Wabah PMK
Penurunan Kasus PMK di Aceh Relatif Cepat, Sapi yang Terinfeksi Tinggal 1.333 Ekor Lagi
Kadis peternakan Aceh itu mengatakan, Aceh mendapat respons yang bagus dari Kementerian Pertanian dan Dirjen Peternakan, atas penanganan PMK nya yang
Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Herianto l Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kepala Dinas Peternakan Aceh Zalsufran menyatakan, kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi, kerbau, kambing dan ternak sejenisnya di Aceh memasuki minggu kedua bulan Agustus ini tinggal 1.333 ekor lagi, dari sebelumnya pada 31 Juli lalu masih sekitar 5.568 ekor.
“Tingginya angka penyembuhan PMK di Aceh, berkat respons peternak, pemerintah kabupaten/kota, Pj Bupati, Pj Gubernur dan Sekda Aceh, sangat tinggi terhadap pencegahan (vaksin) dan pengobatan ternak yang terkena PMK,” kata Zalsufran kepada Serambinews.com, Sabtu (13/8/2022) di Banda Aceh.
• Vaksin PMK di Bireuen Kosong, Banyak Ternak Belum Divaksinasi, Ini yang Sudah dan Tingkat Kesembuhan
• Vaksin PMK di Bireuen Kosong, Banyak Ternak Belum Divaksinasi, Ini yang Sudah dan Tingkat Kesembuhan
Zalsufran mengatakan, total ternak sapi, kerbau dan kambing di Aceh yang terserang virus PMK mencapai 46.394 ekor. Sampai posisi 12 Agustus 2022, jumlah ternak yang sembuh dari PMK mencapai 44.715 ekor, sehingga total yang masih sakit dan sedang dirawat peternaknya untuk penyembuhan sekitar 1.333 ekor lagi.
Tingginya angka penyembuhan penyakit PMK di Aceh, kata Zalsufran, pertma karena respons dari peternak untuk mengobati sapinya, kerbau dan kambingnya yang bergejala PMK sangat tinggi, melalui du acara.
Cara pertama menggunakan obat kampung atau tradisional, dari berbagai jenis daunan dan jamu diberikan kepada ternak yang bergejala PMK.
Kedua menggunakan obat anti pembasmi virus PMK dan berbagai jenis vitamin hewan, dari Dinas Peternakan Kabupaten/Kota maupun Dinas Peternakan Aceh.
Contohnya di Aceh Besar. Jumlah ternak sapi, kerbau dan kambingnya yang terkena PMK mencapai 12.160 ekor, sampai kini yang sudah sembuh 12.096 ekor dan sisa yang masih sakit dan sedang dalam perawatan pengobatan tinggal 10 ekor lagi.
Menurut informasi dari para peternak sapi di Aceh Besar maupun petugas penanganan PMK di daerah tersebut, peternak sapi di Aceh Besar, begitu sapi, kerbau dan kambingnya terkena PMK, mereka langsung melakukan isolasi ternak yang terkena PMK, kemudian diobati dengan dua cara yaitu pengobatan tradisional dan pengobatan dari petugas dokter hewan, penyuluh peternakan dan materi hewan.
Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, bersama sekda dan petugas kesehatan hewan setempat, sering berkunjung ke kendang sapi peternak, untuk melakukan penyuluhan pengobatan terhadap sapi-sapi yang sudah terkena PMK. Selain itu, bagi yang belum terkena PMK, petugas vaksinator hewannya melakukan vaksinasi vaksin cegah PMK kepada ternak sapinya.
Jumlah ternak yang sudah di vaksin di Kabupaten Aceh Besar mencapai 1.500 ekor, tahap I sebanyak 1.000 ekor dan tahap II sebanyak 500 ekor. Karena kegiatan vaksinasi cegah PMK kepada ternak sapinya berjalan cepat dan lancar, serangan virus PMK kepada ternak sapi lainnya jadi melambat.
Jumlah ternak sapinya yang mati akibat PMK, sebut Zalsufran, di Aceh Besar sebanyak 31 ekor. Sapi yang mati akibat PMK, paling banyak di Kabupaten Aceh Tamiang mencapai 106 ekor, dari yang terserang virus PMK sebanyak 9.020 ekor. Sedangkan jumlah yang sembuh, juga cukup banyak mencapai 8.800 ekor. Ternak yang masih sakit di daerah itu sekarang ini tinggal 112 ekor lagi.
Daerah yang paling banyak ternaknya masih sakit PMK, sekarang ini, sebut Zalsufran, ada di Kabupaten Aceh Sealatan sekitar 430 ekor, dari yang terserang virus PMK sebanyak 1.889 ekor. Sedangkan yang sembuh 1.431 ekor dan yang mati 24 ekor.
Setelah Aceh Selatan, daerah yang ternaknya masih banyak sakit dan dirawat untuk penyembuhan adalah Aceh Timur sebanyak 247 ekor dari 1.489 ekor yang sakit dan yang sudah sembuh 1.228 ekor, kemudian yang mati hanya 13 ekor. Selanjutnya daerah Aceh Tenggara mencapai 190 ekor dari yang terserang virus 272 ekor, yang sembuh 75 ekor dan mati 4 ekor.
Sampai saat ini, sebut Kadisnak Aceh Zalsufran, ada enam daerah yang PMK sudah nol, pertama Kabupaten Simeulue, Aceh Tengah, Bener Meriah, Sabang, Banda Aceh, Kota Langsa dan Pidie. Bagi 17 daerah lagi yang ternak sapi, kerbau dan kambingnya masih ada yang belum sembuh, diharapkan petugas penyuluh kesehatan ternak di daerah tersebut, terus memaksimalkan pengobatan, baik dengan cara obat kesehatan hewan dan memberikan berbagai jenis vitamin hewan, maupun ramuan obat tradisional atau obat kampung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pelaksanaan-vaksinasi-penyakit-mulut-dan-kuku-pmk-di-aceh-besar.jpg)