Berita Aceh Singkil

Ekonomi Lesu, Omset Penjual Takjil Turun 

"Jualan tak habis. Tadinya selalu habsi bahkan sampai dua steling," ujar Jeki yang sudah berjualan takjil di simpang perumahan BRR Pulo Sarok sejak...

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ DEDE ROSADI
Pedang takjil di kawasan simpang perumahan BRR Pulo Sarok, Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, Selasa (25/3/2025). 

"Jualan tak habis. Tadinya selalu habsi bahkan sampai dua steling," ujar Jeki yang sudah berjualan takjil di simpang perumahan BRR Pulo Sarok sejak 2013. 

Penulis: Dede Rosadi I Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Omset penjual takjil pada Ramadhan 1446 Hijriah, turun dibanding sebelumnya. 

Hal itu disinyalir dampak lesunya perekonomian masyarakat akhir-akhir ini.

Seperti dirasakan Jeki penjual takjil di simpang perumahan BRR Pulo Sarok, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil. 

Omset dagangannya turun hingga 37 persen lebih dibanding tahun lalu.

Padahal menilik lokasi jualnya strategis berada di dekat perumahan paling padat penduduk di ibu kota kabupaten Aceh Singkil. 

Lebih-lebih tanpa saingan, karena hanya dirinya yang jualan. 

Barang jualnya dibuat sendiri serta titipan dari warga. 

"Jualan tak habis. Tadinya selalu habsi bahkan sampai dua steling," ujar Jeki yang sudah berjualan takjil di simpang perumahan BRR Pulo Sarok sejak 2013. 

Baca juga: Polres Abdya Bagikan Paket Takjil Kepada Tukang Parkir dan Pengguna Jalan

Jika dihitung berdasarkan omset rata-rata tahun ini Rp 500 ribu per hari. 

Sementara omset jualan takjil Ramadhan 1445 Hijriah lalu mencapai Rp 800 ribu per hari.

Kondisi serupa juga dirasakan pedagang takjil di kawasan Singkil Utara. 

Jumlah pembeli alami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Turunnya omset penjualan takjil disinyalir akibat lesunya ekonomi masyarakat. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved