Rabu, 3 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Nilai Ekspor Kopi Aceh Turun, Hanya Capai Rp 440,99 Miliar

“Banyak ekspor kopi asal Provinsi Aceh dikirim melalui pelabuhan muat di luar wilayah provinsi ujung barat Indonesia tersebut." M RIZKI BAIDILLAH

Tayang:
Editor: mufti
Serambinews.com/HO
ILUSTRASI --- JEMUR KOPI - Pekerja menjemur kopi untuk di ekspor ke Amerika Serikat -- Foto direkam beberapa waktu lalu. 
Ringkasan Berita:
  • Kantor Wilayah DJBC Aceh mencatat nilai ekspor komoditas kopi dari daerah ini pada periode Januari hingga April 2026 mencapai Rp 440,99 miliar
  • Nilai devisa ekspor kopi tersebut mengalami penurunan dibandingkan periode sama pada 2025 yang mencapai Rp 619,21 miliar, serta periode serupa pada 2024 sebesar Rp 926,67 miliar
  • Data kepabeanan tersebut dapat menjadi referensi bagi seluruh pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan potensi komoditas ekspor dari Aceh

“Banyak ekspor kopi asal Provinsi Aceh dikirim melalui pelabuhan muat di luar wilayah provinsi ujung barat Indonesia tersebut." M RIZKI BAIDILLAH, Kepala Kantor Wilayah DJBC Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Aceh mencatat nilai ekspor komoditas kopi dari daerah ini pada periode Januari hingga April 2026 mencapai Rp 440,99 miliar.

“Berdasarkan data kepabeanan periode ini, akumulasi devisa ekspor kopi Provinsi Aceh mencapai Rp440,99 miliar," kata Kepala Kantor Wilayah DJBC Aceh M Rizki Baidillah, Selasa (2/6/2026).

Nilai devisa ekspor kopi tersebut mengalami penurunan dibandingkan periode sama pada 2025 yang mencapai Rp 619,21 miliar, serta periode serupa pada 2024 sebesar Rp 926,67 miliar.

Sedangkan total devisa ekspor kopi asal Provinsi Aceh pada 2024 tercatat mencapai Rp 2,45 triliun. Sementara, pada 2025 mengalami penurunan dengan total devisa sebesar Rp 1,21 triliun. "Dari hasil analisa data kepabeanan pada 2024 dan 2025, penurunan nilai ekspor tersebut turut dipengaruhi dinamika pelaku usaha," kata M Rizki Baidillah.

Disebutkan, beberapa perusahaan yang berkontribusi besar dalam ekspor kopi pada 2024, namun tidak lagi tercatat melakukan ekspor komoditas kopi pada 2025. "Kemudian, mayoritas perusahaan yang masih konsisten melakukan ekspor, rata-rata mengalami pengiriman. Catatan penting lainnya banyak ekspor kopi asal Provinsi Aceh dikirim melalui pelabuhan muat di luar wilayah provinsi ujung barat Indonesia tersebut," katanya.

Dikatakan, pihaknya berkomitmen penuh memberikan informasi secara periodik mengenai perkembangan ekspor dan impor suatu produk secara transparan kepada publik. "Melalui penyajian data tersebut, kami ingin memberikan gambaran utuh mengenai peta kekuatan komoditas daerah. Data kepabeanan tersebut dapat menjadi referensi bagi seluruh pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan potensi komoditas ekspor dari Aceh," kata M Rizki Baidillah.(antaranews.com)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved