Salam
Rektor Baru, Harapan Baru USK
PROF Dr Mirza Tabrani SE MBA DBA resmi terpilih sebagai Rek-tor Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2026–2031.
PROF Dr Mirza Tabrani SE MBA DBA resmi terpilih sebagai Rek-tor Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2026–2031. Ia terpi-lih dalam Rapat Pleno Tertutup Majelis Wali Amanat (MWA) yang digelar di Balai Senat USK, Darussalam, Banda Aceh, Senin (2/2/2026).
Dalam pemilihan tersebut, Prof Mirza memperoleh 13 suara. Sementara itu, Prof Dr Ir Agussabti MSi meraih 5 suara dan Prof Dr Ir Marwan memperoleh 1 suara. Total terdapat 19 suara, de-ngan jumlah pemberi hak suara sebanyak 13 orang. Adapun Men-teri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) memiliki bobot suara sebesar 35 persen atau setara 7 suara.
“Terpilih Prof Mirza dengan 13 suara,” ujar Ketua MWA USK, Safrizal ZA, didampingi Ketua Panitia Pemilihan Rektor (PPR) USK, Rusli Yusuf, serta Staf Ahli Menteri Bidang Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Muhammad Hasan Chabi-bie, yang mewakili Mendikti Saintek, sebagaimana diberitakan Se-rambi, Selasa (3/2/2026).
Rencananya, pelantikan Rektor USK terpilih akan dilaksanakan pada 6 Maret 2026. Seluruh tahapan pemilihan, termasuk penge-sahan dan pelantikan, dijadwalkan rampung sebelum 8 Maret 2026.
Terpilihnya Prof Mirza Tabrani ini menandai sebuah babak baru kepemimpinan di kampus tertua dan terbesar di Aceh. Proses pe-milihan yang berlangsung melalui mekanisme MWA secara ter-tutup, dengan hasil suara yang cukup tegas, memberi legitima-si kuat bagi kepemimpinan Prof Mirza untuk lima tahun ke depan.
Kemenangan dengan peroleh an 13 suara, jauh di atas dua kandidat lainnya, mencerminkan kepercayaan mayoritas MWA ter-hadap visi, rekam jejak, serta kapasitas manajerial yang dimiliki Prof Mirza. Di tengah tantangan perguruan tinggi yang semakin kompleks, mulai dari tuntutan mutu akademik, kemandirian finan-sial, hingga relevansi social. USK membutuhkan figur rektor yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga cakap dalam tata kelola dan kepemimpinan strategis.
Pengalamannya di lingkungan kampus, mulai dari Ketua Jurus-an, Pembantu Dekan, hingga Dekan Fakultas Ekonomi, membe-ri modal penting dalam memahami dinamika internal universitas. Lebih dari itu, latar belakangnya di sektor keuangan dan manaje-men risiko, termasuk sebagai Komisaris Independen Bank Aceh Syariah, menjadi nilai tambah yang relevan dengan salah satu agenda krusial USK, yaitu kemandirian finansial.
Gagasan membangun Good University Governance (GUG) yang di-padukan dengan konsep smart humanocracy governance dan integri-tas patut diapresiasi. Pendekatan ini menunjukkan kesadaran bahwa universitas modern tidak bisa lagi dikelola dengan birokrasi kaku dan lamban. Kampus harus menjadi ruang yang adil, adaptif, dan mem-beri kesempatan berkembang bagi seluruh sivitas akademika, tanpa mengorbankan akuntabilitas dan transparansi.
Namun, gagasan besar tentu harus diuji dalam praktik. Renca-na pembentukan USK Holding Company, optimalisasi aset produk-tif, penguatan riset terapan, hingga komersialisasi laboratorium ter-akreditasi adalah langkah strategis yang menjanjikan. Tantangannya adalah memastikan bahwa orientasi kemandirian finansial tidak menggeser jati diri USK sebagai institusi akademik dan pusat peng-abdian kepada masyarakat. Universitas bukan sekadar entitas bis-nis, melainkan juga penjaga nilai, ilmu, dan kepentingan publik.
Lebih jauh, komitmen USK itu harus diwujudkan dalam kontri-busi nyata bagi Aceh. Sebagai perguruan tinggi kebanggaan dae-rah, USK dituntut hadir menjawab persoalan riil masyarakat, men-dukung kebijakan pembangunan daerah, serta menjadi motor inovasi berbasis riset yang berdampak langsung.
Harapan publik kini bertumpu pada konsistensi antara janji dan pelaksanaan. Lima tahun ke depan akan menjadi ujian apakah USK mampu melompat menjadi universitas yang lebih mandiri, unggul, dan berintegritas, serta tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Prof-Mirza-Rektor-Baru-USK.jpg)