Kamis, 7 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Ekonomi Aceh Tumbuh 4,09 persen

"Lapangan usaha konstruksi memberikan andil terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi Aceh yakni sebesar 1,36 persen.” AGUS ANDRIA

Tayang:
Editor: mufti
Serambinews.com/HO/HUMAS BPS ACEH
Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andria 

Ringkasan Berita:
  • BPS Aceh mencatat perekonomian Aceh pada Triwulan I Tahun 2026 tumbuh sebesar 4,09 persen secara tahunan atau year on year
  • Pertumbuhan ekonomi Aceh dihitung berdasarkan perubahan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan (ADHK), baik dari sisi lapangan usaha maupun pengeluaran
  • Pertumbuhan ekonomi Aceh sebesar 4,09 persen memberikan kontribusi 4,88 persen terhadap perekonomian Pulau Sumatera

“Lapangan usaha konstruksi memberikan andil terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi Aceh yakni sebesar 1,36 persen.” AGUS ANDRIA, Kepala BPS Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat perekonomian Aceh pada Triwulan I Tahun 2026 tumbuh sebesar 4,09 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala BPS Aceh, Agus Andria, mengatakan, pertumbuhan ekonomi Aceh dihitung berdasarkan perubahan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan (ADHK), baik dari sisi lapangan usaha maupun pengeluaran. “Secara umum ekonomi Aceh pada Triwulan I Tahun 2026 menunjukkan pertumbuhan positif,” kata Agus dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).

Ia menjelaskan, PDRB Aceh atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp 66,39 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan mencapai Rp 39,95 triliun.

Meski tumbuh positif, angka pertumbuhan tersebut sedikit melambat dibanding Triwulan I Tahun 2025 yang mencapai 4,59 persen. Sementara secara triwulanan atau quarter to quarter (q-to-q), ekonomi Aceh mengalami kontraksi sebesar 0,61 persen dibanding Triwulan IV Tahun 2025.

Menurut Agus, kontraksi secara q-to-q masih dipengaruhi pola musiman. Namun secara tahunan, ekonomi Aceh tetap konsisten tumbuh positif dalam beberapa tahun terakhir.

Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi didorong meningkatnya aktivitas sejumlah lapangan usaha. Produksi daging ayam, sapi, dan kerbau meningkat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.

Selain itu, aktivitas sektor akomodasi kembali meningkat pascapemulihan bencana banjir. Di sektor konstruksi, penjualan semen naik sekitar 30 persen. Peningkatan itu didorong kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir, seperti pembangunan hunian sementara, hunian tetap, jalan, hingga jembatan.

“Daya beli masyarakat juga meningkat, didorong bertambahnya jumlah ASN sebesar 11,32 persen serta pembayaran gaji dan THR,” ujarnya.

Program Makan Bergizi Gratis disebut mulai memberikan dampak terhadap perekonomian Aceh dengan lebih dari 650 SPPG aktif pada Triwulan I 2026. Program itu mendorong aktivitas penyediaan makan minum, industri makanan, dan perdagangan.

Secara struktur ekonomi, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih mendominasi dengan kontribusi 31,70 persen terhadap total PDRB Aceh. Kemudian disusul perdagangan besar dan eceran sebesar 15,92 persen, administrasi pemerintahan 8,99 persen, konstruksi 8,72 persen, serta transportasi dan pergudangan 6,53 persen.

Dari sisi pertumbuhan lapangan usaha, sektor jasa keuangan dan asuransi tumbuh paling tinggi sebesar 17,96 persen. Selanjutnya konstruksi tumbuh 15,95 persen serta penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 13,54 persen.

Sebaliknya, sektor pertambangan dan penggalian mengalami kontraksi 9,05 persen, sedangkan pengadaan air turun 1,97 persen. “Lapangan usaha konstruksi memberikan andil terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi Aceh yakni sebesar 1,36 persen, diikuti perdagangan sebesar 1,27 persen,” jelas Agus.

Dari sisi pengeluaran, struktur PDRB Aceh didominasi ekspor barang dan jasa sebesar 65,07 persen, konsumsi rumah tangga 55,14 persen, dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 32,33 persen.

Komponen impor barang dan jasa luar negeri sebagai faktor pengurang PDRB berkontribusi sebesar 71,45 persen. BPS mencatat konsumsi pemerintah menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi yakni 26,12 persen, diikuti konsumsi LNPRT sebesar 14,81 persen dan PMTB sebesar 10,76 persen.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved