Berita Banda Aceh
USK Ciptakan Bubu Ramah Lingkungan, Cegah Penangkapan Hiu dan Pari
“Bubu ini dirancang agar nelayan tetap produktif, sementara spesies yang dilindungi bisa terjaga.” ILHAM FAJRI, Ketua Program
“Bubu ini dirancang agar nelayan tetap produktif, sementara spesies yang dilindungi bisa terjaga.” ILHAM FAJRI, Ketua Program
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Tim Dosen Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala (USK) berupaya mengurangi adanya tangkapan ikan hiu dan pari secara tak sengaja oleh nelayan, dengan menciptakan bubu ramah lingkungan.
Untuk diketahui, ikan hiu dan pari merupakan spesies terancam punah, yang selama ini sering tertangkap tidak sengaja di jaring nelayan.
Penerapan bubu ramah lingkungan itu dilaksanakan bersama Panglima Laot Lhok Keluang, Aceh Jaya, melalui program pengabdian kemitraan masyarakat melalui penerapan alat tangkap bubu ramah lingkungan Inovasi bubu ini merupakan solusi inovatif untuk mengurangi tangkapan sampingan (bycatch).
Ketua Program, Ilham Fajri, mengatakan, program ini juga bertujuan meningkatkan hasil tangkapan ikan target nelayan secara berkelanjutan. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Prodi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, dengan dukungan dana pengabdian dari DPPM BIMA Kemendiktisaintek dan LPPM PTNBH Universitas Syiah Kuala.
Inisiatif ini juga melibatkan kolaborasi lintas disiplin ilmu dari USK, dengan anggota tim yang terdiri dari Inda Mardhatillah, Teuku Haris Iqbal, Ahmad Fauzan Lubis dari Prodi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Tarmizi dari Prodi Teknik Geofisika.
Menurut Ilham, inovasi ini sangatlah bermanfaat, Karena selama ini, nelayan Lhok Keluang masih mengandalkan jaring insang dasar (bottom gillnet) yang kerap secara tidak sengaja tertangkap ikan sampingan (bycatch) berupa anakan hiu martil/yee rimbah (Sphyrna lewini) dan pari kekeh/yee baji (Rhynchobatus australiae).
Kedua spesies ini termasuk kategori Critically Endangered dalam daftar merah IUCN dan masuk Apendiks II CITES. Dikatakan, dalam satu musim penangkapan, satu kapal nelayan bisa tak sengaja menangkap puluhan hingga ratusan anakan hiu martil. Kondisi tersebut mengancam kelestarian populasi kedua spesies tersebut yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut.
“Melalui penerapan ke alat tangkap alternatif yaitu bubu, nelayan didorong untuk beralih ke alat tangkap yang lebih selektif, efisien, dan ramah lingkungan,” ucapnya.
Melalui program pengabdian ini, nelayan diperkenalkan cara membuat dan menggunakan bubu ramah lingkungan yang lebih selektif, sehingga hanya menangkap ikan target bernilai ekonomi tinggi seperti kakap dan kerapu, sekaligus mengurangi risiko masuknya hiu dan pari. “Bubu ini dirancang agar nelayan tetap produktif, sementara spesies yang dilindungi bisa terjaga,” jelas Ilham Fajri.
Selain ramah lingkungan, penggunaan bubu juga memiliki keunggulan ekonomis. Nelayan tidak hanya memperoleh ikan target dengan kualitas yang lebih baik, tetapi juga menghemat biaya operasional karena bubu dapat digunakan berulang kali dan relatif lebih tahan lama dibandingkan jaring insang.(mun)
Berita Banda Aceh
Bubu Ramah Lingkungan
USK Ciptakan Bubu Ramah Lingkungan
Panglima Laot Lhok Keluang
Ilham Fajri
| Legislator Gerindra Dorong Pemko Banda Aceh Perkuat Anggaran Lembaga Keistimewaan Aceh |
|
|---|
| Keberadaan Bibit Siklon Tropis 92S Belum Berdampak Langsung Terhadap Aceh, Ini Penjelasan BMKG |
|
|---|
| Disdik Aceh Larang Siswa Konvoi dan Coret Seragam saat Rayakan Kelulusan |
|
|---|
| Wisuda dan Study Tour Resmi Dilarang! Disdik Aceh Terbitkan Surat Edaran |
|
|---|
| Disdik Aceh Resmi Terbitkan Surat Edaran Larangan Kegiatan Wisuda dan Study Tour |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/usk0310251.jpg)