Breaking News
Sabtu, 25 April 2026

Harga BBM

Penyebab Harga Pertamax Turbo & Dexlite Naik Saat Minyak Dunia Turun, Ini Kata ESDM dan Pertamina

Kenaikan ini menjadi sorotan lantaran terjadi secara drastis di tengah tren harga minyak mentah dunia yang justru dilaporkan mengalami penurunan

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/Maulidi Alfata
HARGA BBM - Aktivitas di SPBU Keumuneng Kecamatan Peureulak, Aceh Timur masih kondusif tanpa antrian yang memanjang, pada Sabtu (18/4/2026). Kementerian ESDM dan Pertamina ungkap alasan kenaikan BBM nonsubsidi di saat harga minyak dunia turun. 

SERAMBINEWS.COM - PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang mulai berlaku pada Sabtu (18/4/2026).

Kenaikan ini menjadi sorotan lantaran terjadi secara drastis di tengah tren harga minyak mentah dunia yang justru dilaporkan mengalami penurunan signifikan.

Tiga jenis BBM yang mengalami kenaikan mencolok adalah Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Di wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax Turbo melonjak menjadi Rp 19.400 per liter, naik Rp 6.300 dari harga sebelumnya. 

Sementara itu, Dexlite mengalami kenaikan tertinggi sebesar Rp 9.400, menjadikannya dibanderol Rp 23.600 per liter.

Begitu pula dengan Pertamina Dex yang kini menyentuh harga Rp 23.900 per liter.

Lantas, apa alasan kenaikan harga BBM nonsubsidi di tengah turunnya harga minyak dunia?

Baca juga: Tiga Jenis BBM Nonsubsidi Naik Tajam, Suasana SPBU di Aceh Masih Normal

Penyebab harga BBM nonsubsidi Pertamina naik

Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax Turbo hingga Dexlite ini terjadi bersamaan dengan kabar turunnya harga minyak dunia.

Penurunan harga minyak dunia ini terjadi setelah Iran membuka kembali Selat Hormuz pada Jumat (17/4/2026). 

Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan jalur perdagangan minyak yang sangat vital karena menghubungkan Teluk Arab dengan Samudera Hindia.

Jalur ini menjadi rute utama distribusi minyak dari negara-negara Teluk seperti Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab. 

Dikutip dari Kompas.com, pada Jumat (17/4/2026), minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat turun 10,29 persen menjadi 84,95 dollar AS per barel, dan Brent turun ke level 90,87 dollar AS per barel.

Menanggapi anomali ini, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Robert Dumatubun, menjelaskan bahwa kebijakan kenaikan harga tersebut tetap mengacu pada regulasi Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022.

Dalam beleid itu diatur bahwa harga BBM nonsubsidi mengikuti dinamika pasar global, termasuk pergerakan harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

"Penyesuaian harga sesuai dengan Permen dan sudah dikoordinasikan, dilaporkan, dan dilakukan pembahasan dengan pemangku kepentingan terkait," ujar Robert seperti dilansir dari pemberitaan Kompas.com, Sabtu (18/4/2026).

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved