Citizen Reporter
Belajar Penguatan Kapasitas Tata Kelola Publik di India
Awal tahun 2026, kami perwakilan dari Pemerintah Aceh, peroleh kesempatan mengikuti Short Course Indian Technical and Economic Cooperation
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi yang komprehensif, mencakup perumusan kebijakan publik, reformasi birokrasi, ‘digital governance’, transparansi dan akuntabilitas, pelayanan publik berbasis teknologi, serta strategi kepemimpinan dalam pemerintahan modern.
Setiap sesi diisi oleh akademisi, praktisi pemerintahan, dan pakar kebijakan publik.
Metode pembelajarannya tidak hanya teoretis, tetapi juga interaktif melalui diskusi kelompok, studi kasus, dan simulasi perumusan kebijakan. Pendekatan ini mendorong peserta untuk aktif berbagi pengalaman dari negara masing-masing, sehingga tercipta pertukaran ide yang konstruktif dan aplikatif.
Salah satu nilai utama dari program ini adalah kesempatan untuk berinteraksi dengan sesama ASN dari berbagai negara, mulai dari Vietnam, Kamboja, Tailan, Sri Lanka, dan peserta dari Afrika, yakni Mauritus dan Tanzania.
Kami berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi dalam tata kelola pemerintahan. Mulai dari isu pelayanan publik, transparansi anggaran, hingga transformasi digital di sektor pemerintahan.
Perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang, justru menjadi kekuatan dalam membangun pemahaman lintas budaya dan sistem pemerintahan.
Kami menyadari bahwa meskipun setiap negara memiliki karakteristik dan regulasi yang berbeda, tujuan akhirnya tetap sama, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kebijakan yang tepat sasaran dan pelayanan yang berkualitas.
Bagi kami dari Aceh, diskusi ini membuka perspektif baru tentang pentingnya kolaborasi internasional serta penerapan praktik terbaik yang dapat diadaptasi sesuai kebutuhan daerah.
Penguatan kompetensi
Program Mid Career Training ini dirancang khusus bagi ASN yang telah memiliki pengalaman kerja di pemerintahan. Materi yang disampaikan lebih menekankan pada penguatan kompetensi strategis, analisis kebijakan, dan kepemimpinan birokrasi. Kami juga diajak merefleksikan peran sebagai pelayan publik, bukan sekadar pelaksana administrasi.
Salah satu pelajaran penting yang kami peroleh adalah pentingnya ‘good governance’ yang berlandaskan transparansi, partisipasi publik, efektivitas, dan akuntabilitas. Pemerintahan yang baik tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada integritas aparatur dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman.
Selain itu, transformasi digital dalam pemerintahan menjadi topik yang sangat relevan. India sebagai negara dengan perkembangan teknologi informasi yang pesat memberikan contoh nyata bagaimana digitalisasi mampu meningkatkan efisiensi layanan publik serta memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat.
Diplomasi lunak
Di luar kegiatan akademik, kami juga berkesempatan mengenal budaya India melalui kunjungan ke beberapa lokasi bersejarah dan pusat pemerintahan. Interaksi sosial dengan masyarakat setempat memperkaya pemahaman kami mengenai keberagaman budaya dan nilai-nilai toleransi.
Program ini secara tidak langsung juga menjadi sarana diplomasi lunak (soft diplomacy) antarnegara.
Citizen Reporter
Penulis Citizen Reporter
Penulis CR
Belajar Penguatan Kapasitas Tata Kelola Publik di
RAHMAT HIDAYAT SE
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
| Phuket Destinasi Wisata yang Memanjakan Lidah dan Mata |
|
|---|
| Aceh dalam Bayang Transformasi Asia: Catatan dari Beijing tentang Masa Depan SDM Indonesia |
|
|---|
| Dari Beijing untuk Aceh: Membangun Generasi Masa Depan melalui Perdamaian dan Penguatan SDM |
|
|---|
| Saat Massa Menuntut Keadilan, Saiful Mencari Rezeki di Tengah Kericuhan |
|
|---|
| Di Bawah Langit Sanliurfa: Ketika Api Menjadi Dingin dan Iman Menjadi Nyata |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/RAHMAT-HIDAYAT-CR.jpg)