Harga Emas
Harga Emas Dunia Anjlok Lebih dari 2 Persen, Tertekan Penguatan Dolar AS
Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni juga melemah 2,3 persen menjadi 4.719,60 dollar AS per ons.
Ringkasan Berita:
- Harga emas dunia mengalami penurunan tajam lebih dari 2 persen pada penutupan perdagangan Selasa (21/4/2026) waktu setempat
- Pelemahan ini dipicu oleh penguatan dolar Amerika Serikat serta kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS, di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan penantian hasil pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran.
- Penguatan dolar AS sekitar 0,2 persen pada perdagangan sebelumnya menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas.
SERAMBINEWS.COM, NEW YORK – Harga emas dunia mengalami penurunan tajam lebih dari 2 persen pada penutupan perdagangan Selasa (21/4/2026) waktu setempat atau Rabu (22/4/2026) pagi WIB.
Pelemahan ini dipicu oleh penguatan dolar Amerika Serikat serta kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS, di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan penantian hasil pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran.
Mengutip laporan Reuters, harga emas di pasar spot tercatat turun sebesar 2,2 persen ke level 4.712,04 dollar AS per ons, yang merupakan posisi terendah dalam lebih dari sepekan terakhir.
Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni juga melemah 2,3 persen menjadi 4.719,60 dollar AS per ons.
Penguatan dolar AS sekitar 0,2 persen pada perdagangan sebelumnya menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas.
Kenaikan nilai dolar membuat emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga menurunkan minat beli terhadap logam mulia tersebut.
Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turut memperburuk tekanan terhadap emas.
Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset), emas cenderung kehilangan daya tarik ketika instrumen investasi lain seperti obligasi menawarkan return yang lebih tinggi.
Baca juga: Setelah Naik, Harga Emas Antam Hari Ini 22 April 2026 Kembali Anjlok, Cek Selengkapnya Disini
Analis pasar senior RJO Futures, Bob Haberkorn, menyatakan bahwa kombinasi penguatan dolar dan yield obligasi menjadi faktor dominan dalam pelemahan harga emas.
Ia juga menambahkan bahwa situasi geopolitik yang berkembang, khususnya terkait Iran, turut memberikan tekanan tambahan terhadap pasar logam mulia.
Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak ingin memperpanjang gencatan senjata dengan Iran yang akan segera berakhir. Ia bahkan menegaskan kesiapan militer AS jika jalur negosiasi tidak membuahkan hasil.
Pernyataan tersebut memicu lonjakan harga minyak mentah lebih dari 3 persen.
Kenaikan harga minyak yang terjadi sejak pecahnya konflik pada akhir Februari lalu antara AS dan Israel melawan Iran telah menimbulkan kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi global.
Kondisi ini berpotensi mendorong bank-bank sentral, termasuk Federal Reserve, untuk mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.
| Update Harga Emas di Banda Aceh Rabu 13 Mei 2026: Melemah Rp 40.000 per Mayamnya |
|
|---|
| Update Harga Emas di Banda Aceh 13 Mei 2026: Melemah Rp 40.000 per Mayamnya |
|
|---|
| Harga Emas Pegadaian Hari Ini 11 Mei 2026 Anjlok, Antam Turun Rp 35.000 per Gram |
|
|---|
| Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Turun Tajam: Cek Harga UBS, Galeri24 &Antam per 11 Mei 2026 |
|
|---|
| Harga Emas Antam Hari Ini 9 Mei 2026 Masih Bertahan, Segini Harga per Gramnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/harga-emas-batangan-antam.jpg)