Citizen Reporter
Belajar Penguatan Kapasitas Tata Kelola Publik di India
Awal tahun 2026, kami perwakilan dari Pemerintah Aceh, peroleh kesempatan mengikuti Short Course Indian Technical and Economic Cooperation
RAHMAT HIDAYAT, S.E., ASN Dinas Perhubungan Aceh, melaporkan dari India
Kesempatan untuk belajar dan bertukar pengalaman di tingkat internasional merupakan anugerah sekaligus tanggung jawab besar bagi setiap aparatur sipil negara (ASN).
Pada awal tahun 2026, kami, perwakilan dari Pemerintah Aceh, memperoleh kesempatan mengikuti Short Course Indian Technical and Economic Cooperation (ITEC) yang diselenggarakan oleh Pemerintah India melalui Ministry of External Affairs dengan tema “Mid Career Training Programme on Public Policy and Governance for Civil Servants of South-East Asian and IOR Countries.”
Perjalanan ini bukan sekadar kunjungan dinas biasa, melainkan sebuah proses pembelajaran intensif yang dirancang untuk memperkuat kapasitas aparatur dalam merumuskan kebijakan publik serta meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.
Keikutsertaan kami dalam program ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Aceh untuk terus beradaptasi dengan perkembangan global, memperluas wawasan, dan menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif dan responsif.
Antusiasme peserta
Pekan pertama awal tahun 2026, rasa syukur dan senang berpadu dengan rasa haru dan duka, karena kami termasuk di antara peserta yang mendapatkan rekom dari Pemerintah Aceh untuk mengikuti kursus singkat (short course) di India.
Di sisi lain, rasa berkabung akibat duka akhir tahun yang menimpa hampir seluruh Aceh tidak terkecuali juga masih memenuhi hati dan pikiran kami. Terlebih lagi saat-saat proses pendaftaran kursus ini, saya dan kawan kantor sedang bertugas ke Terminal Tipe B Aceh Tamiang, salah satu lokasi terparah saat banjir terjadi. Saya bertahan di sana selama sepuluh hari dengan segala keterbatasan logistik, air, listrik, dan BBM sebelum akhirnya bisa menembus jalur darat ke Langsa dan bisa menyelesaikan proses ‘submit’ dokumen untuk keperluan kursus di India ini.
Ekspektasi kelulusan sempat memudar, semangat yang dulu menggebu turun landai. Namun, takdir dan rezeki memang sungguh mengetahui alamat empunya. Beberapa hari kemudian surat elektronik masuk dari Pemerintah India berisi pernyataan diterimanya berkas aplikasi saya berikut lampiran ‘letter of acceptance’ (LoA). Dukungan keluarga dan dorongan rekan kerja begitu bermakna dan mendasari keputusan saya mengambil kesempatan ini, selaras dengan ‘quote’ motivasi “Opportunity never knocks twice; take it or leave it.”
Perjalanan dimulai dengan berbagai persiapan administratif, mulai dari pengurusan dokumen perjalanan ke Konsulat India di Medan, koordinasi antarinstansi, hingga pembekalan internal mengenai tujuan dan manfaat program.
Rasa antusias menyertai setiap tahap persiapan, mengingat program ITEC yang kami ambil merupakan pelatihan bergengsi yang diikuti peserta dari berbagai negara di Asia Tenggara dan Indian Ocean Region (IOR).
Setibanya di India, kami disambut dengan suasana berbeda, tetapi penuh keramahan. India sebagai negara dengan sejarah panjang dalam sistem pemerintahan dan demokrasi modern memberikan kesan mendalam sejak hari pertama.
Perbedaan budaya, bahasa, dan kebiasaan justru menjadi warna tersendiri yang memperkaya pengalaman kami sebagai peserta.
Pusat pembelajaran National Center for Good Governance (NCGG) menjadi lokasi utama pelatihan. Institusi ini dikenal sebagai salah satu pusat unggulan dalam pengembangan kapasitas aparatur pemerintahan di India.
Fasilitas yang tersedia sangat mendukung proses pembelajaran, mulai dari ruang kelas modern, perpustakaan digital, hingga akses terhadap berbagai sumber referensi kebijakan publik internasional.
Citizen Reporter
Penulis Citizen Reporter
Penulis CR
Belajar Penguatan Kapasitas Tata Kelola Publik di
RAHMAT HIDAYAT SE
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
| Phuket Destinasi Wisata yang Memanjakan Lidah dan Mata |
|
|---|
| Aceh dalam Bayang Transformasi Asia: Catatan dari Beijing tentang Masa Depan SDM Indonesia |
|
|---|
| Dari Beijing untuk Aceh: Membangun Generasi Masa Depan melalui Perdamaian dan Penguatan SDM |
|
|---|
| Saat Massa Menuntut Keadilan, Saiful Mencari Rezeki di Tengah Kericuhan |
|
|---|
| Di Bawah Langit Sanliurfa: Ketika Api Menjadi Dingin dan Iman Menjadi Nyata |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/RAHMAT-HIDAYAT-CR.jpg)