Berita Banda Aceh
Realisasi APBA 2026 Disorot
Anggaran hanya baru dialirkan untuk belanja rutin seperti gaji dan tunjangan ASN.
Ringkasan Berita:
- Saifuddin Muhammad alias Yah Fud Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh menyorot realisasi program dan kegiatan APBA 2026
- Realisasi APBA jauh sangat penting guna percepatan rehab rekon pascabencana ekologis pada akhir tahun lalu sekaligus menjadi stimulus untuk kebangkitan ekonomi rakyat pascabencana
- Kita berharap Pemerintah Aceh, khususnya SKPA dapat segera menyelesaikan semua proses birokratis dan administratif
“Ini sudah akhir kuartal pertama, harus ada upaya akselerasi. Bila perlu buat timeline untuk percepatan tender dan penandatanganan kontrak kolektif,” tegasnya.” Saifuddin Muhammad, Wakil Ketua DPRA
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Saifuddin Muhammad alias Yah Fud menyorot realisasi program dan kegiatan APBA 2026. Sebab hingga memasuki bulan April 2026, program dan kegiatan yang sudah disusun belum berjalan signifikan.
Anggaran hanya baru dialirkan untuk belanja rutin seperti gaji dan tunjangan ASN. Sementara program dan kegiatan yang dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat belum mulai bergerak.
“Ini sudah akhir kuartal pertama, harus ada upaya akselerasi. Bila perlu buat timeline untuk percepatan tender dan penandatanganan kontrak kolektif,” tegas Yah Fud dalam keterangan tertulis, Selasa (7/4/2026).
Menurut Yah Fud, realisasi APBA jauh sangat penting guna percepatan rehab rekon pascabencana ekologis pada akhir tahun lalu sekaligus menjadi stimulus untuk kebangkitan ekonomi rakyat pascabencana.
Karena itu, Yah Fud mendesak Pemerintah Aceh untuk segera merealisasikan berbagai program dan kegiatan prioritas 2026. “Harus ada upaya akselerasi dari semua SKPA agar uang belanja Pemerintah Aceh dapat segera beredar di masyarakat,” ucapnya.
Politisi Partai NasDem ini juga menambahkan, dengan adanya realisasi APBA, maka akan sangat membantu menggerakkan perekonomian masyarakat di kawasan terdampak bencana.
"Kalau kegiatan sudah jalan, uang sudah beredar, insyaAllah dapat sedikit meringankan beban saudara kita di wilayah terdampak. Warga disana dapat dilibatkan dalam kegiatan pembangunan. Kondisi ekonomi yang selama ini terpuruk akan berdenyut lagi,” jelasnya.
“Apalagi pembangunan kembali infrastruktur yang rusak sangat urgent untuk kebangkitan ekonomi masyarakat setempat. Selain dari program APBN, kita harapkan APBA juga menjadi salah satu instrumen stimulus untuk pemulihan ekonomi rakyat di wilayah terdampak,” tambahnya.
Yah Fud mengaku dapat memaklumi keterlambatan realisasi anggaran 2026. Salah satunya, karena ada pengembalian dana Transfer Ke Daerah (TKD), sehingga perlunya penyesuaian dan revisi dokumen Pergub Penjabaran APBA dan DPA SKPA.
Akan tetapi, saat ini semua proses penganggaran sudah selesai. Karena itu, Yah Fud berharap SKPA dapat segera menyelesaikan semua proses birokratis dan administrative.
"Kita berharap masyarakat dapat memahami kalau realisasi APBA sedikit lambat. Ada dinamika politis dalam proses itu biasa. Sekarang semua sudah selesai. Kita berharap Pemerintah Aceh, khususnya SKPA dapat segera menyelesaikan semua proses birokratis dan administratif. Agar APBA dapat segera dieksekusi, karena rakyat sudah menanti,” pungkasnya.(ra)
APBA 2026
Realisasi APBA 2026 Disorot
Wakil Ketua DPRA Saifuddin Muhammad
Saifuddin Muhammad
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
| Aceh Kembali Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana hingga 30 Juli 2026 |
|
|---|
| Tempat Penitipan Anak di Banda Aceh Viral Usai Aniaya Balita, Polisi Periksa Enam Saksi |
|
|---|
| Tegas! Anggota DPR RI Minta Tol Sibanceh Seksi 1 tak Ditutup Lagi |
|
|---|
| Tol Sibanceh Segmen Padang Tiji–Seulimeum Masih Dibuka, belum Ada Keputusan Ditutup |
|
|---|
| Belum Ditutup, Kendaraan Masih Bisa Melintas di Tol Seksi 1 Padang Tiji-Seulimeum |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Wakil-Ketua-DPRA-Saifuddin-Muhammad-alias-Yah-Fud.jpg)