Internasional

The Fed Siap Tekan Suku Bunga, Wall Street Bergairah, Trump Ngamuk Lagi?

“Stabilitas tingkat pengangguran dan indikator pasar tenaga kerja lain memungkinkan kami bertindak hati-hati sembari mempertimbangkan

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nurul Hayati
(GETTY IMAGES NORTH AMERICA/GETTY IMAGES VIA AFP/DREW ANGERER VIA Kompas.com )
Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) berbicara dalam konferensi pers yang menahan suku bunga acuan setelah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) di kantor pusat Federal Reserve pada Rabu (14/6/2023) waktu setempat, di Washington, DC, Amerika Serikat. Jerome Powell, pada Jumat (23/8/2025) memberi sinyal bahwa bank sentral Amerika Serikat mungkin akan menurunkan suku 

The Fed Siap Tekan Suku Bunga, Wall Street Bergairah, Trump Ngamuk Lagi?

SERAMBINEWS.COM-Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, pada Jumat (23/8/2025) memberi sinyal bahwa bank sentral Amerika Serikat mungkin akan menurunkan suku bunga acuannya pada pertemuan 16–17 September mendatang.

Dilansir dari kantor berita Reuters (23/8/2025), Powell menyebut risiko terhadap pasar tenaga kerja semakin meningkat, meskipun inflasi masih menjadi ancaman utama.

“Stabilitas tingkat pengangguran dan indikator pasar tenaga kerja lain memungkinkan kami bertindak hati-hati sembari mempertimbangkan perubahan kebijakan. Namun prospek ekonomi dan keseimbangan risiko bisa memerlukan penyesuaian kebijakan,” kata Powell dalam konferensi tahunan The Fed di Jackson Hole, Wyoming.

Komentar tersebut membuat investor semakin yakin bahwa pemangkasan suku bunga akan dilakukan bulan depan. Data perdagangan menunjukkan peluang sekitar 85 persen bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 0,25 poin persentase.

Pasar juga memperkirakan adanya pemangkasan lanjutan pada Desember.

Sejumlah analis Wall Street yang sebelumnya memperkirakan penurunan suku bunga baru akan terjadi Desember kini merevisi pandangannya.

Baca juga: FBI Geledah Rumah Eks Penasihat Trump, Diduga Terkait Tulisan ‘Segunung Fakta’ dan Bocornya Rahasia

 Mereka menilai The Fed bisa memangkas total hingga 0,50 poin persentase pada akhir tahun dari level saat ini 4,25 persen–4,50 persen.

Powell menekankan pentingnya laporan ketenagakerjaan AS yang akan dirilis 5 September dan laporan inflasi sepekan berikutnya.

 Data terbaru menunjukkan rata-rata pertambahan lapangan kerja bulanan hanya sekitar 35.000 pada periode Mei–Juli, jauh lebih rendah dibanding tahun lalu.

 Tingkat pengangguran saat ini tercatat 4,2 persen.

Pernyataan Powell langsung memicu reaksi politik. Presiden Donald Trump kembali mengecam The Fed, menyebut pemangkasan seharusnya sudah dilakukan sejak tahun lalu.

 “Seharusnya dia sudah memotong suku bunga setahun yang lalu. Dia sudah terlambat,” kata Trump.

Trump bahkan menekan Powell dan anggota dewan lain untuk mundur.

Ia menargetkan Gubernur The Fed Lisa Cook agar mengundurkan diri, dan mengancam akan memecatnya jika tetap bertahan.

Baca juga: Zelensky Melunak di Depan Donald Trump: Bukan Gencatan Sementara, Tapi Perdamaian Abadi

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved