Senin, 20 April 2026

Berita Banda Aceh

Produksi Padi Aceh Turun 44,77 Ribu Ton

BPS Aceh mencatat produksi sektor pertanian di Aceh, khususnya komoditas padi, mengalami penurunan signifikan sepanjang tahun 2025

Editor: mufti
Chat GPT
Ilustrasi panen padi di Aceh. Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat produksi beras konsumsi sepanjang 2025 mengalami penurunan seiring berkurangnya luas panen dibandingkan tahun sebelumnya. 
Ringkasan Berita:
  • BPS Aceh mencatat produksi sektor pertanian di Aceh, khususnya komoditas padi, mengalami penurunan signifikan sepanjang tahun 2025
  • Produksi beras Aceh tercatat sebesar 0,93 juta ton, berkurang sekitar 26,79 ribu ton dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 0,96 juta ton
  • Angka ini mengalami penurunan sebesar 18,01 ribu ha atau sekitar 5,98 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 301,20 ribu hektare

“Produksi beras Aceh tercatat sebesar 0,93 juta ton, berkurang sekitar 26,79 ribu ton dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 0,96 juta ton.” HENDRA GUNAWAN, Statistisi Ahli Madya BPS Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat produksi sektor pertanian di Aceh, khususnya komoditas padi, mengalami penurunan signifikan sepanjang tahun 2025. Penurunan tersebut terjadi pada luas panen, produksi padi, hingga produksi beras.

Statistisi Ahli Madya BPS Aceh, Hendra Gunawan SST MSi, menyebutkan, pada 2025 luas panen padi di Aceh tercatat mencapai 283,18 ribu hektare (ha). Angka ini mengalami penurunan sebesar 18,01 ribu ha atau sekitar 5,98 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 301,20 ribu hektare.

Penurunan luas panen tersebut turut berdampak pada produksi padi. Sepanjang 2025, produksi padi di Aceh tercatat sebesar 1,62 juta ton gabah kering giling (GKG), turun sekitar 44,77 ribu ton dibandingkan produksi tahun 2024.

"Produksi beras juga mengalami tren penurunan. Pada 2025, produksi beras Aceh tercatat sebesar 0,93 juta ton, berkurang sekitar 26,79 ribu ton dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 0,96 juta ton,” katanya, saat workshop di Kantor BPS Aceh, Selasa (10/2/2026).

BPS mengungkapkan, penurunan produksi padi di sejumlah wilayah Aceh dipengaruhi berbagai faktor, antara lain alih fungsi lahan pertanian, perubahan iklim, serangan hama, serta dampak bencana hidrometeorologi.

Beberapa daerah yang mengalami penurunan produksi padi yang cukup signifikan antara lain Kabupaten Bireuen, Aceh Utara, dan Aceh Besar. Namun demikian, BPS juga mencatat adanya peningkatan produksi padi di sejumlah kabupaten, seperti Pidie, Aceh Barat Daya, dan Aceh Barat.

Berdasarkan hasil survei kerangka sampel area (KSA), realisasi luas panen padi di Aceh sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai sekitar 283,18 ribu ha, atau turun 5,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Safrizal, menjelaskan. akibat bencana banjir dan tanah longsor, lahan padi yang mengalami gagal panen hingga November 2025 mencapai 27.161 ha. Hal ini merupakan dampak dari banjir dan kekeringan.

Selain itu, jumlah luas baku sawah (LBS) di Provinsi Aceh dalam lima tahun terakhir juga mengalami penurunan. Pada tahun 2019, jumlah LBS seluas 213.996 ha. Jumlah tersebut mengalami penurunan di tahun 2024 yang hanya tinggal 202.811 ha.

Meski jumlah LBS turun, perkembangan luas tanam padi provinsi Aceh dari tahun 2023-2025 justru mengalami peningkatan. Dimana untuk tahun 2023, luas tanam padi di Aceh seluas 264.483 ha, 2024 seluas 332.567 dan 2025 seluas 263.189 ha.

Kedepan, pascabencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, pihaknya mengambil langkah antisipasi dengan optimasi lahan rawa, pompanisasi, bantuan mesin, irigasi perpompaan, serta perpipaan. “Disamping program rehabilitasi yang kita jalankan bersama Kementerian,” pungkasnya.(iw)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved