadir di lokasi.