SERAMBINEWS.COM - Bolehkah mengerjakan puasa syawal hanya pada hari Senin dan Kamis saja?
Pertanyaan ini biasanya sering muncul setiap momen lebaran Idul Fitri atau tepatnya pada bulan Syawal.
Sebagaimana diketahui, setelah menjalankan ibadah puasa wajib pada bulan Ramadhan, umat muslim dianjurkan untuk melanjutkan ibadah puasa sunnah syawal.
Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim ra, disebutkan bahwa berpuasa selama enam hari setara dengan berpuasa selama setahun penuh.
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim, no. 1164).
Seperti disebutkan dalam hadist itu pula, puasa syawal dilakukan selama 6 hari di bulan syawal.
Waktu pengerjaannya bisa dimulai setelah Lebaran Idul Fitri 1 Syawal.
Dalam praktik ibadahnya, ada sebagian umat muslim yang menuntaskan puasa syawal sekaligus dengan cara berpuasa selama 6 hari berturut-turut.
Sebaliknya, ada juga yang tidak mengerjakan puasa syawal langsung selama 6 hari berturut-turut, melainkan berselang hari.
Baca juga: Kapan Puasa Syawal Mulai Dikerjakan? Ini Waktu Pengerjaannya Menurut 4 Mazhab dari Buya Yahya
Sementara itu, pada hari Senin dan Kamis, umat muslim juga dianjurkan untuk mengamalkan ibadah puasa sunnah atau yang biasa disebut dengan puasa Senin Kamis.
Amalan puasa sunnah ini sebenarnya bisa dilakukan kapan saja setiap hari Senin dan Kamis.
Lantas di bulan Syawal ini, apa boleh jika umat muslim mengerjakan puasa syawal hanya pada hari Senin dan Kamis saja?
Bolehkah memilih hari-hari khusus untuk mengerjakan puasa syawal, atau mengerjakan puasa sunnah tidak berurutan selama 6 hari?
Persoalan ini rupanya sudah pernah disinggung oleh Buya Yahya dalam sebuah kajiannya yang diunggah di YouTube Al-Bahjah TV.