Citizen Reporter
Indonesia Kaya SDA, Tapi Mengapa Rakyat Miskin dan Bodoh?
Tanahnya subur dan maha luas. Sejatinya rakyat Indonesia hidup makmur dan sejahtera
Negara-negara tersebut membuat kualitas sumber daya manusia menjadi tinggi melalui sistem pendidikan yang baik dan merata. Hal ini membuktikan bahwa kemajuan suatu bangsa tidak semata-mata ditentukan oleh kekayaan alam, melainkan oleh bagaimana negara tersebut mengelola dan mengembangkan kualitas manusia yang ada di dalamnya.
Oleh karena itu, sudah saatnya Indonesia mengubah arah pembangunan dengan menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama.
Kekayaan sumber daya alam seharusnya menjadi modal untuk memperkuat kualitas pendidikan, bukan sekadar menjadi kebanggaan tanpa dampak nyata.
Jika hal ini tidak segera dilakukan, maka Indonesia akan terus berada dalam ketimpangan kaya akan sumber daya alam, tetapi tertinggal dalam kualitas sumber daya manusianya.
Beri Kami Beasiswa, bukan MBG
Dana pendidikan Indonesia tergolong besar, tapi dialokasikan untuk program yang tidak sesuai kebutuhan. Alokasi dana Makan Bergizi Gratis (MBG) melimpah, hampir Rp 350 triliun per tahunnya (https://www.cnbcindonesia.com/news/20260219124211-4-712100/segini-besaran-anggaran-pendidikan-mbg-di-apbn-2026)
Sementara untuk kebutuhan beasiswa S1, S2, dan S3 sangat terbatas. Kami yang duduk di bangku kuliah S1 kesulitan mendapatkan dana untuk keperluan penelitian lapangan, ikut program Student Exchange (tahun ini ke Brunei Darussalam), KPM internasional dan lain-lain.
Setelah selesai S1 nanti kami bercita-cita untuk melanjutkan pendidikan S2 ke Jakarta atau ke luar negeri. Kami masih kesulitan mencari sumber beasiswa.
Ini sejalan dengan motivasi yang diberikan dosen kami dari Prodi KPI UIN Ar-Raniry, Hasan Basri M. Nur, PhD, yaitu kami perlu mempersiapkan strategi mendapatkan pekerjaan atau lanjut pendidikan S2 dengan sumber dana beasiswa.
Sebagai solusinya, melalui artikel ini kami sangat berharap kepada pihak pemerintahan RI (Presiden dan DPR RI) agar mengalihkan dana MBG untuk beasiswa S1, S2 dan S3 putra putri Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.
Bagi kami dari kalangan keluarga bukan kaya, beasiswa S1, S2 dan S3 jauh lebih bermanfaat daripada MBG. Melalui tersedianya beasiswa yang melimpah, maka kemiskinan dan kebodohan akan tertangani. Semoga aspirasi dibaca dan kemudian mengubah kebijakan negara. Amin.
Banda Aceh, 21 April 2026
Penulis,
Shafa Salsabila dan Masyaroh Afrina
(Mahasiswi Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Ar-Raniry, email: shafa23avoteler@gmail.com dan maysarohafrina816@gmail.com )
| Student Exchange UIN Ar-Raniry Kunjungi Masjid Jame' Asr Hassanil Bolkiah, Brunei Darussalam |
|
|---|
| Jemput Ilmu dan Jaringan Internasional: 13 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Terbang ke Brunei Darussalam |
|
|---|
| 13 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Lulus Program Student Exchange ke Brunei Darussalam 2026 |
|
|---|
| Ikhtiar India Menghadirkan Hunian Layak bagi Masyarakat Miskin Kota |
|
|---|
| Menjalani Puasa Ramadhan di Musim Dingin Barat Irlandia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Shafa-Salsabila-dan-Masyaroh-Afrina-Mahasiswi-Prodi-Komunikasi-dan-Penyiaran-Islam-UIN-Ar-Raniry.jpg)