Yusra Habib Abdul Gani, Legenda Peteri Ijo, Gadis Berubah Naga di Laut Tawar, Menolak Kawin Sedarah

Legenda Peteri Ijo adalah bentuk penolakan seorang gadis terhadap kawin paksa sedarah. Sang gadis, lebih mau "berubah wujud menjadi naga" dari pada..

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Yusra Habib Abdul Gani. 

 

 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Legenda Peteri Ijo adalah bentuk penolakan seorang gadis  terhadap kawin paksa sedarah. Sang gadis, lebih mau "berubah wujud menjadi naga" dari pada menjalani perkawinan sedarah dengan abang kandungnya.

Sikap keras sang gadis ini merupakan  tafsir dari legenda Peteri Ijo disampaikan Dr Yusra Habib Abdul Gani SH dalam dialog virtual "Legenda dan Falsafah Gayo"  Senin (22/6/2020) malam. Bersama Yura Habib  juga tampil  Dr Joni MN MPd BI, Salman Yoga SAg MA, dan Yusradi Usman Al Gayoni SS MHum. Dialog virtual terebut diselenggarakan Ikatan Musara Gayo (IMG) Jabodetabek.

Yusra Habib yang berdomisili di Denmark, menyatakan, larangan kawin sedarah adalah ajaran Al Quran. Sang gadis, tidak ingin melanggar larangan tersebut, meski dipaksa oleh orang tuanya.

"Menurut saya begitulah cara orang Gayo memaknai perintah Al Quran yang dituangkan dalam bentuk legenda," ujar Yusra Habib.

Legenda Peteri Ijo sagat terkenal di dataran tinggi Gayo Aceh Tengah. Putri yang berubah wujud menjadi naga itu sesekali menampakan diri di permukaan Danau Laut Tawar.

Naga itu konon bersemayam di sebuah Loyang Lukup Penalam, gua yang berada sebelah selatan Kota Takengon arah ke Hotel Renggali. Jaraknya sekitar 5 kilometer dari Takengon.

Yusra Habib menyatakan, bahwa legenda-legenda yang hidup dalam masyarakat Gayo bukan hanya sebatas dongeng. Melainkan menyimpan makna tertentu. "Kitalah yang menafsirkannya," ujar Yusra Habib.

 Ia juga membuat tafsir atas legenda Atu Belah dan Peteri Pukes. Ia menyebutkan,bahwa cerita-cerita itu tidak dibangun sebatas pelipur lara saja, tapi mempunyai makna tertentu yang harus digali mendalam.

Yusra Habib saat ini sedang merampungkan buku "Legenda dan Falsafah Gayo." Buku tersebut sedang dalam proses editing.

Mengomentari buku"Legenda dan Falsafah" yang ditulis Yusra Habib Abdul Gani, Yusradi Usman Al Gayoni mengatakan,dalam buku itu bukan cuma legendanya yang disajikan, melainkan juga tafsir tentang legenda tersebut, juga makna dan falsafahnya.

"Ini yang jadi pembeda dari buku yang ditulis Yusra Habib Abdul Gani, selain tetap menceritakan legenda , beliau mengupas kandungan falsafah dalam cerita itu secara kritis, tajam, mendalam, komprehensif, dan holistik dari pelbagai perspektif. Sehingga tergambar hakikat dan kekayaan nilai legenda tersebut,"  ujar Yusradi.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved