* Cindy Dwi Pertiwi
Cindy Dwi Pertiwi, mahasiswa kelas program internasional IBEP Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil menjadi juara pertama pada kompetisi internasional bernama Business Model Canvas (BMC).
BMC diadakan oleh Teknologi Mara University (UiTM) Malaysia sebagai bagian dari program IMT-GT UNINET Asean 2021.
Tim Cindy terpilih menjadi best group atau pemenang over all BMC tingkat Asean, IMT GT UNINET 2021 dengan mengusung topik model bisnis ‘modern batik.
’ Kegiatan itu diikuti sekitar 71 mahasiswa dari berbagai universitas dari tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
Dalam kompetisi ini, mahasiswa dibagi menjadi enam tim untuk membuat BMC dan mempresentasikannya.
Kegiatan dibagi menjadi dua sesi, dimana sesi pertama dilaksanakan pada 8 November 2021 untuk webinar internasional tentang BMC, dan sesi kedua diadakan pada 7 Desember 2021 untuk kompetisi terseleksi presentasi BMC dari enam grup.
Cyndi merupakan leader di dalam tim yang beranggotakan delapan mahasiswa asal Thaksin University dan University Malaysia Kelantan.
Cyndi mengatakan, mereka melakukan persiapan dengan serius terkait model BMC yang akan dipresentasikan.
Presentasi dilakukan oleh Cindy dan Pound asal Thaksin University.
Di akhir acara setelah semua grup memberikan presentasi terbaik, tiga juri yang berasal dari Malaysia, Indonesia, dan Thailand memberikan penilain kepada setiap tim.
Baca juga: Fakultas Ekonomi USK Saweu Dayah Darul Hikmah, Sosialisasi Ekonomi Islam Hingga Bantu Modal Usaha
Baca juga: Guru Besar Fakultas Ekonomi USK Isi Orasi Ilmiah di Kampus STIE Bumi Persada Lhokseumawe
Baca juga: Chairul Bariah, Wakil Rektor II Uniki dan Dosen Fakultas Ekonomi Umuslim Terima TFC Premium
Tim Cindy terpilih menjadi pemenang karena meraih nilai tertinggi dalam sejumlah indikator yang menjadi penilaian, termasuk ide model bisnis yang diusung dan presentasi tim.
Mahasiswa angkatan 2018 ini merasa sangat bersyukur atas prestasi yang diraihnya.
Ia mengatakan, keberhasilan yang diraihnya tidak terlepas dari dukungan civitas akademika USK, khsusunya dari IBEP FEB USK dalam program outcome based education terhadap program unggulan kelas internasional IBEP FEB USK.