Konflik Amerika vs Iran
Televisi Iran Siarkan Tutorial Gunakan Senjata AK ke Warga, Militer Buka Kios Pelatihan di Desa-desa
Ia didampingi seorang perwira Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) yang menjelaskan teknik dasar penggunaan senjata kepada pemirsa.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Nurul Hayati
Televisi Iran Siarkan Tutorial Gunakan Senjata AK ke Warga, Militer Buka Kios Pelatihan di Desa-desa
SERAMBINEWS.COM - Stasiun televisi pemerintah di Iran mulai menayangkan program yang mengajarkan warga sipil cara menggunakan senjata api.
Siaran itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dengan United States dan ancaman terbaru Presiden AS, Donald Trump.
Siaran tersebut memicu perhatian publik internasional karena memperlihatkan presenter televisi hingga anggota militer mendemonstrasikan penggunaan berbagai jenis senjata secara langsung di layar kaca.
Dalam salah satu tayangan di saluran televisi Ofogh, presenter Hossein Hosseini terlihat memegang dan menembakkan senapan serbu AK di studio televisi.
Ia didampingi seorang perwira Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) yang menjelaskan teknik dasar penggunaan senjata kepada pemirsa.
Tak hanya itu, perwira tersebut juga memperagakan mekanisme penggunaan senapan sniper SVD dan senapan mesin PKS sebagai bagian dari edukasi kesiapsiagaan nasional.
Sementara di Channel 3 Iran, presenter perempuan Mobina Nasiri juga tampil memegang senapan serbu sambil menyampaikan bahwa masyarakat perlu memahami cara penggunaan senjata di tengah situasi yang dianggap semakin tidak menentu.
"Mereka mengirimkan saya sebuah senjata dari Lapangan Vanak agar saya, dan kalian semua, bisa belajar cara menggunakannya," kata Nasiri.
Lapangan Vanak di Teheran belakangan menjadi pusat demonstrasi anti-Amerika yang diikuti ribuan warga Iran.
Dalam aksi tersebut, sejumlah peserta menyatakan kesiapan mereka menghadapi kemungkinan konflik baru dengan Amerika Serikat.
"Saya siap mengorbankan hidup saya untuk negara dan rakyat saya," kata seorang wanita muda bernama Tiana, yang mengenakan kacamata berwarna bendera Iran, di tengah riuh rendah teriakan protes.
Ia menegaskan, rakyat Iran bersama militer negara itu siap bertempur apabila konflik dengan Amerika Serikat kembali pecah.
Situasi memanas setelah Presiden Donald Trump pada 17 Mei 2026 kembali melontarkan ancaman keras terhadap Iran.
Trump menyebut Iran “tidak akan memiliki apa pun yang tersisa” jika tidak segera membuat konsesi dalam proses negosiasi yang berlangsung alot.
| Puluhan Pesawat Kargo AS Bermuatan Amunisi Mendarat di Israel, Bersiap Lanjutkan Perang dengan Iran? |
|
|---|
| Trump Ultimatum Iran: Berdamai Sekarang atau Hancur Total |
|
|---|
| AS-Israel Gempur Gunung Soffeh Berkali-kali, ‘Kota Rudal’ Iran Tetap Aman: Ada Apa di Bawahnya? |
|
|---|
| UEA Diduga Diam-Diam Serang Iran, Konflik Timur Tengah Kian Memanas, Negara Teluk Khawatir Terseret |
|
|---|
| IRGC Gelar Latihan Militer di Teheran Usai Trump Kirim Ancaman, Ketegangan Meningkat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Televisi-Iran-Siarkan-Tutorial-Gunakan-Senjata-AK-ke-Warga-Militer-Buka-Kios-Pelatihan-di-Desa-desa.jpg)