Salam

Penyebaran Virus Flu Ancam Aktivitas 

Ratusan siswa mengalami gejala demam secara tiba-tiba, mengganggu proses belajar dan memicu kekhawatiran akan penyebaran virus flu

Editor: mufti
GOOGLE
Ilustrasi Virus influenza 

Gelombang demam massal yang melanda SMA Fajar Harapan (Farhan) Banda Aceh beberapa hari terakhir menjadi peringatan serius bagi kita semua. Ratusan siswa mengalami gejala demam secara tiba-tiba, mengganggu proses belajar dan memicu kekhawatiran akan penyebaran virus flu yang cepat dan meluas. Kejadian ini bukan sekadar masalah internal sekolah, melainkan sinyal bahaya bagi masyarakat luas untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular yang kerap diremehkan.

Virus influenza memang sering dianggap ringan, namun dampaknya bisa sangat serius jika tidak ditangani dengan tepat. Penularannya yang mudah melalui udara, sentuhan, dan benda-benda yang terkontaminasi menjadikannya ancaman nyata di lingkungan padat seperti sekolah, pasar, kantor, dan tempat ibadah. Saat daya tahan tubuh menurun, flu bahkan bisa menjadi pintu masuk bagi penyakit lain yang lebih berat, seperti pneumonia atau infeksi sekunder lainnya.

Kekhawatiran ini semakin diperkuat oleh kasus serupa yang terjadi di Dayah Darul Ihsan, Gampong Siem, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar. Virus influenza menyerang hampir setengah dari total santri yang menempuh pendidikan di dayah tersebut. Wakil Pimpinan Dayah, Abu Krueng Kalee, Mustafa Husen Woyla, menyebutkan bahwa lebih dari 50 persen santri telah dipulangkan akibat wabah ini. Bahkan dirinya dan anggota keluarganya turut terinfeksi.

Awalnya hanya satu dua santri yang mengeluh demam, namun dalam waktu singkat jumlahnya melonjak hingga hampir 300 orang dari total 1.300 santri. Pihak dayah pun terpaksa menunda kegiatan maulid dan mempertimbangkan pembelajaran daring, mengingat rumah sakit di Banda Aceh mulai dipenuhi pasien dengan gejala serupa. Ini menunjukkan bahwa penyebaran virus flu dapat berlangsung secara eksponensial jika tidak segera diintervensi.

Situasi ini menunjukkan bahwa virus flu bukanlah ancaman yang bisa dianggap remeh. Masyarakat harus menyadari bahwa pencegahan adalah kunci utama. Menggunakan masker saat beraktivitas, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan tidak memaksakan diri saat sakit adalah langkah sederhana namun sangat efektif. Sekolah, dayah, dan institusi publik harus memperketat protokol kesehatan, menyediakan fasilitas kebersihan, dan melakukan edukasi rutin kepada warga. Pemerintah daerah juga perlu memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk layanan kesehatan, pendidikan, dan komunikasi publik.

Kejadian di SMA Farhan dan Dayah Darul Ihsan harus menjadi pelajaran bersama. Ketika satu orang terinfeksi dan tidak ditangani dengan baik, maka puluhan hingga ratusan lainnya bisa ikut terdampak. Ini bukan hanya soal kesehatan individu, tetapi juga tanggung jawab sosial untuk melindungi sesama. Kita tidak bisa lagi mengandalkan reaksi setelah wabah terjadi—pencegahan harus menjadi budaya.

Mari kita jaga diri dan lingkungan dengan disiplin dan kepedulian. Jangan tunggu sampai kasus serupa terjadi di tempat lain. Flu bisa dicegah, penyebarannya bisa dihentikan, asalkan kita semua bersatu dalam kesadaran dan tindakan nyata. Kesehatan adalah tanggung jawab bersama, dan setiap langkah kecil yang kita ambil hari ini bisa menyelamatkan banyak nyawa esok hari.(*)

 

POJOK

Prabowo masuk tokoh muslim paling berpengaruh 

Alhamdulillah… 

Saatnya tinggalkan papan bawah klasemen

Lantak laju 

Rumah sakit di Banda Aceh hampir penuh

Ingat, ini bukan prestasi 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved