Breaking News
Kamis, 30 April 2026

Salam

Pembebasan Daerah Terisolasi Harus Dipercepat

memasuki hari Ke-40. ternyata masih ada beberapa wilayah yang terisolasi dan belum dapat diakses secara optimal melalui jalur darat.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: mufti
angkapan Layar YouTube ABC News/KORAN SERAMBI INDONESIA
HEADLINE SERAMBI INDONESIA EDISI SENIN 20260105 

HARIAN Serambi Indonesia edisi Senin (5/1/2026) memberitakan, bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Aceh kini memasuki hari Ke-40. Namun, ternyata masih ada beberapa wilayah yang terisolasi dan belum dapat diakses secara optimal melalui jalur darat. Hal itu diungkapkan Ketua Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, M Nasir SIP MPA, Minggu (4/1/2026). Karena itu, Pemerintah Aceh terus memacu distribusi logistik via uda-ra. M Nasir yang juga Sekda Aceh menyebutkan, hingga Sabtu (3/1/2025), penyaluran logistik via udara sudah menjangkau 52 kecamatan di 10 kabupaten/kota.

“Distribusi logistik disesuaikan dengan titik koordinat desa yang berada dalam masing-masing kecamatan, dan hari ini dis-tribusi masih terus dilakukan sesuai titik koordinat yang sudah terdata,” kata M Nasir. Menurutnya, distribusi bantuan dilaku-kan berdasarkan titik koordinat desa terisolasi yang tersebar di setiap kecamatan terdampak. 

Adapun bantuan logistik yang dikirim melalui jalur udara pada Sabtu meliputi wilayah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Ti-mur, Aceh Tengah, Nagan Raya, Aceh Barat, Bireuen, Gayo Lues, Aceh Tamiang, dan Bener Meriah. Nasir melanjutkan, Pemerintah Aceh mengimbau pemerintah kabupaten/kota untuk segera me-nyampaikan koordinat wilayah yang belum dapat diakses secara maksimal agar distribusi bantuan dapat tepat sasaran. 

“Di saat yang sama, pemerintah masih terus berupaya membu-ka kembali akses darat agar arus bantuan dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat segera pulih,” ucapnya. Ia menambahkan, pe-merintah berkomitmen dan terus memaksimalkan distribusi logis-tik ke seluruh wilayah terdampak, baik daerah yang masih teriso-lasi maupun wilayah yang aksesnya sudah terbuka.

Masih adanya daerah-daerah terisolasi di Aceh akibat banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu, jelas menjadi PR besar pemerintah dan jajarannya. Se-bab, kondisi itu jelas membuat akses masyarakat ke berbagai fa-silitas kebutuhan dasar seperti kesehatan, makanan, air bersih, dan lain-lain juga masih terputus. Karena itu, pembebasan semua daerah terisolasi harus dipercepat. Apalagi, dalam waktu yang ti-dak lama lagi, masyarakat Aceh akan menyambut dua momen be-sar yakni puasa Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Untuk memastikan semua masyarakat Aceh--terutama kor-ban banjir yang masih berada dalam wilayah terisolasi, pemerin-tah tentu harus mempercepat perbaikan infrastruktur seperti ja-lan dan jembatan yang rusak, serta meningkatkan aksesibilitas ke daerah-daerah terisolasi tersebut agar dapat dijangkau kemba-li seperti sebelumnya. Jika daerah-daerah itu tidak lagi terisolasi, maka masyarakatnya juga akan lebih mudah melakukan aktivitas di berbagai sektor. Selain itu, terbukanya akses melalui jalur darat ke lokasi bencana juga memudahkan berbagai pihak yang ingin menyalurkan bantuan kepada para korban di wilayah tersebut.

Lebih dari itu, percepatan pembebasan daerah terisolasi juga membantu masyarakat untuk bisa memulai kembali kehidupan menuju kondisi normal seperti sebelum bencana menerjang. Te-gasnya, dengan mempercepat pembebasan daerah dari isolasi berarti kita sudah dapat meningkatkan kualitas hidup para korban bencana sekaligus mengurangi penderitaan mereka. Kita akui me-mang itu adalah tugas berat. Namun, pemerintah bersama jajar-annya tetap harus berusaha maksimal agar bisa membebaskan semua daerah yang terisolasi dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi. Sehingga, korban bencana di daerah tersebut benar-benar dapat merasakan langsung kehadiran pemerintah. 

Akhirnya, kita berharap pembebasan daerah terisolasi akan berdampak pada meningkatnya akses ke fasilitas dasar, me-ningkatkan kualitas hidup masyarakat, mengurangi kesen-jangan antardaerah, meningkatkan keselamatan masyarakat, mningkatkan perekonomian dan kesempatan kerja, serta me-ningkatkan kualitas pelayanan publik. Semoga! (*)

POJOK

Alat berat akan dikerahkan untuk normalisasi sungai 
Kalau tanpa alat berat jelas tak mungkin dinormalisasi kan?

Tim damkar evakuasi ular sanca dari rumah warga
Ini artinya tim damkar bukan hanya siap untuk mema-damkan kebakaran aja kan?

Pilkada oleh DPRD langkah mundur demokrasi 
Dengan sistem elama ini juga tak banyak kemajuan kan?

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved